PEMILU 2024 : MENJAGA PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN
KHUTBAH JUMAAT
PEMILU 2024 : MENJAGA PERSATUAN DAN PERSAUDARAAN
الْحَمْدُ لِلَّهِ، الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، يُحْيِي وَيُمِيتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، الَّذِي أَرْسَلَهُ رَبُّهُ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ
أما بعد: أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ الْكِرَامُ... أُوصِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ
قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Hadirin sidang Jumaat yang dirahmati Allah SWT.
Marilah pada kesempatan yang mulia ini kita berupaya meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan melaksanakan segala perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya.
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalahnya dan Allah akan menganugerahkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Hadirin sidang Jumaat yang berbahagia!
Beberapa hari lagi tepatnya pada hari Rabu 14 Februari kita akan berbondong-bondong menuju TPS guna menyalurkan suara kita untuk memilih presiden dan wakil presiden serta memilih wakil-wakil kita di DPR, DPD dan DPRD.
Sebagai umat Islam tentu kita semua berharap agar proses demokrasi ini berjalan dengan damai, lancar sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Kita juga berharap agar dalam pemilihan nanti, tidak terjadi kecurangan, keributan, atau konflik yang membuat kita saling bermusuhan antara satu sama lain.
Oleh karenanya, melalui khutbah ini kami ingin mengajak kita semua untuk selalu saling mengingatkan tentang beberapa perkara :
Pertama, Bersama-sama menghindari politik uang.
Politik uang adalah upaya seseorang atau kelompok tertentu untuk memberikan sesuatu kepada orang lain agar mau memilihnya atau memilih calon tertentu. Dalam konteks agama Islam, politik uang ini sama dengan sogok, suap atau dalam bahasa agama disebut rasywah. Perilaku sogok tidak hanya dilarang dalam agama, malah termasuk salah satu dosa besar baik bagi pemberi maupun si penerima Allah SWT berfirman :
وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْن
Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa padahal kamu mengetahui (al-Baqarah 188).
Rasulullah SAW juga bersabda :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي
Dari Abdullah ibn Amru berkata : Rasulullah SAW bersabda : Allah melaknat pemberi dan penerima suap (H.R. Abu Daud)
Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa suap adalah perilaku yang dilaknat oleh Allah SWT. Maka mari kita saling mengingatkan agar jangan sampai suara kita di TPS nanti kita jual dengan sogokan. Atau jangan sampai hanya karena ingin meraih suara, kita sanggup menyogok orang lain, padahal perbuatan menyogok atau politik uang telah dilaknat oleh Allah SWT. Maka jangan sampai kita, istri dan anak-anak kita memakan harta haram yang diperoleh dari prilaku suap. Karena sekecil apa pun barang haram yang masuk dalam perut kita, akan kita pertanggungjawabkan di kemudian hari!
Hadirin sidang Jumaat yang berbahagia!
Berikutnya, selain menghindari politik uang, mari kita saling menasehati agar tidak menyebarkan berita palsu (hoax)
Penyebaran berita palsu merupakan salah satu sebab yang dapat menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Lebih-lebih di musim Pemilu seperti sekarang ini. Sebagai umat Islam kita dituntut untuk berhati-hati dalam menerima informasi yang belum jelas kebenarannya. Allah SWT berfirman :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ
Wahai orang-orang yang beriman, jika ada seorang fasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayunlah (teliti dahulu) agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menyesal atas perlakuan kalian (al-Hujuraat : 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa Islam sangat memberi perhatian terhadap berita bohong (hoax) karena ia bisa mendatangkan petaka bagi suatu kaum. Maka di masa-masa Pemilu ini, jangan sampai ada di antara kita yang menjadi pelaku penyebaran berita bohong sehingga menyebabkan orang terzalimi. Kita juga harus berhati-hati dengan segala bentuk informasi yang kita terima terutama melalui media sosial. Jika kita sudah memastikan bahwa berita yang kita terima adalah bohong, maka jangan sekali-kali kita sebarluaskan agar kita tidak termasuk orang-orang yang fasik.
Hadirin yang dimuliakan Allah SWT!
Selanjutnya, kita harus saling mengingatkan agar selalu menjaga persaudaraan dan simpul silaturrahim.
Jangan sampai karena Pemilu ini, persahabatan dan ikatan silaturrahim kita menjadi putus. Terlalu mahal nilai persahabatan kita jika harus rusak oleh perbedaan pilihan dan dukungan.
Ingat, perbedaan adalah satu keniscayaan tidak perlu kita memaksa orang lain agar punya pilihan sama dengan kita. Begitu juga dengan diri kita, tak boleh ada orang lain yang dapat memaksa agar pilihan kita sama dengan orang lain.
Oleh karena itu, mari kita hindari perbuatan saling mencela atau saling merendahkan orang lain. Karena perbuatan itu sangat tercela di sisi Allah SWT :
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.
Hadirin sidang Jumaat yang berbahagia!
Mengakhiri khutbah ini, marilah kita bersama-sama datang ke TPS masing-masing pada hari Rabu 14 Februari 2024 untuk memilih pemimpin dan wakil kita yang akan memimpin dan mewakili kita selama lima tahun ke depan. Mudah-mudahan Allah SWT meridhai siapapun pemimpin yang terpilih kelak dan semoga bangsa kita dianugerahi kedamaian dan kesejahteraan.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُورُ الرَّحِيمُ
KHUTBAH KEDUA
الحمْدُ لله رَبِّ العَالَمِينَ, الحَمْدُ لله الّذِى جَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ, وَ رَزَقَنَا مِنَ الطَّيِّبَاتِ.
أَشْهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ. وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِينَ أَمَّا بَعْدُ,
فَيَا عِبَادَ الله... اِتَّقُوا الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
قَالَ الله تَعَالَى : يَاأيُّهَا الَّذِينَ اَمَنُوا اتَّقُو الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُم مُسْلِمُون.
وَ قَالَ أَيْضًا : إِنَّ الله وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النّبِيّ يا أَيّهَا الّذِينَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
اللّهُمَّ صَلِّ وَ سَلّمْ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ. وَ ارْضَ اللّهُمَّ عَنْ أَصْحَابِهِ وَ قَرَابَتِهِ وَ أَزْوَاجِهِ وَ ذُرِّيّاتِهِ أَجْمَعِينَ.
اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَ الْمُؤْمِنِينَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَ الأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ, وَ يَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَ إِن لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَ تَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الظَّالِمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنيَا حَسَنَةٌ وَ فِى الآخِرَةِ حَسَنَةٌ وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ الله...
إِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الإِحْسَانِ وَ إِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
فَاذْكُروا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوهُ
مِن فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
What's Your Reaction?