Bapas Sumbawa Besar Gelar FGD Kelayan Binter: Dorong Sinergi Lintas Sektor Demi Reintegrasi Sosial Ex-Warga Binaan
Bapas Sumbawa Besar Gelar FGD Kelayan Binter: Dorong Sinergi Lintas Sektor Demi Reintegrasi Sosial Ex-Warga Binaan
Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Sumbawa Besar menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pembentukan dan Implementasi Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter) pada Kamis, 15 Oktober 2026, bertempat di La Grande Hotel, Sumbawa Besar.
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan 30 instansi dan unsur pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum (APH), DPR RI, DPRD Kabupaten Sumbawa, instansi vertikal, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, perguruan tinggi, lembaga keagamaan, perbankan, hingga pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa. Selain itu, kegiatan ini turut melibatkan 15 orang Klien Pemasyarakatan Bapas Sumbawa Besar.
Kepala Bapas Sumbawa Tekankan Pentingnya Komitmen Bersama
Dalam sambutannya, Kepala Bapas Kelas II Sumbawa Besar, Rakhmadi Cahyono, Amd.IP.,SH menegaskan bahwa pembentukan Kelayan Binter merupakan langkah nyata untuk memperkuat proses bimbingan dan reintegrasi sosial bagi mantan warga binaan atau klien pemasyarakatan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
"Keberhasilan integrasi sosial tidak dapat dicapai hanya melalui peran satu instansi saja, tetapi membutuhkan dukungan sinergis dari berbagai unsur masyarakat, pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dunia usaha, hingga sektor perbankan," ujar Rakhmadi Cahyono.
Ia menambahkan, keberhasilan Kelayan Binter tidak hanya diukur dari terbentuknya wadah kerja sama, tetapi sejauh mana komitmen yang dibangun dapat berkelanjutan. Melalui program ini, klien pemasyarakatan diharapkan mampu mengembangkan potensi diri, mandiri secara ekonomi, dan kembali berperan positif di masyarakat.
Inovasi Pemberdayaan Ekonomi Bersama Fakultas Agroindustri UTS
Pada sesi berikutnya, dipaparkan program inovasi pemberdayaan ekonomi hasil kerja sama antara Bapas Sumbawa Besar dengan Fakultas Agroindustri dan Sumber Daya Hayati Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Kerja sama pendampingan yang telah dirintis sejak 2018 ini berfokus pada pelatihan keterampilan praktis dan kemandirian ekonomi.
Kordinator pendampingan Irwandi M.M.Inov memaparkan rencana pengembangan Agro Terpadu yang mencakup pengelolaan peternakan ayam dan kambing, budidaya sayuran, hingga rantai pasok komoditas. Dalam paparan tersebut diungkapkan bahwa selama tiga tahun terakhir, sebanyak 1.500 ekor sapi telah berhasil disalurkan langsung melalui mekanisme supplier
"Selain itu, Bapas Sumbawa dan UTS juga rutin menggelar aksi bakti sosial sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap para klien pemasyarakatan" ujarnya.
Pemkab Sumbawa Apresiasi Kolaborasi dan Janjikan Support Nyata
Bupati Sumbawa yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam dan Kemasyarakatan, Ir. Ni Wayan Rusmayati, M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya FGD ini. Dalam sambutan tertulisnya, Bupati menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung lantaran sedang menghadiri koordinasi Forkopimda di Mataram serta peringatan HUT Kabupaten Lombok Tengah.
Pemkab Sumbawa menilai desain pembimbingan dan pemberdayaan yang dirancang Bapas Sumbawa sangat luar biasa dan membutuhkan dukungan penuh seluruh perangkat daerah serta mitra legislatif, seperti Anggota DPR RI Komisi IV, Johan Rosihan yang turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Sumbawa menyampaikan sejumlah komitmen dukungan d Sektor Pertanian & Peternakan melalui Pelatihan budidaya padi, jagung, dan hortikultura, serta bantuan hewan ternak/unggas.
Di bagian infrastruktur pendukung melalui Penyerahan bantuan 1 unit sumur bor yang telah diterima oleh Dinas terkait untuk mendukung program pertanian terpadu serta Dinas Sosial & Lembaga Keuangan diharapkan melalui Pelatihan keterampilan, pendampingan modal usaha, serta pemetaan peluang kerja bagi eks warga binaan.
"Ketika seseorang selesai menjalani masa pidana, kehidupan mereka belum selesai. Mereka harus membangun kembali kepercayaan keluarga dan masyarakat. Pembimbingan ini bukan hanya tugas Bapas, melainkan tanggung jawab kita bersama agar kesalahan masa lalu tidak terus menjadi beban masa depan mereka," tegas Ni Wayan Rusmayati.
Melalui FGD ini, Bapas 2 Sumbawa Besar dan Pemkab Sumbawa beserta seluruh pemangku kepentingan berharap hasil diskusi tidak berhenti pada pertukaran gagasan semata, melainkan ditindaklanjuti dengan pembagian peran yang jelas demi memastikan manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan para klien pemasyarakatan secara berkelanjutan. (AM)
What's Your Reaction?