Berita Terkini & Terpercaya & Latest Posts https://amarmedia.co.id/rss/latest-posts Berita Terkini & Terpercaya & Latest Posts en Copyright 2024 PT Amar Media Inovasi & All Rights Reserved. Literasi, Kompetisi, dan Ruang Tumbuh yang Alami https://amarmedia.co.id/literasi-kompetisi-dan-ruang-tumbuh-yang-alami https://amarmedia.co.id/literasi-kompetisi-dan-ruang-tumbuh-yang-alami Literasi, Kompetisi, dan Ruang Tumbuh yang Alami

Oleh  : Asmediati 

SAYA melihat sejumlah anak yang sejak usia dini telah meraih banyak prestasi dari berbagai kompetisi yang mereka ikuti. Usia mereka masih sekolah dasar (SD), tapi semangat mereka tak kalah dari pelajar SMA atau mahasiswa. Mereka tampil percaya diri di depan publik, berbicara lantang, bahkan mampu menguasai panggung dengan baik.

Anak-anak itu mengikuti lomba-lomba literasi yang mereka minati, seperti baca puisi, mendongeng, berpantun, storytelling, solo song, menulis kreatif, hingga monolog. Layaknya anak-anak, kemampuan yang mereka pertunjukkan tentu masih merupakan karya seorang kanak-kanak. Mereka polos, spontan, dan jujur. 

Namun, tidak sedikit pula anak-anak yang tampil bukan lagi seperti anak-anak, melainkan seperti orang dewasa. Mereka seolah melampaui usianya.

Fenomena itu sering kali lahir dari polesan “berlebihan” orang-orang dewasa di sekitarnya. Orangtua, pelatih, bahkan lingkungan sosial kadang terlalu berambisi menjadikan anak tampil sempurna. Akibatnya, anak kehilangan ruang untuk tumbuh secara alami.

Jika tidak hati-hati mendampingi, anak bisa kehilangan masa kanak-kanaknya. Mereka mungkin terlihat hebat di atas panggung, tapi diam-diam memikul beban yang terlalu berat bagi usianya. Prestasi demi prestasi yang diraih kadang berubah menjadi tuntutan yang terus-menerus harus dipenuhi. Anak akhirnya tumbuh dengan kecemasan untuk selalu menang dan ketakutan untuk gagal.

Padahal, kompetisi adalah ruang belajar. Menang memang membahagiakan, tapi kalah juga bagian penting dari proses pertumbuhan mental seorang anak. 

Dari kekalahan, anak belajar menerima kenyataan, menghargai kemampuan orang lain, dan memperbaiki dirinya sendiri. Nilai-nilai seperti itulah yang sesungguhnya lebih penting dibanding sekadar piala dan piagam penghargaan.

Salah satu kesuksesan seorang anak dalam kompetisi sejak dini tidak lepas dari peran orangtua, terutama ibu. Di beberapa kompetisi yang saya hadiri, saya melihat para ibu selalu tampak mendampingi anak-anak mereka. Mereka mengantar, menunggu, memberi semangat, bahkan menjadi tempat anak-anak itu mencurahkan rasa gugup sebelum tampil.

Tidak hanya satu atau dua lomba yang diikuti, banyak anak dilibatkan dalam berbagai kompetisi sehingga talenta mereka berkembang dalam beragam bidang. Ada anak yang pandai membaca puisi sekaligus piawai mendongeng. Ada pula yang mampu menulis kreatif dan tampil baik dalam monolog. Di balik itu semua, sering kali ada ibu yang tekun mendampingi proses tumbuh si anak dari hari ke hari.

Peran ibu bukan semata-mata memastikan anak menjadi juara. Lebih dari itu, ibu hadir sebagai penguat mental dan penjaga keseimbangan jiwa anak. Ketika anak gagal meraih kemenangan, ibu yang bijak tidak akan menjadikan kekalahan sebagai sumber tekanan. Sebaliknya, ia mengajarkan bahwa setiap perlombaan adalah pengalaman belajar yang berharga.

Anak-anak yang cerdas dan literat biasanya belajar dari pengalaman. Mereka memperhatikan kemampuan teman dan lawan-lawannya, lalu belajar dari sana. Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki kelebihan masing-masing. 

Dalam ruang kompetisi, anak-anak sebenarnya sedang belajar tentang kehidupan; tentang kerja keras, disiplin, keberanian, dan sikap menghargai orang lain. Karena itu, dukungan lingkungan sangat menentukan arah pertumbuhan mental mereka. 

Support system yang diberikan guru dan orangtua ketika anak belum menjadi juara akan memberi pengaruh besar terhadap semangat anak selanjutnya. Anak yang terus disalahkan karena kalah bisa tumbuh menjadi pribadi yang mudah minder dan takut mencoba. Sebaliknya, anak yang dihargai prosesnya akan lebih berani menghadapi tantangan berikutnya.

Mental juara tidak hanya dibentuk oleh kemenangan, tapi juga oleh kemampuan menerima kegagalan dengan jiwa besar. Anak-anak perlu diajarkan bahwa keberuntungan tidak selalu datang setiap saat. Ada waktu mereka berdiri di podium kemenangan, ada pula saat mereka harus belajar menerima hasil yang belum sesuai harapan.

Di sinilah pentingnya kedewasaan orang-orang dewasa di sekitar anak. Jangan sampai ambisi orangtua lebih besar daripada kebahagiaan anak itu sendiri. Kompetisi literasi seharusnya menjadi ruang yang menyenangkan, tempat anak bertumbuh dengan sehat, kreatif, dan bahagia. Bukan ruang yang membuat mereka kehilangan keceriaan masa kecil.

Bertaburnya lomba-lomba literasi untuk anak-anak sejatinya memberi wadah positif bagi lahirnya bakat-bakat muda. Idealnya, kecakapan literasi memang dilatih sejak dini. Anak-anak yang terbiasa tampil, membaca, menulis, dan berbicara di depan umum akan memiliki modal penting ketika mereka remaja dan dewasa. Mereka lebih siap menghadapi kompetisi yang lebih ketat dan tantangan kehidupan yang semakin kompleks.

Namun, meski kecakapan literasi menjadi bekal masa depan, kita tidak boleh menukar kebahagiaan masa kini anak dengan ambisi jangka panjang tersebut. Ada satu batasan yang tak boleh dilanggar bahwa anak tetaplah anak-anak. Mereka tetap membutuhkan waktu bermain, tertawa, berkhayal, dan menikmati dunianya sendiri tanpa harus selalu merasa sedang dinilai. 

Prestasi memang penting, tapi menjaga jiwa anak agar tetap berkembang secara sehat dan organik jauh lebih fundamental.

Mari kita kembalikan hakikat kompetisi sebagai sarana merayakan keberanian, bukan ajang penghakiman. Membiarkan anak tampil dengan kepolosannya jauh lebih berharga daripada memaksanya mengenakan topeng kedewasaan yang prematur. Biarlah mereka berpuisi dengan gaya mereka sendiri dan mendongeng dengan imajinasi mereka yang murni, tanpa harus dibebani target yang melampaui kapasitas jiwanya.

Alasannya, yang kita butuhkan di masa depan, bukanlah robot-robot pemenang piala, sebaliknya manusia-manusia yang memiliki empati dan integritas. Pendidikan literasi melalui kompetisi harus mampu menyentuh sisi kemanusiaan anak, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga tangguh secara emosional.

Tugas kita sebagai pendamping, entah itu orangtua, guru, maupun juri, adalah memastikan lentera kreativitas mereka tetap menyala terang tanpa membakar masa kecilnya. Biarkan anak-anak kita melangkah di atas panggung dengan senyuman yang tulus. Dengan begitu, kemenangan yang sesungguhnya bukan lagi soal siapa yang membawa pulang piala emas, tapi seberapa bahagia mereka mengenali potensi diri dan mencintai proses belajar itu sendiri.[AM]

]]>
Mon, 11 May 2026 12:58:46 +0800 amr
Mi6 Dorong Figur Lauk Kawat Rebut Kursi Loteng Satu, Saatnya Tidak Lagi Jadi Pelengkap Komposisi Politik https://amarmedia.co.id/mi6-dorong-figur-lauk-kawat-rebut-kursi-loteng-satu-saatnya-tidak-lagi-jadi-pelengkap-komposisi-politik https://amarmedia.co.id/mi6-dorong-figur-lauk-kawat-rebut-kursi-loteng-satu-saatnya-tidak-lagi-jadi-pelengkap-komposisi-politik Mi6 Dorong Figur Lauk Kawat Rebut Kursi Loteng Satu, Saatnya Tidak Lagi Jadi Pelengkap Komposisi Politik

MATARAM.Amarmedia.co.id —Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mendorong figur-figur potensial dari wilayah selatan Kabupaten Lombok Tengah untuk berani tampil memperebutkan posisi kepala daerah. Konstruksi sosial politik “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat” kini mestinya ditempatkan sebagai bagian dari sejarah. Bukan lagi menjadi batas tak tertulis menentukan kepemimpinan daerah.

“Masa depan Lombok Tengah harus dibangun dengan kesetaraan. Sudah saatnya figur-figur dari wilayah selatan Lombok Tengah memiliki keberanian tampil sebagai calon pemimpin utama. Bukan lagi sekadar pelengkap komposisi politik,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, di Mataram, Senin, 11 Mei 2026

Analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini menegaskan, sudah saatnya ruang politik yang lebih setara dan inklusif hadir di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Ruang politik itu harus berbasis kapasitas kepemimpinan, bukan semata warisan pembagian geografis lama.

Didu tak menampik, dinamika politik Lombok Tengah selama ini memang tidak bisa dilepaskan dari istilah “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat”. Lauk Kawat merujuk pada kawasan selatan Lombok Tengah yang identik dengan daerah pesisir, kawasan kering, namun memiliki bentang wisata pantai indah luar biasa. Sementara Dayen Kawat merujuk pada kawasan utara yang subur, hijau, dan selama ini dikenal sebagai kawasan pertanian dan lumbung pangan.

Dalam praktik politik Lombok Tengah, pembacaan “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat” sering dijadikan semacam formula tidak tertulis dalam menentukan pasangan kepala daerah. Namun faktanya, posisi bupati selalu berasal dari kawasan “Dayen Kawat”, sedangkan “Lauk Kawat” berada di posisi wakil.

 

Didu menilai, pola semacam itu merupakan realitas politik historis yang memang lahir dari proses sosial masyarakat Lombok Tengah di masa lalu. Namun demikian, Didu menegaskan bahwa perkembangan zaman telah membawa perubahan besar terhadap cara masyarakat memandang kepemimpinan.

Menurutnya, masyarakat kini semakin rasional dan terbuka dalam menentukan pilihan politik. Faktor asal wilayah tidak lagi menjadi pertimbangan utama sebagaimana beberapa dekade sebelumnya. Yang lebih penting bagi publik saat ini kata dia, adalah kapasitas, integritas, rekam jejak, dan kemampuan seorang pemimpin dalam menghadirkan solusi atas persoalan daerah.

“Atas nama demokrasi, tidak boleh ada lagi wilayah yang merasa hanya ditakdirkan menjadi pelengkap kekuasaan,” tandas Didu.

Mantan Esekutif Daerah WALHI NTB dua periode ini menegaskan, langkah Mi6 yang mendorong figur potensial di kawasan selatan Lombok Tengah untuk tampil merebut posisi kepala daerah, sama sekali bukan dimaksudkan untuk membangun sekat baru antara masyarakat selatan dan utara Lombok Tengah. Mi6 justru memandang bahwa dikotomi “Lauk Kawat” dan “Dayen Kawat” seharusnya mulai ditempatkan sebagai bagian dari sejarah sosial-politik daerah yang tidak perlu lagi dipertajam dalam praktik demokrasi modern.

“Ini bukan soal membelah masyarakat. Bukan juga soal mempertentangkan utara dan selatan. Justru yang ingin didorong adalah kesetaraan kesempatan politik. Semua putra-putri terbaik Lombok Tengah memiliki hak yang sama untuk tampil memimpin,” tegasnya.

Didu menilai, munculnya figur dari selatan sebagai calon bupati akan menjadi indikator semakin matangnya demokrasi di Lombok Tengah. Sebab, demokrasi yang sehat, menurutnya, memberikan ruang yang sama kepada siapa pun tanpa dibatasi oleh latar geografis.

Ia mengatakan, kawasan selatan Lombok Tengah saat ini juga telah mengalami transformasi yang sangat besar. Kehadiran kawasan ekonomi khusus pariwisata, pembangunan infrastruktur, pertumbuhan investasi, hingga meningkatnya konektivitas wilayah membuat selatan Lombok Tengah tidak lagi bisa dipandang sebagai daerah pinggiran.

“Selatan hari ini bukan lagi wilayah yang berada di belakang. Pertumbuhan ekonomi baru justru banyak bergerak di kawasan selatan. Pariwisata internasional berkembang di sana. Infrastruktur berkembang di sana. Ini tentu melahirkan sumber daya manusia dan kelas sosial baru yang lebih percaya diri,” kata Didu.

Dia juga melihat bahwa secara demografis, kawasan selatan Lombok Tengah memiliki jumlah penduduk yang relatif besar dan bahkan disebut lebih tinggi dibanding sebagian kawasan utara, meski selisihnya tidak terlalu signifikan. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal sosial dan politik yang cukup kuat bagi lahirnya figur kepemimpinan baru dari kawasan selatan.

Namun demikian, Didu mengingatkan bahwa modal geografis dan demografis saja tidak cukup. Figur yang ingin tampil di Pilkada 2029 tetap harus mampu membangun kapasitas, jaringan sosial, komunikasi politik, dan gagasan pembangunan yang kuat untuk Lombok Tengah secara keseluruhan. Dan menurut dia, kawasan selatan tak kekurangan figur

“Yang dibutuhkan masyarakat Lombok Tengah sekarang itu bukan sekadar figur selatan atau utara. Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang mampu menyatukan Lombok Tengah dan membawa daerah ini melompat lebih maju,” ujarnya.

Di sisi lain, Didu mengungkapkan, generasi muda Lombok Tengah memiliki peluang besar untuk mematahkan pola-pola lama politik daerah yang terlalu bertumpu pada pembacaan geografis. Anak-anak muda saat ini, kata dia, tumbuh dalam situasi sosial yang jauh lebih terbuka, lebih cair, dan lebih egaliter dibanding generasi sebelumnya.

Karena itu, Didu menilai Pilkada 2029 bisa menjadi momentum penting lahirnya politik baru yang lebih modern di Lombok Tengah. Politik yang tidak lagi dibangun di atas sekat-sekat wilayah, tetapi di atas pertarungan ide, kapasitas, dan visi pembangunan.

“Generasi muda hari ini lebih melihat kompetensi daripada sekadar asal kawasan. Mereka ingin pemimpin yang punya gagasan, punya energi, dan mampu bekerja. Ini momentum yang sangat baik untuk menghadirkan kepemimpinan yang lebih progresif,” katanya.

Didu juga menyoroti bahwa pembangunan Lombok Tengah ke depan membutuhkan pemimpin yang memahami perubahan sosial-ekonomi yang sedang berlangsung sangat cepat di daerah tersebut. Apalagi Lombok Tengah kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan strategis di NTB, terutama dengan perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, tantangan Lombok Tengah ke depan tidak ringan. Selain harus menjaga keseimbangan pembangunan antarwilayah, daerah ini juga menghadapi tantangan urbanisasi, tekanan investasi, transformasi sosial masyarakat, hingga kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Karena itu, Didu menilai kepemimpinan Lombok Tengah ke depan tidak bisa lagi hanya bertumpu pada pola politik tradisional.

“Daerah ini membutuhkan pemimpin dengan perspektif baru. Pemimpin yang mampu membaca perubahan global, mampu mengelola investasi tanpa meninggalkan masyarakat lokal, dan mampu menjaga harmoni sosial di tengah percepatan pembangunan,” katanya.

Didu berpandangan, jika figur-figur dari wilayah selatan mulai berani tampil sebagai calon pemimpin utama, maka hal tersebut justru akan memperkaya kualitas demokrasi di Gumi Tatas Tuhu Trasna. Masyarakat akan memiliki lebih banyak alternatif pilihan, sementara kompetisi politik akan menjadi lebih sehat dan terbuka.

“Demokrasi yang baik itu ketika semua orang merasa punya kesempatan yang sama. Ketika tidak ada lagi perasaan bahwa wilayah tertentu hanya pantas menjadi pelengkap,” ujar Didu.

Kendati begitu, ia menegaskan, pada akhirnya masyarakatlah yang akan menentukan siapa pemimpin terbaik bagi Lombok Tengah. Namun tugas semua elemen masyarakat, termasuk kelompok intelektual dan civil society, adalah memastikan ruang demokrasi tetap terbuka dan memberi kesempatan yang adil bagi semua figur potensial.

“Lombok Tengah harus bergerak menuju politik yang lebih dewasa. Politik yang tidak lagi terjebak pada sekat lama, tetapi fokus pada kualitas kepemimpinan dan masa depan daerah,” tutupnya. (AM)

]]>
Mon, 11 May 2026 12:49:03 +0800 amr
Jelang Implementasi UU ASN 2023, Abdul Rafiq Desak Pemda Sumbawa Prioritaskan Nasib Guru Honorer https://amarmedia.co.id/jelang-implementasi-uu-asn-2023-abdul-rafiq-desak-pemda-sumbawa-prioritaskan-nasib-guru-honorer https://amarmedia.co.id/jelang-implementasi-uu-asn-2023-abdul-rafiq-desak-pemda-sumbawa-prioritaskan-nasib-guru-honorer Jelang Implementasi UU ASN 2023, Abdul Rafiq Desak Pemda Sumbawa Prioritaskan Nasib Guru Honorer

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH.M.Si, memberikan atensi serius terhadap masa depan tenaga pendidik non-ASN di Sumbawa. Pada Senin (11/5/2026), Rafiq mengingatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa (Pemda) untuk segera mengambil langkah strategis terkait pemberlakuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan efektif sepenuhnya pada Januari 2027.

Menurut Rafiq, regulasi baru tersebut akan menyederhanakan status kepegawaian pemerintah menjadi hanya dua kategori: Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Kondisi ini menuntut kesiapan ekstra dari pemerintah daerah agar tidak ada guru honorer yang terpinggirkan.

Abdul Rafiq menekankan bahwa guru honorer adalah pilar penting pembangunan SDM di Sumbawa. Banyak dari mereka yang telah mengabdi belasan tahun di pelosok daerah dengan fasilitas terbatas.

"Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melakukan langkah konkret melalui pendataan dan pemetaan menyeluruh. Data ini harus valid, mencakup masa pengabdian, kualifikasi, hingga sebaran wilayah tugas," tegas Rafiq.

Ia menambahkan bahwa pemetaan ini akan menjadi dasar kuat bagi daerah dalam menyusun formasi PPPK, sehingga para guru yang telah berdedikasi tetap memiliki ruang untuk melanjutkan pengabdian mereka sesuai amanat undang-undang.

Guru honorer adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Sumbawa. Mereka hadir mengisi kekurangan tenaga pendidik, bahkan banyak yang telah bertahun-tahun mengabdi di sekolah-sekolah, termasuk di wilayah terpencil, dengan keterbatasan kesejahteraan namun tetap menunjukkan dedikasi luar biasa bagi dunia pendidikan.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa mendukung penuh upaya pemerintah dalam memperbaiki sistem kepegawaian nasional. Namun demikian, aspek kemanusiaan, pengalaman pengabdian, dan kebutuhan riil daerah harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaannya.

Kami percaya, apabila Pemda Sumbawa mulai mempersiapkan langkah sejak dini, maka proses transisi menuju sistem ASN yang lebih tertata dapat berjalan baik tanpa mengorbankan nasib para guru honorer.

"Pendidikan adalah investasi masa depan daerah. Maka memperhatikan kesejahteraan dan kepastian nasib guru honorer merupakan bagian dari tanggung jawab bersama" pungkasnya (AM).

]]>
Mon, 11 May 2026 12:06:52 +0800 amr
Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa Hadirkan Empat Figur Terbaik, Momentum Menentukan Arah Baru Organisasi https://amarmedia.co.id/musda-ii-nwdi-kabupaten-sumbawa-hadirkan-empat-figur-terbaik-momentum-menentukan-arah-baru-organisasi https://amarmedia.co.id/musda-ii-nwdi-kabupaten-sumbawa-hadirkan-empat-figur-terbaik-momentum-menentukan-arah-baru-organisasi Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa Hadirkan Empat Figur Terbaik, Momentum Menentukan Arah Baru Organisasi

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) II Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Kabupaten Sumbawa, suasana organisasi semakin dinamis dan penuh semangat kebersamaan. Musda yang menjadi agenda penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan ini dipastikan berlangsung menarik dengan hadirnya empat figur terbaik yang siap membawa gagasan dan semangat pengabdian bagi kemajuan NWDI Kabupaten Sumbawa.

Keempat figur tersebut merupakan kader-kader terbaik yang selama ini aktif dalam berbagai bidang pengabdian organisasi. Mereka adalah Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI yang saat ini menjabat sebagai Ketua Lajnah Zakat, Infak dan Sedekah NWDI Kabupaten Sumbawa, Alimin, S.Ag., M.Si selaku Sekretaris Umum NWDI Kabupaten Sumbawa, Sukri, S.PdI., M.M.Inov yang dikenal aktif dalam pengembangan pendidikan dan kaderisasi, serta petahana Jamaluddin Maladi, S.Sos., M.T yang saat ini masih memimpin NWDI Kabupaten Sumbawa.

Munculnya empat figur tersebut mendapat perhatian besar dari warga NWDI dan masyarakat Kabupaten Sumbawa. Banyak pihak menilai bahwa hadirnya beberapa kandidat dalam Musda II menjadi tanda positif berkembangnya demokrasi organisasi yang sehat dan dewasa di tubuh NWDI.

Berbagai kalangan kader berharap Musda II tidak hanya menjadi ajang pemilihan kepemimpinan semata, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, konsolidasi organisasi, serta menyusun langkah strategis untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ketua Umum NWDI Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin Maladi, S.Sos., M.T dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musda II memiliki arti penting dalam melanjutkan perjuangan organisasi dan memperkuat peran NWDI di tengah masyarakat.

Ia mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan organisasi selama masa kepemimpinannya yang dinilai terus mengalami perkembangan melalui kerja sama seluruh pengurus, kader, dan jamaah NWDI di Kabupaten Sumbawa.

“Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa merupakan momentum besar untuk melanjutkan perjuangan organisasi ke arah yang lebih baik. Saya berharap seluruh kader tetap menjaga persatuan, kekompakan, dan semangat kebersamaan dalam proses Musda ini,” ujarnya.

Menurut Jamaluddin, perbedaan pilihan dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar dalam demokrasi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa persaudaraan dan semangat perjuangan harus tetap menjadi prioritas utama seluruh kader NWDI.

“Kita semua adalah keluarga besar NWDI. Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin organisasi harus kita dukung bersama demi keberlanjutan perjuangan dan kemajuan NWDI Kabupaten Sumbawa,” lanjutnya.

Ia juga berharap Musda II mampu melahirkan pemimpin yang visioner, amanah, dan mampu membawa organisasi semakin maju dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, serta pemberdayaan umat.

Sementara itu, Ketua Panitia Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa, Dr. Supriyadi, S.HI., M.HI menyampaikan bahwa seluruh panitia telah melakukan berbagai persiapan demi menyukseskan pelaksanaan Musda secara tertib dan kondusif.

Menurutnya, Musda II bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat arah perjuangan NWDI di Kabupaten Sumbawa.

“Kami dari panitia berkomitmen melaksanakan Musda secara profesional, demokratis, aman, dan penuh kekeluargaan. Kami ingin Musda ini menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar demi kemajuan organisasi,” ungkap Dr. Supriyadi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh figur yang siap berpartisipasi dalam Musda II. Menurutnya, kehadiran empat kandidat terbaik menunjukkan bahwa NWDI Kabupaten Sumbawa memiliki banyak kader potensial yang siap melanjutkan perjuangan organisasi.

“Semua kandidat memiliki kapasitas, pengalaman, dan niat pengabdian yang baik untuk organisasi. Karena itu kami berharap seluruh proses Musda berlangsung sejuk, bermartabat, dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah,” tambahnya.

Menjelang pelaksanaan Musda, dukungan terhadap masing-masing figur mulai terlihat di berbagai kalangan kader dan jamaah NWDI. Meski demikian, suasana organisasi tetap berlangsung harmonis dan penuh semangat persaudaraan.

Para tokoh organisasi juga terus mengajak seluruh kader agar menjaga etika, menghormati perbedaan pilihan, serta menghindari hal-hal yang dapat memicu perpecahan di internal organisasi.

Banyak pihak menilai bahwa siapa pun yang nantinya terpilih memimpin NWDI Kabupaten Sumbawa akan menghadapi tantangan besar dalam mengembangkan organisasi agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai perjuangan NWDI yang telah diwariskan para pendiri organisasi.

Selain memperkuat pendidikan dan dakwah, kepemimpinan baru nantinya juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kaderisasi, pelayanan sosial keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, serta memperluas kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

Musda II NWDI Kabupaten Sumbawa diprediksi akan menjadi salah satu momentum organisasi terbesar tahun ini. Semangat demokrasi, persatuan, dan pengabdian yang ditunjukkan seluruh kandidat diharapkan menjadi contoh positif bagi seluruh kader NWDI.

Masyarakat dan jamaah NWDI Kabupaten Sumbawa kini menaruh harapan besar agar Musda II mampu menghasilkan keputusan terbaik demi keberlanjutan perjuangan organisasi serta melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa NWDI semakin maju, solid, dan memberikan manfaat luas bagi umat dan daerah.

Dengan hadirnya empat figur terbaik dalam Musda II, NWDI Kabupaten Sumbawa diyakini akan semakin menunjukkan kedewasaan organisasi serta komitmen kuat dalam menjaga persatuan dan melanjutkan perjuangan untuk masa depan yang lebih baik.(AM)

]]>
Mon, 11 May 2026 11:01:36 +0800 amr
Perkuat Konservasi TN Pulau Moyo, DKP NTB dan Koperasi Desa Merah Putih Labuan Aji Sinkronisasi Program Pengawasan Berbasis Masyarakat https://amarmedia.co.id/perkuat-konservasi-tn-pulau-moyo-dkp-ntb-dan-koperasi-desa-merah-putih-labuan-aji-sinkronisasi-program-pengawasan-berbasis-masyarakat https://amarmedia.co.id/perkuat-konservasi-tn-pulau-moyo-dkp-ntb-dan-koperasi-desa-merah-putih-labuan-aji-sinkronisasi-program-pengawasan-berbasis-masyarakat Perkuat Konservasi TN Pulau Moyo, DKP NTB dan Koperasi Desa Merah Putih  Labuan Aji Sinkronisasi Program Pengawasan Berbasis Masyarakat

MATARAM.Amarmedia.co.id — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi dengan berbagai mitra strategis guna memastikan pengelolaan kawasan konservasi berjalan optimal. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Sinkronisasi dan Harmonisasi Program Kerja UPT BLUD BPSDKP Wilayah Lombok, Sumbawa-Sumbawa Barat, dan Bima-Dompu serta Lembaga Penerima Hibah TFCCA yang digelar di Mataram, Senin (4/5/2026).

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) DKP NTB,Akmaldin, S.Pi., M.Si., mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB.

Sinergi BLUD dan NGO: Menambal Celah Sumber Daya

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing UPT BLUD Balai Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (BPSDKP) memaparkan rencana aksi untuk tahun anggaran 2026. Forum ini menjadi ruang refleksi bagi BLUD untuk mengukur sejauh mana kemampuan sumber daya internal dan anggaran mandiri dapat merealisasikan target yang telah ditetapkan.

Forum ini menjadi wadah refleksi bagi tiap BLUD dalam mengukur kemampuannya untuk merealisasikan pelaksanaan rencana aksi tersebut. Artinya, seberapa besar kemampuan BLUD untuk bisa merealisasikan rencana aksi dimaksud dengan sumber daya dan sumber anggaran sendiri sehingga jika masih ada target-target yang belum bisa dilaksanakan sendiri oleh BLUD maka bisa diambil perannya oleh NGO atau mitra lainnya.

Akmaldin, menekankan bahwa peran Non-Governmental Organization (NGO) dan mitra pembangunan sangat krusial dalam mengisi ruang yang belum terjangkau oleh anggaran BLUD.

"Kehadiran NGO dan mitra lainnya memberikan kontribusi signifikan melalui pendampingan teknis, inovasi kegiatan, hingga dukungan sumber daya. Sinkronisasi yang kuat mendesak dilakukan agar kolaborasi berjalan selaras dan saling memperkuat," tegasnya di hadapan para peserta.

Fokus pada Taman Nasional Pulau Moyo

Salah satu poin krusial yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah rencana penguatan pengelolaan terumbu karang di kawasan Taman Nasional (TN) Pulau Moyo dan wilayah penyangganya. Dalam hal ini, Koperasi Desa Merah Putih Labuan Aji mengambil peran strategis sebagai lembaga penerima hibah Tropical Forest Conservation Act (TFCA) / TFCCA.

Melalui program kolaborasi ini, Koperasi Desa Merah Putih Labuan Aji fokus pada penguatan Model Pengawasan Berbasis Masyarakat (Pokwasmas) dengan melibatkan warga lokal secara aktif dalam memantau aktivitas di perairan TN Pulau Moyo.

Kemudian untuk meningkatman kapasitas konservasi dengan nelatih masyarakat dalam teknik perlindungan ekosistem laut hingga penyediaan Data Ekologi dengan membangun basis data yang akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat sasaran.

Target jangka panjang dari inisiatif ini adalah meningkatnya tutupan karang hidup dan populasi ikan karang yang bernilai ekonomis penting, sekaligus menekan praktik penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing).

Diversifikasi Pendapatan dan Keberlanjutan

Dalam sesi diskusi, peserta menyampaikan berbagai masukan konstruktif untuk memperkuat kolaborasi semua pihak dalam rangka merealisasikan rencana aksi dimaksud. 

Selain aspek ekologi, forum juga menyepakati perlunya diversifikasi sumber pendapatan bagi BLUD. Hal ini bertujuan untuk menjamin keberlanjutan program konservasi dan mengurangi ketergantungan pada sumber pembiayaan tunggal.

Pendekatan berbasis pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Koperasi Desa Merah Putih di Desa Labuan Aji diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru melalui sektor wisata bahari yang berkelanjutan, sehingga konservasi memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan warga.

Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kunci DKP Provinsi NTB, di antaranya Akmaldin, S.Pi., M.Si. (Kepala Bidang Pengelolaan Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil / KP3K), Syaifuddin Zuhri, S.Pi. (Kepala Bidang Perikanan Tangkap),  Ir. Beny Iskandar.(Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan / SDKP), Karim Marasabessy, S.Pi., M.M (Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Pengolahan Hasil Perikanan), Koordinator Program serta jajaran Kepala UPT BLUD BPSDKP se-Provinsi NTB.

Dari hasil pertemuan disimpulkan bahwa BLUD masih sangat membutuhkan dukungan dari NGO/mitra dalam rangka melakukan kegiatan pelestarian dan perlindungan ekosistem, melakukan kegiatan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan serta melakukan kajian untuk pelaksanaan kegiatan wisata Bahari yang ramah lingkungan. (AM)

]]>
Sat, 09 May 2026 21:01:09 +0800 amr
Wabup Sumbawa: Bale Mediasi Harus Jadi Solusi Nyata, Bukan Sekadar “Papan Nama” https://amarmedia.co.id/wabup-sumbawa-bale-mediasi-harus-jadi-solusi-nyata-bukan-sekadar-papan-nama https://amarmedia.co.id/wabup-sumbawa-bale-mediasi-harus-jadi-solusi-nyata-bukan-sekadar-papan-nama Wabup Sumbawa: Bale Mediasi Harus Jadi Solusi Nyata, Bukan Sekadar “Papan Nama”

Sumbawa,Amarmedia.co.id  7 Mei 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Bale Mediasi yang digelar di Aula Madilaoe ADT, Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (07/05). Dalam sambutannya, Wabup menekankan agar lembaga ini tidak hanya menjadi simbol administratif semata, melainkan benar-benar menyentuh akar persoalan di masyarakat.

Acara yang mengusung tema “Penguatan Sinergi Perdamaian Melalui Bale Mediasi Sebagai Instrumen Penyelesaian Sengketa Non Litigasi Berbasis Nilai Agama, Kearifan Lokal dan Hukum” ini dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpoldagri, para Camat, Lurah, perwakilan OPD, serta para pemangku kepentingan terkait.

Wakil Bupati menyampaikan pesan kuat bahwa Bale Mediasi memiliki tanggung jawab moral sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga harmoni sosial.

“Pemerintah daerah mengharapkan kehadiran Bale Mediasi ini tidak hanya sekadar ‘papan nama’. Bale Mediasi harus maksimal sebagai bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, menyelesaikan berbagai persoalan—baik hukum maupun sosial—sebelum berdampak luas pada stabilitas daerah,” tegas Drs. H. Mohamad Ansori.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas demi mewujudkan visi Sumbawa Unggul, Maju, dan Sejahtera.

Penyelesaian Sengketa yang Humanis dan Efisien

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bale Mediasi Kabupaten Sumbawa, Rimas Intan Katari, SH., MH., menjelaskan bahwa lembaga ini hadir sebagai solusi alternatif di tengah dinamika sosial yang kian kompleks.

Menurutnya, konflik adalah hal yang sulit dihindari, namun cara penyelesaiannya akan menentukan kualitas hidup bermasyarakat. Beberapa poin utama dari layanan Bale Mediasi meliputi Non-Litigasi yang merupakan penyelesaian di luar jalur pengadilan dengan asas kekeluargaan mengedepankan musyawarah dan prinsip perdamaian.

Juga Cepat & Sederhana karena memangkas birokrasi hukum yang panjang dengan tetap menjunjung tinggi keadilan serta berbasis Lokal yang menyandarkan keputusan pada nilai agama dan kearifan lokal masyarakat Sumbawa.

Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan mediasi, Bale Mediasi Kabupaten Sumbawa kini telah beroperasi secara aktif di Kompleks Kantor Kesbangpoldagri Sumbawa, Jalan Bungur Nomor 2, Labuhan Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 09 May 2026 20:45:59 +0800 amr
Akselerasi Modernisasi Pertanian, NTB Terapkan Sistem PM&AAS untuk Genjot Produktivitas Padi https://amarmedia.co.id/akselerasi-modernisasi-pertanian-ntb-terapkan-sistem-pm-aas-untuk-genjot-produktivitas-padi https://amarmedia.co.id/akselerasi-modernisasi-pertanian-ntb-terapkan-sistem-pm-aas-untuk-genjot-produktivitas-padi Akselerasi Modernisasi Pertanian, NTB Terapkan Sistem PM-AAS untuk Genjot Produktivitas Padi

Lombok Tengah.Amarmedia.co.id – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dan bertransformasi menuju pertanian modern, Kementerian Pertanian RI melalui Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP/BRMP) NTB menggelar Gerakan Percepatan Tanam dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System). Kegiatan ini dipusatkan di lahan Kelompok Tani Bun are II, Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, pada Kamis (7/5/2026).

Program prospektif tahun 2026 ini diimplementasikan pada hamparan seluas 100 hektar yang melibatkan enam kelompok tani (Poktan) dari Desa Bunkate dan Desa Perina. PM-AAS hadir sebagai jawaban atas tantangan sektor pertanian masa kini, mulai dari efisiensi tenaga kerja hingga mitigasi perubahan iklim.

Kepala BRMP NTB, Hendro Cahyono, S.Pt, MM, M.Sc, menjelaskan bahwa PM-AAS bukan sekadar metode tanam biasa, melainkan sebuah sistem terpadu. Ia menekankan enam prinsip utama dalam implementasi ini yaitu Penanaman rapat dalam baris untuk meningkatkan populasi tanaman.l, Efisiensi sumber daya, khususnya penggunaan air melalui sistem Alternate Wetting and Drying (AWD), Implementasi mekanisasi secara menyeluruh, Berbasis korporasi untuk penguatan kelembagaan petani, intensifikasi pertanian guna optimalisasi lahan dan Spesifik lokasi, menyesuaikan dengan kondisi agroekosistem setempat.

"Peningkatan populasi tanaman melalui pengaturan jarak tanam yang optimal berkorelasi positif dengan peningkatan produktivitas. Rasionalisasi pupuk juga mengikuti kebutuhan populasi tersebut," ujar Dr. Awaludin.

Inovasi Teknologi dan Mitigasi El Niño

Salah satu sorotan dalam kegiatan ini adalah penggunaan alat tanam Drum Seeder yang telah dimodifikasi. Alat ini menerapkan sistem tanam Jajar Legowo 4:1 hingga 6:1, yang dirancang untuk mempercepat waktu tanam, menghemat biaya tenaga kerja, dan memastikan pertumbuhan tanaman yang seragam.

Sementara itu, pihak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB menyatakan bahwa PM-AAS merupakan solusi cerdas di tengah ancaman fenomena El Niño. Dengan pengelolaan air yang lebih terukur dan efisien, petani tetap dapat mencapai hasil maksimal meskipun ketersediaan air terbatas.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah menyerahkan bantuan berupa unit alat tanam *drum seeder dan 8 ton benih padi berkualitas unggul kepada petani di Desa Perina dan Desa Bunkate. Bantuan ini diharapkan langsung memberikan dampak pada percepatan masa tanam yang sedang berjalan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini adalah bukti keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani. "Mekanisasi ini menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja di pedesaan sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui hasil panen yang lebih melimpah," ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran BBWS Nusa Tenggara I, perwakilan PT Pupuk Indonesia, penyuluh pertanian, unsur TNI-Polri (Babinsa & Babinkamtibmas), serta tokoh masyarakat setempat. Langkah masif ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Nusa Tenggara Barat untuk menjadi lumbung pangan modern yang kompetitif di masa depan.(AM)

]]>
Sat, 09 May 2026 11:47:25 +0800 amr
MUSDA 2026 Jadi Penentu Arah Baru, PD NWDI Sumbawa Siapkan Regenerasi Kepemimpinan https://amarmedia.co.id/musda-2026-jadi-penentu-arah-baru-pd-nwdi-sumbawa-siapkan-regenerasi-kepemimpinan https://amarmedia.co.id/musda-2026-jadi-penentu-arah-baru-pd-nwdi-sumbawa-siapkan-regenerasi-kepemimpinan MUSDA 2026 Jadi Penentu Arah Baru, PD NWDI Sumbawa Siapkan Regenerasi Kepemimpinan

Sumbawa, Amarmedia.co.id - 7 Mei 2026 — Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (PD NWDI) Kabupaten Sumbawa resmi menandai dimulainya babak baru perjalanan organisasi dengan menggelar rapat pembentukan panitia Musyawarah Daerah (MUSDA) Tahun 2026, Kamis (7/5). Agenda strategis ini bukan sekadar rutinitas kelembagaan, melainkan momentum penting untuk memastikan estafet perjuangan, regenerasi kepemimpinan, dan penguatan peran organisasi tetap berjalan kokoh di tengah dinamika zaman.

Rapat yang berlangsung dalam nuansa penuh semangat, persaudaraan, dan komitmen organisatoris tersebut menjadi pijakan awal bagi seluruh kader dalam menyongsong MUSDA yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026 di Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa. Forum ini dipandang sebagai penentu arah masa depan organisasi sekaligus ruang evaluasi menyeluruh terhadap perjalanan kepengurusan yang masa bhaktinya akan berakhir pada Mei 2026.

Keseriusan PD NWDI Kabupaten Sumbawa terlihat dari terbentuknya susunan panitia yang diisi figur-figur berkompeten dan dipercaya mampu menjalankan tugas besar ini secara profesional. Berdasarkan hasil musyawarah, Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I ditetapkan sebagai Ketua Panitia MUSDA 2026. Posisi Sekretaris dipercayakan kepada Alimin, QH., S.Ag., M.Si, Bendahara kepada Sukri, S.Pd.I., M.M.Inov, Wakil Sekretaris kepada Lalu Ahmad Zainuddin Wathoni, QH., S.E, dan Mawardi diamanahkan sebagai bidang Humas.

Komposisi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak suksesnya seluruh tahapan MUSDA, mulai dari persiapan teknis hingga pelaksanaan forum yang diharapkan melahirkan keputusan-keputusan besar demi kemajuan organisasi.

Ketua Umum PD NWDI Kabupaten Sumbawa, Jamaluddin Maladi, S.Sos., M.T., menegaskan bahwa pelaksanaan MUSDA merupakan amanah organisasi yang tidak bisa ditunda. Berakhirnya masa jabatan kepengurusan saat ini harus dijawab dengan langkah cepat, tertib, dan demokratis agar roda organisasi tetap berjalan tanpa kehilangan arah perjuangan.

Menurutnya, organisasi besar seperti NWDI harus berdiri di atas sistem yang sehat, mekanisme yang jelas, dan kepemimpinan yang lahir dari proses musyawarah yang bermartabat. MUSDA, kata dia, bukan hanya forum pergantian pengurus, tetapi momentum evaluasi, konsolidasi, dan peneguhan visi perjuangan.

“Masa jabatan kepengurusan PD NWDI Kabupaten Sumbawa akan berakhir pada bulan Mei ini. Karena itu, MUSDA harus segera dilaksanakan agar roda organisasi tetap berjalan baik dan estafet kepemimpinan berlangsung secara demokratis, tertib, serta penuh tanggung jawab,” tegas Jamaluddin.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa NWDI sebagai organisasi perjuangan harus terus memperkuat kiprahnya dalam bidang pendidikan, dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga pembinaan generasi muda. Tantangan zaman yang terus berkembang menuntut organisasi untuk tidak hanya menjaga warisan perjuangan, tetapi juga mampu beradaptasi secara progresif tanpa kehilangan nilai dasar.

Karena itu, kepemimpinan baru yang lahir dari MUSDA 2026 diharapkan mampu membawa PD NWDI Kabupaten Sumbawa semakin maju, solid, visioner, dan relevan dengan kebutuhan umat serta masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia MUSDA, Dr. Supriyadi, S.H.I., M.H.I., menyampaikan optimisme tinggi bahwa seluruh panitia siap bekerja maksimal demi menghadirkan pelaksanaan MUSDA yang sukses, lancar, tertib, dan penuh khidmat. Ia menilai MUSDA bukan hanya agenda struktural, tetapi ruang strategis memperkuat ukhuwah, konsolidasi kader, dan mempertegas arah perjuangan organisasi ke depan.

“Kami siap melaksanakan dan menyukseskan MUSDA PD NWDI Kabupaten Sumbawa Tahun 2026. Panitia akan bekerja maksimal, menjaga soliditas, serta memastikan seluruh persiapan berjalan optimal demi suksesnya forum besar ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus, kader, simpatisan, dan keluarga besar NWDI di Kabupaten Sumbawa untuk menjadikan MUSDA sebagai agenda bersama, bukan sekadar tanggung jawab panitia. Menurutnya, keberhasilan MUSDA akan menjadi cermin kedewasaan organisasi dalam menjaga persatuan, semangat pengabdian, dan kesinambungan perjuangan.

Pelaksanaan MUSDA di Kampus Hijau STKIP Paracendekia NW Sumbawa diproyeksikan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan segar, strategi baru, dan kepemimpinan amanah yang siap menjawab tantangan masa depan. Forum ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pergantian struktur, tetapi juga melahirkan energi baru untuk memperkuat eksistensi NWDI sebagai organisasi pendidikan, dakwah, dan sosial yang terus hadir untuk umat.

Dengan semangat persatuan, kekompakan, dan dedikasi, seluruh elemen PD NWDI Kabupaten Sumbawa kini menatap MUSDA 2026 dengan optimisme tinggi. Sebuah harapan besar tengah disematkan: menjadikan forum ini sebagai titik tolak kebangkitan organisasi menuju masa depan yang lebih kuat, profesional, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan agama. (AM)

]]>
Fri, 08 May 2026 08:28:53 +0800 amr
Pemprov NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi, Arahkan Pariwisata Berbasis Ekosistem https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tetapkan-teluk-saleh-sebagai-kawasan-konservasi-arahkan-pariwisata-berbasis-ekosistem https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tetapkan-teluk-saleh-sebagai-kawasan-konservasi-arahkan-pariwisata-berbasis-ekosistem Pemprov NTB Tetapkan Teluk Saleh sebagai Kawasan Konservasi, Arahkan Pariwisata Berbasis Ekosistem

Mataram, Amarmedia.co.id - 7 Mei 2026 — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah strategis dengan menetapkan Teluk Saleh sebagai kawasan konservasi, sekaligus mengunci arah pembangunan pariwisata agar bertumpu pada perlindungan ekosistem, bukan eksploitasi jangka pendek.

Kebijakan ini dituangkan dalam Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-196 Tahun 2026 tentang Pencadangan Kawasan Konservasi dan Perlindungan Hiu Paus di Perairan Teluk Saleh.

Penetapan tersebut menandai perubahan pendekatan pembangunan kawasan: konservasi ditempatkan sebagai fondasi utama, sementara aktivitas ekonomi dan pariwisata akan mengikuti batasan yang ditetapkan oleh daya dukung lingkungan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari arah kebijakan Pemerintah Provinsi NTB dalam memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan berbasis pada kekuatan ekosistem.

“Teluk Saleh tidak dibangun dari eksploitasi, tetapi dari perlindungan ekosistemnya. Di situlah letak daya saing dan keberlanjutan kawasan ini,” ujarnya.

Kawasan seluas 73.165,05 hektare tersebut dicadangkan sebagai kawasan konservasi berbasis spesies kategori taman, yang melindungi habitat hiu paus (Rhincodon typus), termasuk area makan, pembesaran, serta jalur pergerakan alaminya sepanjang tahun.

Kebijakan Gubernur ini menegaskan bahwa seluruh rencana pengembangan, termasuk studi kelayakan pariwisata, wajib mengacu pada prinsip konservasi yang telah ditetapkan.

“Studi kelayakan harus mengikuti arah kebijakan konservasi, bukan sebaliknya,” tegas Pria yang akrab disapa Aka ini.

Pendekatan ini sekaligus memastikan bahwa pembangunan kawasan tidak mengorbankan ekosistem, melainkan menjadikannya sebagai kekuatan utama dalam menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Pemprov NTB menilai, langkah ini akan memberikan kepastian arah bagi investasi, sekaligus menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dengan fondasi konservasi yang kuat, Teluk Saleh diarahkan menjadi destinasi pariwisata berbasis ekosistem yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang, pungkasnya.(AM/Diskominfotik)

]]>
Thu, 07 May 2026 22:15:27 +0800 amr
Kesempatan Emas! AMNT Gelar Rekrutmen Besar&Besaran dari Sumbawa hingga Jakarta https://amarmedia.co.id/kesempatan-emas-amnt-gelar-rekrutmen-besar-besaran-dari-sumbawa-hingga-jakarta https://amarmedia.co.id/kesempatan-emas-amnt-gelar-rekrutmen-besar-besaran-dari-sumbawa-hingga-jakarta Kesempatan Emas! AMNT Gelar Rekrutmen Besar-Besaran dari Sumbawa hingga Jakarta

Sumbawa Barat,Amarmedia.co.id - 7 Mei 2026 – Kabar gembira bagi para pencari kerja di industri pertambangan! PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), raksasa tambang tembaga dan emas di Indonesia, resmi membuka pintu lebar-lebar bagi talenta terbaik tanah air untuk bergabung dalam operasional mereka.

Melalui proses rekrutmen yang inklusif dan transparan, AMNT berupaya menjaring tenaga kerja kompetitif guna mendorong kinerja operasional yang berkelanjutan. Fokus utama kali ini adalah memperluas akses bagi angkatan kerja lokal di Nusa Tenggara Barat, tanpa menutup peluang bagi putra-putri terbaik di kota-kota besar lainnya.

Vice President Corporate Communications AMNT, Kartika Octaviana, Kamis 7 Mei 2026 dalam keterangannya menegaskan bahwa talenta adalah kunci utama kemajuan perusahaan.

Di AMNT, kami percaya bahwa talenta terbaik adalah kunci untuk mendorong kinerja operasional yang unggul dan berkelanjutan. Melalui proses rekrutmen ini, kami ingin membuka peluang yang lebih luas -khususnya bagi putra-putri daerah – untuk berkembang bersama kami, sekaligus berkontribusi pada kemajuan industri pertambangan nasional,” ujar Kartika. 

Alur Pendaftaran dan Seleksi

Proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara online melalui pengisian formulir dan pengiriman Curriculum Vitae (CV). Pastikan Anda mencatat tanggal penting berikut agar tidak ketinggalan:

  • Pembukaan Formulir (Wilayah NTB) di mulai 20 Mei 2026 (Mencakup KSB, Kab. Sumbawa, Mataram, dan sekitarnya).
  • Batas Akhir Formulir (Luar NTB): 31 Mei 2026 (Khusus kandidat dari Surabaya dan Jakarta).

Kandidat yang lolos seleksi administrasi awal akan diundang untuk mengikuti tahap seleksi lanjutan  yang terdiri dari wawancara dan tes praktik selama 4-5 hari. Menariknya, AMNT menambah titik lokasi seleksi di Taliwang dan Sumbawa Besar untuk memfasilitasi tingginya antusiasme pelamar lokal.

 Jadwal Seleksi Lanjutan

Berikut adalah jadwal resmi pelaksanaan tes di berbagai titik lokasi:

  1. Taliwang  (Kab. Sumbawa Barat) tanggal  5 - 8 Juni 2026
  2. Sumbawa Besar (Kab. Sumbawa) tanggal  12 - 15 Juni 2026
  3. Mataram tanggal 19 - 22 Juni 2026
  4. Surabaya  17 - 20 Juli 2026
  5. Jakarta 24 - 27 Juli 2026 

Proses rekrutmen ini Tidak Dipungut Biaya dalam bentuk apa pun. Masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang. 

Pastikan informasi yang Anda terima berasal dari kanal komunikasi resmi PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Siapkan CV terbaik Anda dan jadilah bagian dari masa depan industri pertambangan Indonesia! (AM)

]]>
Thu, 07 May 2026 16:29:22 +0800 amr
Ketua KONI Sumbawa Ucapkan Selamat atas Pelantikan H. Yudi Patria Negara sebagai Sekretaris Inspektorat: "Sinergi Birokrasi untuk Sumbawa Unggul" https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-ucapkan-selamat-atas-pelantikan-h-yudi-patria-negara-sebagai-sekretaris-inspektorat-sinergi-birokrasi-untuk-sumbawa-unggul https://amarmedia.co.id/ketua-koni-sumbawa-ucapkan-selamat-atas-pelantikan-h-yudi-patria-negara-sebagai-sekretaris-inspektorat-sinergi-birokrasi-untuk-sumbawa-unggul Ketua KONI Sumbawa Ucapkan Selamat atas Pelantikan H. Yudi Patria Negara sebagai Sekretaris Inspektorat: "Sinergi Birokrasi untuk Sumbawa Unggul"

Jogjakarta, Amarmedia.co.id 6 Mei 2026 – Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas pelantikan para Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Struktural di lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

Secara khusus, Abdul Rafiq memberikan ucapan selamat kepada H. Yudi Patria Negara, ST., MM., yang merupakan Sekretaris Umum KONI Sumbawa, atas amanah barunya sebagai Sekretaris Inspektorat Kabupaten Sumbawa.

Dalam pernyataannya, Abdul Rafiq menyampaikan bahwa terpilihnya H. Yudi Patria Negara dalam jajaran pejabat struktural merupakan bukti kepercayaan pimpinan terhadap kompetensi dan dedikasi yang selama ini ditunjukkan, baik dalam birokrasi maupun dalam memajukan dunia olahraga di Tana Samawa.

"Keluarga besar KONI Sumbawa merasa bangga. Pelantikan Saudara H. Yudi sebagai Sekretaris Inspektorat adalah langkah strategis yang tepat. Kami yakin, pengalaman beliau sebagai Sekretaris Umum KONI yang terbiasa dengan manajerial organisasi akan membawa dampak positif bagi penguatan fungsi pengawasan di Inspektorat," ujar Abdul Rafiq.

Optimalisasi Birokrasi Menuju Sumbawa Unggul

Senada dengan pesan Bupati Sumbawa, Ir.H. Syarafuddin Jarot, MP . Abdul Rafiq menekankan pentingnya semangat pelayanan dalam rangka optimalisasi peran pemerintah. Menurutnya, birokrasi yang kuat dan bersih adalah fondasi utama untuk membangun Sumbawa yang Unggul, Maju, dan Sejahtera.

"Penempatan the right man on the right place yang dilakukan Bupati hari ini adalah angin segar bagi percepatan pembangunan daerah. Kami di KONI siap bersinergi dengan birokrasi yang baru dilantik untuk memastikan program-program kemasyarakatan, termasuk pembinaan atlet, berjalan selaras dengan visi besar daerah," tambahnya.

Ketua KONI juga berharap agar H. Yudi Patria Negara dan seluruh pejabat yang dilantik dapat mengimplementasikan budaya pelayanan yang ditekankan Bupati, yakni penerapan pilar "Senyum, Salam, Maaf, dan Tolong".

"Etika pelayanan ini sangat penting. Kita ingin birokrasi kita tidak hanya cerdas secara administratif, tetapi juga sejuk dan humanis dalam melayani masyarakat. Selamat bekerja kepada seluruh pejabat yang dilantik, mari kita bawa Sumbawa terbang lebih tinggi dengan semangat pengabdian yang tulus," tutup Abdul Rafiq.

Untuk diketahui, prosesi pelantikan 70 Pejabat Struktural dan 6 Kepala Sekolah ini berlangsung khidmat di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa sebagai bagian dari langkah penyegaran organisasi dan akselerasi target pembangunan daerah. (AM)

]]>
Thu, 07 May 2026 08:17:04 +0800 amr
Tingkatkan Kualitas Narasi, Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta https://amarmedia.co.id/tingkatkan-kualitas-narasi-museum-bala-datu-ranga-studi-banding-ke-yogyakarta https://amarmedia.co.id/tingkatkan-kualitas-narasi-museum-bala-datu-ranga-studi-banding-ke-yogyakarta Tingkatkan Kualitas Narasi, Museum Bala Datu Ranga Studi Banding ke Yogyakarta

Yogyakarta. Amarmedia.co.id - Demi meningkatkan kualitas narasi dan storytelling, Museum Bala Datu Ranga (MBDR) melakukan studi banding ke lima museum terkemuka di Yogyakarta yaitu Museum Sonobudoyo, Museum Kraton Yogyakarta, Museum Ullen Sentalu, Museum Benteng Vredeburg, dan Diorama Arsip Jogja. Kegiatan studi banding ini berlangsung tanggal 4 – 8 Mei 2026 yang diikuti oleh tiga staf museum yaitu Kurator, Edukator, dan Preparator Museum untuk meningkatkan mutu narasi dan alur penceritaan, penyampaian informasi kepada publik, dan penyajian koleksi dengan tata pameran yang terkonsep. 

Kepada Wartawan, Kamis 7 Mei 2026, Direktur Museum Bala Datu Ranga Yuli Andari Merdekaninggias MA mengatakan bahwa MBDR memilih Yogyakarta sebagai lokasi studi banding museum karena di kota ini eksis museum-museum yang memiliki kualitas bagus dan sudah memenuhi standar museum tingkat nasional maupun internasional. Museum Sonobudoyo misalnya telah dibentuk pada tahun 1931 hasil dari Kongres Kebudayaan Java Instituut di Yogyakarta. Sehingga museum ini merupakan salah satu museum tertua yang ada di Indonesia karena telah eksis bahkan sebelum Indonesia merdeka. Museum kedua yang dikunjungi yaitu Museum Benteng Vredeburg merupakan museum yang menempati bekas bangunan benteng pertahanan Belanda yang dibangun tahun 1760.

Museum Kraton Yogyakarta merupakan museum tipe A yang khusus mengoleksi benda-benda milik Kesultanan Yogyakarta yang terdiri dari beberapa museum yaitu: Museum Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Museum Kereta, Museum Batik, dan Museum Lukisan. Yang berikutnya adalah Museum Ullen Sentalu yaitu museum swasta yang didirikan oleh Keluarga Haryono yang dibangun pada akhir tahun 1980-an yang fokus sebagai pusat studi sejarah, seni, dan budaya Jawa. Lokasi terkakhir yaitu Diorama Arsip Jogja yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DPAP DIY).

“Lima institusi yang menjadi lokasi belajar MBDR semuanya memiliki kekuatan dan keunggulan masing-masing. Kami belajar pengelolaan museum dari berbagai aspek mulai dari pengelolaan koleksi, penyajian narasi dan alur penceritaan (kuratorial), perancangan tur museum yang edukatif, dan penggunaan teknologi digitalisasi untuk menyajikan narasi museum. Sehingga harapannya, MBDR bisa belajar banyak untuk menghadirkan sebuah museum berkualitas di Kabupaten Sumbawa,” tegas Yuli Andari Merdikaningtyas, M.A, Direktur yang merangkap sebagai Kurator Museum Bala Datu Ranga.

Studi banding pengelolaan museum ini merupakan program MBDR yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Indonesiana skema Dukungan Institusional Bagi Keberlanjutan Organisasi Kebudayaan. "Hasil studi banding ini nanti akan dipresentasikan dalam peringatan International Museum Day 2026 (Hari Museum Internasional) yang mengangkat tema “Museum Uniting a Divided World” pada tanggal 18 Mei mendatang di Museum Bala Datu Ranga" pungkasnya. (AM)

]]>
Thu, 07 May 2026 06:55:43 +0800 amr
Pemprov NTB Tawarkan Investasi Sektor Unggulan kepada Investor Bulgaria https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tawarkan-investasi-sektor-unggulan-kepada-investor-bulgaria https://amarmedia.co.id/pemprov-ntb-tawarkan-investasi-sektor-unggulan-kepada-investor-bulgaria Pemprov NTB Tawarkan Investasi Sektor Unggulan kepada Investor Bulgaria

Mataram.Amarmedia.co.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memaparkan berbagai potensi investasi unggulan daerah kepada investor Bulgaria dalam pertemuan penjajakan kerja sama investasi di kantor DPMPTSP di Mataram, Rabu (06/05/2026). 

"NTB merupakan daerah yang sangat strategis untuk investasi, didukung oleh infrastruktur yang memadai seperti bandara dan pelabuhan yang saling terhubung di seluruh wilayah", tegas Kadis H. Irnadi Kusuma, S.STP., M.E.,. 

Dalam paparannya, Irnadi menawarkan sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki prospek besar, di antaranya sektor peternakan, perikanan, pariwisata, serta energi terbarukan.

Pada sektor peternakan, NTB dikenal memiliki potensi peternakan sapi yang cukup besar dengan kualitas daging yang unggul. Hal ini menjadikan NTB sebagai salah satu daerah penghasil sapi yang kompetitif di tingkat nasional.

Sementara itu, pada sektor perikanan, budidaya udang vaname dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan dengan kontribusi ekspor mencapai 3,91 persen. Selain itu, komoditas unggulan lainnya meliputi ikan tuna, ikan cakalang, rumput laut, serta produk garam yang terus berkembang.

Di sektor pariwisata, NTB mencatat kontribusi signifikan dengan nilai mencapai Rp5,96 triliun pada tahun 2025. Beragam destinasi unggulan menjadi daya tarik utama, seperti kawasan Kuta Mandalika yang dilengkapi dengan sirkuit internasional, Gili Tramena, wisata hiu paus, hingga Gunung Rinjani yang terkenal secara global.

Selain itu, sektor energi terbarukan juga menjadi prioritas pengembangan seiring dengan menipisnya cadangan bahan bakar fosil. Pengembangan energi baru terbarukan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, investor asal Bulgaria, Daniel Dobrev menyampaikan ketertarikannya terhadap potensi yang ditawarkan. Ia menilai NTB memiliki peluang besar, khususnya pada sektor perikanan, terutama komoditas tuna.

“Saya tertarik pada pengembangan produk tuna secara menyeluruh, tidak hanya daging, tetapi juga berbagai produk olahan lainnya,” ujarnya.

Daniel juga mengungkapkan rencananya untuk mengajak rekan-rekannya berinvestasi di industri pengolahan tuna di NTB. Dalam kunjungannya, ia dijadwalkan meninjau langsung lokasi peternakan sapi serta mengunjungi perusahaan perikanan untuk melihat potensi pengolahan tuna.

Selain itu, ia juga tertarik dengan sektor pariwisata NTB yang dikenal ramah bagi wisatawan muslim, sehingga memiliki daya tarik tersendiri di pasar global.

Menutup pertemuan tersebut, pihak DPMPTSP NTB menegaskan komitmennya untuk terus memaksimalkan promosi potensi daerah kepada investor dari berbagai negara. Hal ini sejalan dengan arahan Gubernur NTB agar proses penjajakan investasi dapat dimatangkan terlebih dahulu di tingkat perangkat daerah sebelum ditindaklanjuti ke tahap yang lebih tinggi.

Diharapkan, hasil pertemuan ini dapat menjadi langkah awal dalam membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Pertemuan ini juga mengawali rencana kunjungan Dubes Bulgaria pada Juni mendatang dengan mengunjungi beberapa lokasi investasi seperti Labuhan Haji, Lombok Timur. (jmy/dpmptsp/kominfotikntb)

]]>
Wed, 06 May 2026 22:36:47 +0800 amr
Nobar “Menolak Punah”, GMNI NTB Soroti Krisis Lingkungan dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah https://amarmedia.co.id/nobar-menolak-punah-gmni-ntb-soroti-krisis-lingkungan-dan-tuntut-tanggung-jawab-pemerintah https://amarmedia.co.id/nobar-menolak-punah-gmni-ntb-soroti-krisis-lingkungan-dan-tuntut-tanggung-jawab-pemerintah Nobar “Menolak Punah”, GMNI NTB Soroti Krisis Lingkungan dan Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah

Mataram.Amarmedia.co.id – Di tengah krisis lingkungan yang kian mengkhawatirkan, DPD GMNI NTB bersama BEMNUS Bali-Nusra menggelar nonton bareng dan diskusi film dokumenter “Menolak Punah” karya Dandy Laksono dan Aji Yahuti di Nonasuka Kopitiam, Senin (4/5/2026).

Kegiatan ini tidak berhenti pada kritik terhadap dampak destruktif industri fashion, seperti limbah plastik dan mikroplastik, melainkan juga menegaskan bahwa solusi nyata untuk membangun peradaban yang lebih berkelanjutan sudah ada dan bisa dikembangkan dari kearifan lokal.

Dalam diskusi yang menghadirkan Adi Ardiansyah dan ARI Sahde Gare serta dipandu oleh Haerul Azmi, peserta diajak melihat bahwa industri fashion tidak harus selalu identik dengan eksploitasi dan pencemaran.

Indonesia, termasuk NTB, memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi alternatif, mulai dari pewarna alami berbasis tumbuhan, teknik produksi tradisional, hingga praktik fashion berkelanjutan yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan bahan pewarna alami dari daun, akar, kulit kayu, dan tanaman lokal terbukti tidak mencemari lingkungan serta lebih aman bagi kesehatan manusia.

Ketua DPD GMNI NTB, Sulhamran, menegaskan bahwa arah pembangunan ke depan harus berpihak pada model produksi yang berkelanjutan, bukan justru memperkuat industri yang merusak lingkungan.

“Kita tidak kekurangan solusi. Kita punya pengetahuan, sumber daya, dan tradisi yang sudah sejak lama hidup selaras dengan alam. Persoalannya adalah keberpihakan: apakah negara mau mendukung jalan yang berkelanjutan atau terus membiarkan dominasi industri berbasis bahan kimia yang merusak” tegasnya.

DPD GMNI NTB mendorong pemerintah untuk memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan pewarna alami dan industri fashion berkelanjutan, melibatkan komunitas lokal dan pelaku usaha kecil dalam rantai pasok berkelanjutan, dan menjadikan perlindungan ekosistem sebagai prioritas kebijakan, bukan sekadar wacana.

“Jika kita serius ingin menyelamatkan lingkungan, maka negara harus hadir mendukung solusi yang sudah ada di tengah masyarakat, bukan justru memperkuat sistem yang merusak. Ini bukan hanya soal industri, tapi soal arah peradaban” tambah Bung Hamran.

Melalui kegiatan ini, DPD GMNI NTB berharap kesadaran publik tidak hanya berhenti pada rasa prihatin, tetapi bertransformasi menjadi gerakan kolektif dan mendorong perubahan pola konsumsi sekaligus menuntut tanggung jawab negara dalam menjaga lingkungan dan masa depan generasi mendatang. (AM)

]]>
Wed, 06 May 2026 20:10:49 +0800 amr
Kepala Desa Sabeok Tunaikan Zakat Maal Melalui Baznas sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-sabeok-tunaikan-zakat-maal-melalui-baznas-sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-sabeok-tunaikan-zakat-maal-melalui-baznas-sumbawa Kepala Desa Sabeok Tunaikan Zakat Maal Melalui Baznas sumbawa

Sumbawa,Amarmedia.co.id 6 Mei 2026 — Komitmen dalam menjalankan kewajiban syariat Islam kembali ditunjukkan oleh Kepala Desa Sabeok, Kecamatan Orong Telu, Agus Mutahir, S.Pd., M.Si., yang menunaikan zakat maal melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di kediaman beliau di Desa Sabeok.

Penyerahan zakat maal ini diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, yang hadir bersama jajaran pimpinan BAZNAS lainnya. Momentum ini tidak hanya menjadi bentuk ketaatan individu, tetapi juga diharapkan menjadi teladan bagi masyarakat luas, khususnya para aparatur desa dan kalangan muzakki di wilayah Kecamatan Orong Telu.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesadaran dan keteladanan yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Sabeok. Ia menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat, sekaligus sebagai sarana distribusi kekayaan yang berkeadilan.

“Penunaian zakat maal ini bukan hanya sekadar kewajiban individu, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS, sehingga pengelolaannya lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Syukri Rahmat.

Sementara itu, Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zakat merupakan kewajiban yang tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menunaikan zakat sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

“Sebagai seorang muslim, menunaikan zakat adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi sarana untuk membersihkan harta serta membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Saya berharap masyarakat Desa Sabeok semakin sadar akan pentingnya zakat dan mempercayakan penyalurannya melalui BAZNAS,” ungkapnya.

Pelaksanaan penunaian zakat ini juga menjadi bagian dari standar pelayanan kepada para muzakki yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Setelah proses penyerahan zakat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz M. Lutfi Makki, M.Si. Doa tersebut dipanjatkan sebagai bentuk rasa syukur serta harapan agar zakat yang ditunaikan membawa keberkahan bagi muzakki maupun mustahik yang menerimanya.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi ruh dalam pelaksanaan zakat.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Sumbawa Bidang Pengumpulan, Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si., turut memberikan komentar terkait pentingnya optimalisasi penghimpunan zakat di daerah. Ia menyampaikan bahwa peran tokoh masyarakat dan pemimpin daerah sangat strategis dalam meningkatkan kesadaran zakat.

“Keteladanan dari para pemimpin, seperti yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Sabeok hari ini, memiliki dampak yang sangat besar dalam mendorong masyarakat untuk menunaikan zakat. Kami di BAZNAS terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada para muzakki, baik dari sisi kemudahan, transparansi, maupun akuntabilitas, sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Sumbawa masih sangat besar dan perlu digali secara maksimal. Dengan pengelolaan yang profesional, zakat diyakini mampu menjadi solusi konkret dalam mengatasi berbagai persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah desa serta berbagai elemen masyarakat. Melalui kolaborasi yang baik, diharapkan pengumpulan dan pendistribusian zakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas.

Penunaian zakat maal oleh Kepala Desa Sabeok ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran berzakat tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga dapat menjadi gerakan bersama dalam membangun kesejahteraan umat. Diharapkan, langkah ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat lainnya untuk turut serta dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi yang terpercaya.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, zakat diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadilan sosial. (AM(

]]>
Wed, 06 May 2026 12:42:14 +0800 amr
Lantik Pejabat Baru, Bupati Syarafuddin Jarot Tekankan Budaya Pelayanan "4 Kata Ajaib" dan Integritas https://amarmedia.co.id/lantik-pejabat-baru-bupati-syarafuddin-jarot-tekankan-budaya-pelayanan-4-kata-ajaib-dan-integritas https://amarmedia.co.id/lantik-pejabat-baru-bupati-syarafuddin-jarot-tekankan-budaya-pelayanan-4-kata-ajaib-dan-integritas Lantik Pejabat Baru, Bupati Syarafuddin Jarot Tekankan Budaya Pelayanan "4 Kata Ajaib" dan Integritas

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Bupati Sumbawa, Ir. Syarafuddin Jarot, MP., secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan sejumlah pejabat struktural serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Rabu 6 Mei 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sumbawa, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta jajaran kepala perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari perjalanan panjang birokrasi untuk terus berbenah demi memperkuat pelayanan publik. Dirinya mengakui bahwa proses pengisian jabatan, khususnya untuk empat OPD yang kosong, telah melalui mekanisme aturan yang cukup panjang dan sempat mengalami kendala administrasi perizinan.

"Proses ini sudah cukup lama kita rencanakan, bahkan sejak sebelum puasa. Namun karena dinamika perizinan yang panjang, baru bisa kita laksanakan hari ini. Ini adalah mutasi keempat dalam masa kepemimpinan kami (Jarot-Ansori) selama satu tahun dua bulan terakhir," ujar Bupati.

Bupati Jarot menegaskan bahwa penataan organisasi ini bukan semata-mata untuk mengganti personel, melainkan untuk memastikan mesin birokrasi berjalan optimal dengan menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place).

"Saudara-saudara yang dilantik hari ini adalah orang-orang pilihan. Tantangan ke depan tidak ringan; kita menghadapi perubahan global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Pejabat tidak boleh lagi hanya terjebak dalam rutinitas," tegasnya.

Salah satu poin menarik dalam arahan Bupati adalah penekanan pada etika pelayanan publik. Ia meminta seluruh ASN dan pejabat di Kabupaten Sumbawa untuk menerapkan budaya ramah dengan empat pilar utama senyum salam maaf dan tolong.

"Mari menghadapi masyarakat dengan wajah yang sejuk, mengawali interaksi dengan sapaan yang sopan, selalu merendah dan meminta maaf dalam setiap instruksi atau pelayanan serta menggunakan kata tolong saat meminta bantuan atau kerja sama.

"Jangan sampai masyarakat yang datang ke Puskesmas atau kantor pelayanan makin sakit hatinya karena bentakan. Gunakan kata maaf dan tolong. Ini harus dibiasakan, tidak hanya di kantor tapi juga di lingkungan keluarga," pesan Bupati Jarot.

Mendorong percepatan pembangunan, Bupati menggunakan analogi "Kuda Penarik Kereta (Benhur)". Beliau mengingatkan bahwa kecepatan sebuah organisasi sangat bergantung pada elemen yang paling lambat.

"Kecepatan kereta yang ditarik beberapa kuda akan mengikuti kuda yang paling lambat. Saya minta para pejabat yang baru dilantik: jadilah kuda yang berlari kencang. Jangan menjadi kuda yang membuat lari kita jalan di tempat. Kita harus bergerak cepat, bukan sekadar maraton, apalagi jalan santai," imbuhnya.

Menutup arahannya, Bupati kembali mengingatkan pesan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi negara dan pemberantasan korupsi. Ia memperingatkan bahwa korupsi biasanya dilakukan secara berjamaah dan dampaknya akan membekas selamanya.

"Korupsi itu pasti ketahuan, kalau tidak saat menjabat, ya saat pensiun, atau jika tidak di dunia, maka di akhirat. Mari kita hindari itu dan fokus memberikan pelayanan terbaik," pungkasnya.

Acara ditutup dengan pembacaan pantun oleh Bupati sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat bagi para pejabat yang baru mengemban amanah:

Pagi hari minum jamu,

singgah sebentar di tepi taman.

Hari ini tugas baru, amanah datang penuh harapan 

Burung Nuri diseberang

Hinggap sebentar di pohon jati,

mutasi bukan sekedar pindah ruang. 

Tapi langkah baru mengabdi, dengan sepenuh hati.

Selanjutnya Bupati Sumbawa bersama Wakil Bupati Sumbawa dan Pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan ucapan selamat kepada pejabat yang dilantik

Berdasarkan Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 520 dan 521 Tahun 2026, berikut adalah beberapa nama pejabat yang menduduki posisi baru:

  1. Kaharuddin, SE., M.Ec.Dev. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) 
  2. Drs. Iwan Sofian, Kepala Dinas Sosial
  3. Ulumuddin, SE Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD)
  4. Khaeruddin, SE., M.Si Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
  5. I Made Patrya, AP Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
  6. Ardiyansyah, S.AP  Camat Sumbawa
  7. Evi Supiati, S.STP., M.Si. Sekretaris Dinas Koperasi, UKM, Perindag
  8. Arif Alamsyah, S.STP., M.Si. Kabag Kesejahteraan Rakyat pada Sekretariat Daerah
  9. Alfiansyah, S.STP Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  10. Silviana, SE Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD)
  11. Yudi Patria Negara, ST, MM Sekretaris Inspektorat
  12. Iyang Syahruddin, S.T Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP
  13. Zubhan, ST Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
  14. Zainuddin, S.Sos, M.M.Inov Camat Alas Barat
  15. Irfansyah, S.T., M.T.Kabag Administrasi Pembangunan pada Sekretariat Daerah
  16. Muhammad Alif, S.AP Camat Labangka
  17. Hermansyah, SE  Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Bakesbangpol)
  18. Hadijah, S.AP  Kabid Perbendaharaan Daerah (BKAD) 
  19. Yayat Cahyadi, SE  Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk (Disdukcapil)
  20. Muhammad Jufri, S.Sos., M.Si. Sekretaris Kecamatan Moyo Utara
  21. Ita Kussaini, S.Farm, S.E., M.H. Kabag Tata Usaha RSUD Kabupaten Sumbawa 
  22.  Arpandinata, S.AP  Kabid Prasarana pada Dinas Perhubungan
  23. Mulyadi Hartono, S.AP, M.Si  Sekretaris Kecamatan Utan
  24. Hermansyah, S.Pd, M.M.Inov Sekretaris Kecamatan Lenangguar
  25. Muhammad, SH Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BPBD)
  26. Linda Widianti, SE Sekretaris Kecamatan Orong Telu
  27. Didin Rohmanuddin, S.STP, M.A  sekretaris Kecamatan Lape (AM)

]]>
Wed, 06 May 2026 11:28:33 +0800 amr
Isu Besar, Bukti Nol : Siapa yang Sebenarnya Sedang Bermain..? https://amarmedia.co.id/isu-besar-bukti-nol-siapa-yang-sebenarnya-sedang-bermain https://amarmedia.co.id/isu-besar-bukti-nol-siapa-yang-sebenarnya-sedang-bermain Isu Besar, Bukti Nol : Siapa yang Sebenarnya Sedang Bermain..?

Oleh Hamzanwadi SPd M.M.Inov

Tuduhan soal aliran dana puluhan miliar ke NTB Care yang diarahkan ke rekening pribadi bukan hanya lemah, ia nyaris tanpa fondasi. Dan di titik ini, klarifikasi dari bang Zulkieflimansyah mantan Gubernur NTB sebelumnya justru membongkar satu hal penting yaitu isu ini lebih banyak dibangun oleh kebisingan, bukan data.

Mari kita luruskan. Dalam sistem keuangan daerah, aliran dana miliaran rupiah tidak mungkin “mengalir diam-diam” tanpa jejak. Ada mekanisme APBD, ada pengawasan berlapis, ada audit. Jadi kalau benar ada Rp31 miliar yang “mengalir”, pertanyaannya sederhana di mana dokumennya? di pos anggaran mana? lewat mekanisme apa?

Sampai hari ini, yang beredar hanya narasi. Tidak ada bukti transaksi, tidak ada laporan audit, tidak ada temuan resmi. Yang ada hanyalah pengulangan isu, seolah-olah jika diulang terus, ia akan berubah menjadi kebenaran.

Lebih jauh, upaya menggiring NTB Care sebagai “mesin anggaran” juga keliru sejak awal. Program ini bekerja sebagai penghubung sosial, bukan pengelola dana besar. Menyulapnya menjadi pusat aliran miliaran rupiah adalah bentuk manipulasi logika yang terlalu dipaksakan.

Ironisnya, ketika ditantang untuk menempuh jalur resmi—audit—pihak-pihak yang paling lantang justru tidak menunjukkan langkah konkret. Ini memperlihatkan satu hal: isu ini lebih nyaman dimainkan di ruang opini daripada diuji di ruang pembuktian.

Pernyataan Bang Zulkieflimansyah untuk membuka diri terhadap audit seharusnya menjadi titik akhir spekulasi. Tapi bagi mereka yang memang sejak awal membangun narasi, kebenaran justru bukan tujuan, yang penting adalah gaduhnya.

Publik tidak boleh terus-menerus disuguhi drama tanpa data. Jika memang ada pelanggaran, buktikan secara resmi. Jika tidak, hentikan produksi tuduhan yang hanya merusak akal sehat.

Karena pada akhirnya, tuduhan tanpa bukti bukanlah kritik tapi itu propaganda. 

]]>
Tue, 05 May 2026 20:04:40 +0800 amr
Kabar Gembira! Program Padat Karya 2026 Disnakertrans Sumbawa Resmi Dibuka, Peluang Kerja bagi Masyarakat https://amarmedia.co.id/kabar-gembira-program-padat-karya-2026-disnakertrans-sumbawaresmi-dibuka-peluang-kerja-bagi-masyarakat https://amarmedia.co.id/kabar-gembira-program-padat-karya-2026-disnakertrans-sumbawaresmi-dibuka-peluang-kerja-bagi-masyarakat Kabar Gembira! Program Padat Karya 2026 Disnakertrans Sumbawa Resmi Dibuka, Peluang Kerja bagi Masyarakat

Sumbawa, Amarmedia.co.id– Pemerintah pusat melalui Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja, Ditjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan resmi membuka pendaftaran penerima Bantuan Pemerintah Program Pembinaan Ketenagakerjaan Bidang Padat Karya Tahun 2026. 

Pengumuman bernomor B-3.4/3192/PK.03.00/IV/2026 tersebut dirilis 30 April 2026 dan menjadi angin segar bagi masyarakat yang membutuhkan lapangan kerja serta peningkatan infrastruktur berbasis partisipasi warga.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, H. Varian Bintoro, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendukung penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, sekaligus pembangunan lingkungan secara partisipatif. “Yang paling penting diketahui masyarakat, program ini gratis tanpa dipungut biaya apapun. Tidak ada pungutan liar, tidak ada calo. Seluruh proses pendaftaran dan seleksi tidak dikenakan biaya sepeser pun,” tegas H. Varian kepada media ini, Senin (04/05/2026).

Pendaftaran dibuka mulai 30 April hingga 16 Mei 2026 melalui laman resmi https://bizhub.kemnaker.go.id. Masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Sumbawa, dipersilakan mendaftar secara daring. H. Varian mengimbau agar calon peserta memanfaatkan fasilitas umum seperti warnet atau bantuan perangkat desa jika terkendala akses internet. “Jangan sampai ada warga yang tidak tahu karena keterbatasan informasi. Kami di daerah akan membantu sosialisasi,” ujarnya.

Apa saja kegiatan yang akan didanai? 

Program Padat Karya 2026 berfokus pada proyek-proyek yang langsung dirasakan warga, antara lain: pembangunan jalan rabat beton, jalan menggunakan paving blok, pengerasan jalan, tanggul penahan tanah, saluran air di sekitar pemukiman warga, serta irigasi tersier untuk persawahan. Dengan metode padat karya, proyek-proyek ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur tetapi juga menyerap banyak tenaga kerja lokal.

Menurut H. Varian, keunggulan program ini adalah sistem partisipatif yang melibatkan masyarakat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. “Warga bukan sekadar buruh proyek, tetapi menjadi subjek pembangunan. Ini sekaligus melatih kemandirian dan gotong royong,” tambahnya.

Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Bagi warga Sumbawa yang berminat, Disnakertrans setempat telah menyiapkan posko bantuan pendaftaran di kantor dinas. H. Varian juga mengingatkan agar calon pendaftar menyiapkan dokumen identitas diri (KTP/KK), surat keterangan domisili, serta mengikuti petunjuk di laman bizhub.

“Jangan ragu, ini kesempatan emas. Selain mendapatkan penghasilan, Anda juga ikut membangun kampung sendiri. Tapi ingat, waspadai oknum yang mengiming-imingi kelulusan dengan imbalan uang. Laporkan segera jika ada kejanggalan,” pungkas H. Varian.

Masyarakat diimbau segera mendaftar karena kuota terbatas. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman bizhub.kemnaker.go.id atau menghubungi Disnakertrans Kabupaten Sumbawa. Program Padat Karya 2026 diharapkan menjadi langkah nyata pemulihan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan dari desa.(AM)

]]>
Tue, 05 May 2026 16:39:39 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Cerdas Hadirkan Harapan: 112 Siswa Dan Tenaga Pendidik Di Orong Telu Terima Manfaat https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-cerdas-hadirkan-harapan-112-siswa-dan-tenaga-pendidik-di-orong-telu-terima-manfaat https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-cerdas-hadirkan-harapan-112-siswa-dan-tenaga-pendidik-di-orong-telu-terima-manfaat

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Komitmen dalam mendukung dunia pendidikan terus ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa melalui program unggulan Sumbawa Cerdas. Pada Selasa, 5 Mei 2026, program ini menyambangi Kecamatan Orong Telu dengan menghadirkan bantuan bagi siswa/siswi serta tenaga pendidik yang membutuhkan. Kegiatan penyaluran yang berlangsung di Masjid Jami Nurul Iman Desa Sabeok ini menjadi momen penuh harapan bagi 112 penerima manfaat yang terdiri dari siswa SD dan SMP, Guru Tidak Tetap (GTT) di tingkat SD dan SMP se-Kecamatan Orong Telu, serta guru PAUD dari berbagai desa di wilayah tersebut.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.Minov, yang hadir bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, SH., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd.Sd, serta Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si. Kehadiran lengkap pimpinan ini menegaskan keseriusan BAZNAS dalam memastikan bahwa program pendidikan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Orong Telu, M. Taufik, S.Pd., M.M.Inov, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Kehadiran para guru, siswa, serta tokoh masyarakat semakin menambah semarak dan makna dari kegiatan yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa program Sumbawa Cerdas merupakan salah satu prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita tetap memiliki semangat untuk belajar meskipun dalam keterbatasan. Begitu juga dengan para guru, khususnya GTT dan guru PAUD, yang selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang perlu kita dukung bersama,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa zakat yang dikelola oleh BAZNAS tidak hanya difokuskan pada bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan agar memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus berprestasi, serta menjadi bentuk apresiasi bagi para guru yang telah berjuang mencerdaskan generasi bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Orong Telu, M. Taufik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian yang diberikan kepada dunia pendidikan di wilayahnya. Ia menilai bahwa program ini sangat tepat sasaran dan memberikan dampak positif yang nyata.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS yang telah memberikan perhatian kepada siswa dan tenaga pendidik di Kecamatan Orong Telu. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi GTT dan guru PAUD yang selama ini mengabdi dengan segala keterbatasan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa dukungan seperti ini sangat penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa serta semangat mengajar para guru.

“Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga kualitas pendidikan di daerah kita semakin meningkat dan anak-anak kita dapat meraih cita-cita mereka,” lanjutnya.

Penyaluran bantuan kepada 112 penerima manfaat berlangsung dengan tertib dan penuh haru. Para siswa tampak antusias menerima bantuan yang diharapkan dapat menunjang kebutuhan belajar mereka. Sementara itu, para GTT dan guru PAUD juga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan, yang dinilai sangat membantu dalam mendukung tugas mereka sebagai pendidik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS, dunia pendidikan, dan masyarakat. Interaksi yang terjalin antara para pimpinan BAZNAS, tenaga pendidik, serta siswa menciptakan suasana yang hangat dan penuh inspirasi.

Masjid Jami Nurul Iman Desa Sabeok pada hari itu menjadi saksi bagaimana kepedulian dan semangat berbagi mampu menghadirkan senyum dan harapan bagi banyak orang. Program Sumbawa Cerdas tidak sekadar memberikan bantuan materi, tetapi juga menanamkan nilai optimisme dan semangat untuk terus maju.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkontribusi dalam mendukung pendidikan, serta semakin banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik. BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan bahwa melalui pengelolaan zakat yang baik, perubahan positif di tengah masyarakat bukanlah hal yang mustahil, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama.(AM)

]]>
Tue, 05 May 2026 15:09:15 +0800 amr
BAZNAS Sumbawa Hadir di Pelosok: Program 100 mustahik Per Desa Sentuh Warga Sabeok Dengan Penuh Kepedulian https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-hadir-di-pelosok-program-100-mustahik-per-desa-sentuh-warga-sabeok-dengan-penuh-kepedulian https://amarmedia.co.id/baznas-sumbawa-hadir-di-pelosok-program-100-mustahik-per-desa-sentuh-warga-sabeok-dengan-penuh-kepedulian BAZNAS Sumbawa Hadir di Pelosok: Program 100 mustahik Per Desa Sentuh Warga Sabeok Dengan Penuh Kepedulian

Sumbawa.Amarmedia.co.id - Program 100 Mustahik per Desa yang digagas oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat zakat secara langsung kepada masyarakat hingga ke pelosok desa. Kali ini, Desa Sabeok di Kecamatan Orong Telu menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan penyaluran yang berlangsung pada Selasa, 5 Mei 2026, bertempat di Masjid Jami Nurul Iman Desa Sabeok. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh khidmat, diwarnai suasana haru dan kebersamaan antara para penerima manfaat dan rombongan BAZNAS.

Penyaluran bantuan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, yang hadir bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, SH., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Ma.Pd.Sd, serta Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si. Kehadiran pimpinan secara langsung menjadi bukti keseriusan BAZNAS dalam memastikan penyaluran zakat berjalan tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, S.Pd., M.Si, yang menyambut hangat kedatangan rombongan BAZNAS, serta Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Orong Telu, M. Taufik, S.Pd., M.M.Inov, bersama tokoh masyarakat, imam masjid, marbot, dan warga penerima manfaat yang memenuhi area masjid dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menegaskan bahwa program 100 Mustahik per Desa merupakan bentuk nyata dari komitmen BAZNAS dalam mendistribusikan zakat, infak, dan sedekah secara merata hingga ke desa-desa. Ia menyampaikan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kesejahteraan umat dan mengurangi kesenjangan sosial.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang membutuhkan benar-benar merasakan manfaat dari zakat. Kehadiran kami di Desa Sabeok adalah bagian dari ikhtiar untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya para imam, marbot, lansia, serta fakir dan miskin,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran masyarakat dalam menunaikan zakat sangat menentukan keberlanjutan program-program sosial seperti ini. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para penerima untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh harapan. Semoga keberkahan senantiasa menyertai kita semua,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas perhatian yang diberikan kepada masyarakatnya. Ia menyebutkan bahwa program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya bagi mereka yang berada dalam kondisi ekonomi terbatas.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Sabeok, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami, terutama bagi para lansia, imam, marbot, serta masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Ia juga berharap agar program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di masa yang akan datang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan lembaga seperti BAZNAS sangat penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami siap mendukung penuh setiap program yang bertujuan untuk membantu masyarakat. Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan baik,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan disalurkan kepada berbagai kelompok penerima manfaat, di antaranya imam masjid, marbot, para lansia, serta fakir dan miskin (duafa). Penyaluran dilakukan secara tertib dengan tetap menjaga suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para penerima tampak antusias dan bersyukur atas bantuan yang diterima, yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kehadiran Koordinator Wilayah Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Orong Telu, M. Taufik, juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini, sebagai bentuk dukungan terhadap program sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia mengapresiasi langkah BAZNAS yang konsisten dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat hingga ke tingkat desa.

Suasana Masjid Jami Nurul Iman pada hari itu dipenuhi dengan nuansa kebersamaan dan kepedulian. Interaksi hangat antara jajaran BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong masih terjaga dengan baik.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara lembaga, pemerintah, dan masyarakat. Program 100 Mustahik per Desa di Desa Sabeok menjadi bukti bahwa kehadiran zakat yang dikelola dengan baik mampu memberikan dampak positif yang luas.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari zakat, serta semakin tumbuh kesadaran untuk saling peduli dan berbagi. BAZNAS Kabupaten Sumbawa kembali menunjukkan perannya sebagai garda terdepan dalam menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan, hingga ke pelosok desa.(AM/Adi)

]]>
Tue, 05 May 2026 15:03:50 +0800 amr
Sebuah Harapan Di Balik Kursi Roda: Baznas Sumbawa Hadirkan Senyum Untuk M. Saleh dan Zakaria di Sabeok https://amarmedia.co.id/sebuah-harapan-di-balik-kursi-roda-baznas-sumbawa-hadirkan-senyum-untuk-m-saleh-dan-zakaria-di-sabeok https://amarmedia.co.id/sebuah-harapan-di-balik-kursi-roda-baznas-sumbawa-hadirkan-senyum-untuk-m-saleh-dan-zakaria-di-sabeok

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id — Kepedulian yang tulus kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa melalui program “Sumbawa Sehat” dengan menyerahkan bantuan kursi roda kepada dua warga Desa Sabeok, Kecamatan Orong Telu, yakni M. Saleh (18), penyandang disabilitas, dan Zakaria (69), yang mengalami stroke. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 5 Mei 2026, dengan mendatangi langsung rumah masing-masing penerima manfaat, sehingga menghadirkan suasana yang penuh kehangatan dan haru.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, bersama tim BAZNAS, dan turut didampingi oleh Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, S.Pd., M.Si. Kehadiran rombongan tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga membawa perhatian dan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat.

Penyerahan pertama dilakukan di kediaman M. Saleh, seorang pemuda yang hidup dengan keterbatasan fisik dan selama ini bergantung pada bantuan keluarga untuk beraktivitas. Kondisi tersebut membuat ruang geraknya sangat terbatas. Dengan adanya bantuan kursi roda, diharapkan Saleh dapat memiliki mobilitas yang lebih baik dan menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih mandiri.

Suasana haru terlihat jelas saat bantuan diserahkan. Keluarga Saleh menyambut dengan penuh rasa syukur, bahkan tak kuasa menahan air mata. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya sekadar alat bantu, tetapi juga harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke rumah Zakaria, seorang lansia yang mengalami stroke dan mengalami keterbatasan dalam bergerak. Dalam kesehariannya, Zakaria hanya bisa terbaring dan membutuhkan bantuan penuh dari keluarga. Kehadiran kursi roda menjadi sangat berarti untuk membantu mobilitas serta memudahkan proses perawatan.

Di tengah suasana sederhana rumah tersebut, penyerahan bantuan berlangsung penuh kehangatan. Keluarga Zakaria tampak terharu dan berulang kali mengucapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, menyampaikan bahwa program “Sumbawa Sehat” merupakan bagian dari upaya nyata dalam membantu masyarakat yang menghadapi keterbatasan kesehatan.

“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita yang sedang diuji dengan kondisi kesehatan tetap mendapatkan perhatian. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat besar, khususnya dalam mendukung aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS akan terus berkomitmen untuk menyalurkan zakat secara tepat sasaran dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian. Dengan kebersamaan, kita bisa membantu lebih banyak lagi warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sabeok, Agus Mutahir, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Sumbawa atas kepedulian yang diberikan kepada warganya.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS yang telah hadir langsung dan memberikan bantuan kepada warga kami. Ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus seperti M. Saleh dan Bapak Zakaria,” ujarnya.

Ia berharap agar program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan di Desa Sabeok.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan langsung oleh keluarga penerima manfaat. Dengan penuh haru, keluarga M. Saleh menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diterima.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Ini sangat membantu kami dalam kehidupan sehari-hari. Semoga semua yang telah membantu diberikan kesehatan dan keberkahan,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh keluarga Zakaria yang merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan kursi roda tersebut.

“Terima kasih atas perhatian dan kepedulian ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar mereka dengan mata berkaca-kaca.

Momen penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Melalui program “Sumbawa Sehat”, BAZNAS Kabupaten Sumbawa tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan harapan, semangat, dan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi keterbatasan.

Langkah kecil yang dilakukan ini membawa dampak besar bagi kehidupan penerima manfaat. Diharapkan, semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi dan peduli, sehingga lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan manfaat serta memiliki harapan baru dalam menjalani kehidupan.(AM)

]]>
Tue, 05 May 2026 14:05:26 +0800 amr
Blokade Logistik PT. INTAM Berlanjut, Warga Sepukur Desak Evaluasi Total Manajemen https://amarmedia.co.id/blokade-logistik-pt-intam-berlanjut-warga-sepukur-desak-evaluasi-total-manajemen https://amarmedia.co.id/blokade-logistik-pt-intam-berlanjut-warga-sepukur-desak-evaluasi-total-manajemen Blokade Logistik PT. INTAM Berlanjut, Warga Sepukur Desak Evaluasi Total Manajemen

Sumbawa.Amarmedia.co.id— Situasi di wilayah lingkar tambang Kecamatan Lantung memanas setelah puluhan warga Desa Sepukur menggelar aksi protes keras terhadap PT. INTAM, Senin (4/5/2026). Warga mendesak penghentian total aktivitas operasional perusahaan di wilayah Lantung dan Ropang menyusul kekecewaan mendalam terhadap manajemen yang dinilai tertutup dan tidak transparan.

Ketegangan di lapangan meningkat seiring ancaman warga untuk melakukan aksi sweeping serta pemblokiran akses utama mobilisasi logistik perusahaan. Warga menegaskan tidak akan membuka barikade tersebut sebelum adanya kejelasan dan komitmen nyata dari pihak manajemen pusat.

SUMEA: Kehadiran PT. INTAM Picu Konflik Horizontal

Ketua Sumbawa Mining Entrepreneurs Association (SUMEA) Kabupaten Sumbawa, Yosy Larian, memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi warga. Ia mendesak Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa untuk segera mengevaluasi kinerja PT. INTAM secara menyeluruh.

"Hingga hari ini, kami menilai kehadiran PT. INTAM tidak memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Sebaliknya, operasional mereka justru kerap memicu konflik horizontal di tengah masyarakat. Jika tidak ada perbaikan signifikan, lebih baik perusahaan ini hengkang," tegas Yosy.

Secara khusus, Yosy menyoroti kegagalan fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) PT. INTAM yang dijabat oleh Muhammad Ramadhan Bs (Doni). Ia menilai Humas saat ini tidak mampu membangun komunikasi yang humanis. "Saya minta Pak Doni dipecat. Beliau gagal membangun sinergi. Kami tidak menolak investasi, tapi investasi harus membawa kesejahteraan, bukan masalah," tambahnya.

Senada dengan SUMEA, perwakilan pemuda Desa Sepukur, Dadang Afriansyah, menekankan pentingnya penataan ulang struktur manajemen perusahaan. Menurutnya, sikap eksklusif perusahaan menjadi penghambat terciptanya hubungan yang harmonis dengan warga.

"Sinergitas tidak akan pernah terwujud jika manajemen tetap tertutup. Jika kondisi ini terus berlanjut, jangan salahkan kami jika masyarakat mengambil langkah lebih jauh untuk mengusir PT. INTAM dari wilayah kami," pungkas Dadang.

Warga mengajukan tiga tuntutan utama yaitu keterbukaan informasi terkait kontribusi wilayah, Kemitraan Lokal yang nelibatkan warga lokal secara aktif dan profesional dalam rantai bisnis serta Evaluasi SDM Strategis dengan perombakan posisi Humas yang dinilai menghambat komunikasi.

Tanggapan Perusahaan: PT. INTAM Janji Evaluasi Internal

Menanggapi gelombang protes tersebut, pihak Humas PT. INTAM akhirnya angkat bicara. Perusahaan menyatakan menghargai hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan berkomitmen mengedepankan dialog untuk menyelesaikan kebuntuan.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Komunikasi sudah dilakukan salah satunya dengan melakukan sosialisasi di wilayah kerja dimana PT Intam melakukan aktivitas lapangan. Aspirasi, masukan, serta kritik dari masyarakat telah kami terima dan akan segera kami komunikasikan dengan pimpinan pusat perusahaan," ujar Doni perwakilan Humas PT. INTAM.

Kemudian lanjutnya, dalam menjalankan operasionalnya, PT Intam menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan ekonomi lokal dengan memprioritaskan kemitraan bersama vendor-vendor yang berada di wilayah Ring 1. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa keberadaan perusahaan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat di sekitar area operasional.

Selain aspek pemberdayaan vendor, perusahaan juga aktif dalam berbagai program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Beberapa aksi nyata yang telah dilakukan meliputi penyaluran bantuan bagi korban terdampak banjir serta dukungan sektor agraris melalui bantuan bibit pertanian bagi kelompok tani setempat. "Program-program ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas industri dan kesejahteraan sosial." Imbuhnya.

Pihak manajemen berjanji akan menjadikan poin-poin keberatan warga sebagai bahan evaluasi internal demi kemajuan bersama di wilayah operasional Lantung dan Ropang. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, warga masih memantau ketat akses logistik di lapangan sembari menunggu keputusan konkret dari pimpinan tertinggi PT. INTAM. (AM)

]]>
Tue, 05 May 2026 11:15:56 +0800 amr
Bapemperda DPRD Sumbawa Sampaikan Jawaban Atas Pendapat Bupati terhadap 6 Raperda Prakarsa 2026 https://amarmedia.co.id/bapemperda-dprd-sumbawa-sampaikan-jawaban-atas-pendapat-bupati-terhadap-6-raperda-prakarsa-2026 https://amarmedia.co.id/bapemperda-dprd-sumbawa-sampaikan-jawaban-atas-pendapat-bupati-terhadap-6-raperda-prakarsa-2026 Bapemperda DPRD Sumbawa Sampaikan Jawaban Atas Pendapat Bupati terhadap 6 Raperda Prakarsa 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa secara resmi menyampaikan Tanggapan dan Jawaban terhadap Pendapat Bupati Sumbawa atas 6 (enam) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Usul Prakarsa DPRD Tahun 2026.

Penyampaian tersebut berlangsung dalam Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Sumbawa, Senin (4/5/2026). Juru bicara Bapemperda, Bunardi, AMd. Pi, memaparkan bahwa pihaknya menerima dengan tangan terbuka seluruh kritik, saran, dan masukan konstruktif dari Pemerintah Daerah demi penyempurnaan regulasi yang akan diberlakukan di "Tana Samawa".

 

Dalam pidatonya, Bunardi menekankan bahwa Bapemperda akan melakukan filterisasi dan harmonisasi konsepsi agar selaras dengan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

"Kami menyambut baik masukan Pemerintah Daerah sebagai upaya penyempurnaan. Pembahasan selanjutnya akan dilakukan secara cermat, mendalam, dan komprehensif," ujar Bunardi.

Poin utama tanggapan Bapemperda terhadap catatan yang diberikan Bupati Sumbawa yakni terhadap Penyelenggaraan Bantuan Hukum menyetujui perubahan judul menjadi "Penyelenggaraan Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin" agar selaras dengan UU No. 16 Tahun 2011. 

Terkait Pemberdayaan Ormas, Bapemperda berkomitmen mensinkronkan mekanisme pelaporan pada Pasal 32 & 33 dengan Permendagri No. 57 Tahun 2017 guna ketertiban administrasi. 

Untuk Pengelolaan Pasar & Swalayan Menerima saran untuk melakukan pencabutan Perda lama (Penyusunan Ulang) jika materi perubahan dalam pembahasan Pansus melebihi 50%. 

Terhadap Pendidikan Baca Tulis Al-Qur'an | menjadikan Raperda ini sebagai payung hukum permanen untuk menjamin keberlanjutan insentif bagi guru TPQ, Imam, dan Marbot. 

"Kami sangat mendukung  sinkronisasi Raperda ini dengan Program Unggulan Pemerintah Daerah Tahun 2026 terkait pemberian insentif guru TPQ, Imam, dan Marbot. Raperda ini akan menjadi payung hukum permanen agar program tersebut memiliki keberlanjutan (sustainability) di masa depan" ujarnya

Demikian pula untuk Pemajuan Kebudayaan nemastikan tidak terjadi tumpang tindih antara Tim Pemajuan Kebudayaan Desa dengan Lembaga Adat Tana Samawa (LATS). 

Atas ranperda Kabupaten Layak Anak (KLA) menggunakan mekanisme persandingan materi antara usulan DPRD dan Pemda sesuai Pasal 8 PP No. 12 Tahun 2018. 

Menutup penyampaiannya, Bapemperda berharap agar Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk nantinya dapat bekerja secara transparan dan akomodatif. Bunardi juga meminta agar dalam pembahasan materi muatan yang bersifat mendasar, Pansus melibatkan seluruh pihak terkait secara langsung.

"Semoga ikhtiar ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Sumbawa yang Maju, Unggul, dan Sejahtera," pungkasnya.

Sidang Paripurna ini dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD, jajaran eksekutif, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat dan insan pers.

Susunan Personalia Bapemperda DPRD Sumbawa 2026 adalah Ketua: Bunardi, AMd.Pi, Wakil Ketua: Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si adapun Anggota anggota adalah Alen Taryadi, SH; Gahtan Hanu Cakita; Syukri, HS, A.Ma; I Ketut Sawitra; Edwan Purnama; Syaifullah, S.Pd., M.M.Inov; Syamsul Hidayat, SE., M.Si; Sandi, S.Pd., M.M.; Sri Wahyuni, S.AP. (AM)

 

]]>
Mon, 04 May 2026 16:42:02 +0800 amr
Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD, Wabup Sumbawa Tekankan Investasi BUMD Berbasis Kinerja dan Singgung Perlindungan Siswa https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-umum-fraksi-dprd-wabup-sumbawa-tekankan-investasi-bumd-berbasis-kinerja-dan-singgung-perlindungan-siswa https://amarmedia.co.id/jawab-pandangan-umum-fraksi-dprd-wabup-sumbawa-tekankan-investasi-bumd-berbasis-kinerja-dan-singgung-perlindungan-siswa Jawab Pandangan Umum Fraksi DPRD, Wabup Sumbawa Tekankan Investasi BUMD Berbasis Kinerja dan Singgung Perlindungan Siswa

Sumbawa, Amarmedia.co.id 4 Mei 2026 – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, mewakili Bupati Sumbawa, menyampaikan jawaban resmi pemerintah daerah terhadap pandangan umum fraksi-fraksi DPRD atas 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan pemerintah. Dalam rapat paripurna yang berlangsung khidmat tersebut, Wabup mengklarifikasi berbagai isu krusial, mulai dari penyertaan modal BUMD hingga mitigasi perundungan siswa.

Rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumbawa dipimpin oleh Ketua DPRD Nanang Nasiruddin SAP.M.M.Inov didampingi Wakil ketua DPRD yakni H.M.Berlian Rayes SAg.M.M.Inov, Gitta Liesbano SH MKn, dan Zulfikar Demitry SH.MH.

Menanggapi kekhawatiran sejumlah fraksi terkait beban fiskal daerah, Wabup menegaskan bahwa Raperda Penyertaan Modal BUMD 2026–2030 merupakan instrumen pengendalian, bukan pemborosan. Plafon sebesar Rp100 miliar yang tercantum adalah batas maksimal untuk lima tahun, bukan komitmen yang harus dicairkan sekaligus.

Wabup memaparkan data positif kontribusi dividen dari BUMD yang sehat yakni PT Bank NTB Syariah telah nemberikan dividen Rp14,13 miliar pada 2024 (naik dari tahun sebelumnya). Pemkab Sumbawa merupakan pemegang saham terbesar ke-3. PT BPR NTB Perseroda telah memberikan dividen Rp2,43 miliar pada 2024 (naik signifikan 30% dari 2023).

"Penyertaan modal tidak bersifat otomatis atau sebagai bail out bagi perusahaan yang merugi. Semua berbasis evaluasi kinerja dan rencana bisnis yang jelas. Jika tidak menunjukkan hasil, investasi dapat dihentikan," tegas Wabup Ansori.

Terkait PT Sabalong Samawa pemerintah berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh pada 2026, termasuk opsi restrukturisasi atau penghentian jika tidak layak secara usaha. Sementara untuk Perumda Air Minum Batulanteh, penyertaan modal diarahkan pada fungsi sosial dan perbaikan teknis untuk menekan kebocoran air.

Komitmen Anti-Perundungan di Momen Hardiknas

Di sela penyampaian jawaban Raperda, Wabup juga menyinggung momentum Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) dan Hari Buruh (1 Mei). Menanggapi isu perundungan (bullying) yang marak, Pemkab Sumbawa melalui Dinas Pendidikan telah melakukan langkah mitigasi presisi.

Pemerintah daerah akan segera membentuk Pokja Sekolah Aman dan Nyaman sebagai tindak lanjut Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026. "Kami ingin memastikan anak-anak kita terlindungi melalui sinergi guru dan orang tua, seperti dalam kegiatan 'Malam Seribu Cahaya' yang baru saja kita lalui," tambahnya.

Mengenai Raperda Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat (Trantibumlinmas), Wabup menjamin bahwa Satpol PP akan bertindak humanis dan sesuai SOP. Sanksi pidana hanya akan menjadi upaya terakhir (ultimum remedium).

Sementara itu, untuk perbaikan kualitas lingkungan, pemerintah mengajukan Raperda Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD). Pemerintah berencana membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di wilayah Barat (TPA Lekong) dan wilayah Timur (TPA Teluk Santong) pada periode 2026–2027 guna menjangkau seluruh kecamatan.

"Layanan penyedotan lumpur tinja akan diarahkan melalui skema terjadwal (L2T2) setiap tiga tahun sekali untuk meringankan beban masyarakat," jelas Wabup.

 Wabup menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi (PKS, Golkar, PDI-P, Gerindra, Nasdem, PKB, PAN, Gelora, dan Demokrat-PPP Pembangunan) yang telah menyetujui kelima Raperda tersebut untuk dibahas ke tingkat selanjutnya. 

Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat menghasilkan regulasi yang inklusif demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Mon, 04 May 2026 15:52:46 +0800 amr
Wujudkan Generasi Unggul, Wabup Sumbawa Resmikan Aksi Konvergensi Stunting dan Pembangunan Jamban Sehat di Brang Biji https://amarmedia.co.id/wujudkan-generasi-unggul-wabup-sumbawa-resmikan-aksi-konvergensi-stunting-dan-pembangunan-jamban-sehat-di-brang-biji https://amarmedia.co.id/wujudkan-generasi-unggul-wabup-sumbawa-resmikan-aksi-konvergensi-stunting-dan-pembangunan-jamban-sehat-di-brang-biji Wujudkan Generasi Unggul, Wabup Sumbawa Resmikan Aksi Konvergensi Stunting dan Pembangunan Jamban Sehat di Brang Biji

SUMBAWA, Amarmedia.co.id - 4 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus menunjukkan komitmen serius dalam memerangi angka stunting. Pada Senin pagi (04/05/2026), Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, secara resmi membuka kegiatan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting yang dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat di Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, yang menggabungkan intervensi gizi spesifik dengan perbaikan sanitasi lingkungan.

Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari jajaran perangkat daerah, camat, lurah, hingga Tim Penggerak PKK dan organisasi perempuan. Tak ketinggalan, tokoh keagamaan, BAZNAS, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya turut hadir, menandakan bahwa isu stunting adalah tanggung jawab kolektif.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menekankan bahwa penanganan stunting tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial semata.

“Aksi ini harus benar-benar kita laksanakan secara nyata, bukan hanya formalitas. Penanganan stunting harus dilakukan dengan kerja bersama, mulai dari perbaikan gizi, edukasi, hingga penyediaan sanitasi yang layak seperti pembangunan jamban sehat ini,” tegas Drs. H. Mohamad Ansori.

Intervensi Berkelanjutan dan Pentingnya Sanitasi

Salah satu poin krusial yang disampaikan Wabup adalah mengenai keberlanjutan. Ia meminta agar intervensi tidak hanya dilakukan sekali saja, melainkan dipantau secara konsisten selama minimal satu hingga tiga bulan. Hal ini mencakup Pemberian asupan gizi dan makanan tambahan bagi balita.

Demikian pula dengan edukasi intensif  kepada keluarga mengenai pola asuh dan penguatan perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga.

Terkait pembangunan jamban sehat Wabup menjelaskan bahwa sanitasi yang buruk adalah salah satu faktor risiko terbesar penyebab infeksi berulang pada anak, yang berujung pada kondisi stunting. Dengan peletakan batu pertama ini, Kelurahan Berang Biji diharapkan menjadi pionir lingkungan sehat yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Wabup juga memberikan instruksi khusus terkait penguatan data. Sistem monitoring berkala harus diperketat agar bantuan dan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan memberikan dampak yang dapat diukur secara nyata.

“Dengan semangat kebersamaan dan kerja nyata lintas sektor, kita yakin dapat mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” pungkasnya menutup sambutan.

Kegiatan diakhiri dengan prosesi peletakan batu pertama pembangunan jamban sehat oleh Wakil Bupati. Momen simbolis ini menandai dimulainya langkah konkret perbaikan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat di wilayah tersebut, sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi emas Sumbawa di masa depan. (AM)

]]>
Mon, 04 May 2026 14:15:37 +0800 amr
Kawal HPP Gabah Rp 6.500/Kg, Abdul Rafiq: Negara Wajib Hadir Lindungi Petani Sumbawa dari Spekulan! https://amarmedia.co.id/kawal-hpp-gabah-rp-6500kg-abdul-rafiq-negara-wajib-hadir-lindungi-petani-sumbawa-dari-spekulan https://amarmedia.co.id/kawal-hpp-gabah-rp-6500kg-abdul-rafiq-negara-wajib-hadir-lindungi-petani-sumbawa-dari-spekulan Kawal HPP Gabah Rp 6.500/Kg, Abdul Rafiq: Negara Wajib Hadir Lindungi Petani Sumbawa dari Spekulan!

SUMBAWA.Amarmedia.co.id– Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumbawa, Abdul Rafiq, SH., M.Si, mengeluarkan pernyataan tegas menyikapi kebijakan baru pemerintah pusat terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah. Rafiq menginstruksikan seluruh elemen terkait di Kabupaten Sumbawa untuk memastikan harga Gabah Kering Panen (GKP) benar-benar menyentuh angka Rp 6.500 per kilogram di tingkat petani.

Langkah ini merupakan respons terhadap Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri. Kebijakan tersebut mewajibkan gabah petani dibeli minimal Rp 6.500/kg tanpa klasifikasi kualitas yang rumit, selama telah memasuki usia panen.

Sebagai pimpinan partai yang mengakar pada semangat keberpihakan terhadap rakyat kecil, Abdul Rafiq menilai kebijakan ini adalah angin segar bagi petani di "Tau dan Tana Samawa". 

"Kami menyambut baik ketetapan HPP Rp 6.500 ini. Ini adalah bentuk perlindungan nyata bagi petani kita yang selama ini seringkali menjadi pihak paling rentan saat musim panen raya. Jangan biarkan petani Sumbawa berjuang sendiri menghadapi permainan harga," tegas Rafiq dalam keterangan persnya, Senin (4/5/2026).

Meski regulasi pusat sudah jelas, Rafiq mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya ada pada pengawasan di lapangan. Ia mencium adanya potensi praktik tengkulak atau spekulan yang mencoba mengakali aturan dengan dalih kadar air atau kualitas gabah.

Untuk itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten Sumbawa segera melakukan langkah-langkah konkret yakni Pengawasan Ketat

"Dinas Pertanian, Bulog, dan Satgas Pangan (TNI/Polri) harus turun ke penggilingan dan sawah-sawah" ujarnya 

Demikian pula perlu pembentukan posko pengaduan bagi petani yang mendapati hasil panennya ditawar di bawah harga pemerintah dan memastikan penggilingan padi skala besar tidak memonopoli pasar yang dapat mematikan usaha penggilingan kecil di desa-desa.

"Negara tidak boleh kalah oleh praktik spekulan. Peran Bulog sebagai penyerap utama hasil panen sangat krusial agar stabilitas harga terjaga," tambahnya.

Bagi Rafiq, kebijakan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan soal keberlangsungan hidup ribuan keluarga petani di Sumbawa. Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, kesejahteraan petani Sumbawa adalah kunci ketahanan pangan nasional.

"Jika harga layak, petani akan termotivasi meningkatkan produktivitas. Ini akan memperkuat ekonomi pedesaan dan memastikan anak-anak petani bisa bersekolah dengan layak," ujar sosok yang juga dikenal sebagai pejuang aspirasi masyarakat ini.

Mengakhiri pernyataannya, Abdul Rafiq menginstruksikan seluruh kader PDI Perjuangan di semua tingkatan, mulai dari pengurus cabang hingga tingkat desa, untuk proaktif mengawasi pelaksanaan kebijakan ini.

"PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik akan terus berada di garis depan. Kami meminta seluruh kader turut mengawasi agar manfaat kebijakan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat bawah. Petani harus sejahtera, hasil panen harus dihargai dengan layak, dan negara wajib hadir melindungi mereka," pungkasnya. (AM)

]]>
Mon, 04 May 2026 13:33:51 +0800 amr
Dilantik Kaesang, PSI NTB Matangkan Struktur dan Bidik Kursi Senayan pada 2029 https://amarmedia.co.id/dilantik-kaesang-psi-ntb-matangkan-struktur-dan-bidik-kursi-senayan-pada-2029 https://amarmedia.co.id/dilantik-kaesang-psi-ntb-matangkan-struktur-dan-bidik-kursi-senayan-pada-2029 Dilantik Kaesang, PSI NTB Matangkan Struktur dan Bidik Kursi Senayan pada 2029 

MATARAM, Amarmedia.co.id - Aula ballroom dipenuhi kader berbaju putih-hitam dengan logo gajah di dada kiri. Sejak pagi, jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Barat memadati lokasi Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI NTB di Mataram, Sabtu (2/5/2026).

Sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan wajah-wajah baru yang belakangan menyatakan bergabung dengan PSI turut hadir dalam agenda konsolidasi tersebut.

Di tengah suasana yang hangat namun penuh semangat, Ketua Umum Kaesang Pangarep secara resmi melantik jajaran pengurus DPW PSI NTB. Pelantikan itu menjadi penanda dimulainya fase baru konsolidasi PSI di NTB, dengan fokus utama memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam sambutannya, Kaesang menekankan bahwa kekuatan partai politik tidak hanya ditentukan oleh figur di tingkat pusat, melainkan oleh seberapa kokoh struktur organisasi dibangun sampai ke level desa dan dusun, serta seberapa aktif kader hadir di tengah masyarakat.

“Yang harus kita kejar sekarang adalah penguatan struktur sampai ke bawah. Kalau organisasi kuat hingga akar rumput, maka gerak partai akan hidup. Kalau ada hambatan dalam pembentukan struktur, sampaikan berjenjang supaya bisa kita bantu selesaikan bersama,” kata Kaesang Pangarep.

Ia menegaskan, Dewan Pimpinan Pusat akan memberikan dukungan penuh untuk percepatan pembentukan struktur partai di NTB, termasuk menyiapkan program kerja yang dapat disinergikan dari tingkat DPW hingga DPRt agar kehadiran PSI dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sementar itu Ketua DPW PSI NTB, Lalu Budi Suryata, dalam sambutannya menyebut Rakorwil tersebut bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum menyatukan arah gerak politik PSI di NTB menuju target yang lebih besar pada Pemilu 2029.

Menurut dia, PSI NTB memasang target meraih dua kursi DPR RI,masing-masing satu kursi dari Pulau Lombok dan satu kursi dari Pulau Sumbawa. 

Di tingkat daerah, PSI juga membidik peningkatan signifikan kursi di DPRD Provinsi NTB dengan target menempatkan kader terbaik hingga posisi pimpinan dewan.

“Kami membangun partai ini dengan fondasi struktur yang kuat. Hari ini, struktur di tingkat kecamatan hampir tuntas seratus persen, sementara pembentukan struktur tingkat desa sedang dirampungkan. 

Dengan kekuatan organisasi yang semakin matang, kami optimistis PSI NTB mampu menjadi kekuatan politik baru yang diperhitungkan pada 2029,” ujar Lalu Budi Suryata.

Optimisme itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, PSI NTB aktif memperluas basis dukungan dengan merangkul sejumlah tokoh yang memiliki pengaruh sosial dan basis massa yang kuat di daerah. Mereka datang dari beragam latar belakang, mulai dari mantan legislator, tokoh adat, tokoh agama, hingga figur politik yang lama berkecimpung di ruang publik NTB.

Pada kesempatan itu, sejumlah tokoh resmi mengenakan jaket PSI sebagai simbol bergabungnya mereka ke partai berlambang gajah tersebut. Di antaranya H. Rais Ishak, A.A. Ketut Agung Oka Kartha Wirya, H. Lalu Mahdarain, Drs. H. Gaziamansyuri, TGH. Ahmad Mustanir, Multazam, serta I Gede Wenten.

Masuknya sejumlah tokoh itu memberi sinyal bahwa PSI di NTB tengah membangun jejaring politik yang lebih luas dan inklusif. Dengan struktur organisasi yang terus diperkuat hingga desa, dukungan tokoh lintas latar belakang, serta target elektoral yang dipasang cukup tinggi, PSI NTB mulai menyiapkan diri menjadi salah satu kekuatan politik yang patut diperhitungkan pada Pemilu 2029. (AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 22:35:27 +0800 amr
JMSI Menggelar Media Gathering Jadi Momentum Penguatan Media Siber di NTB https://amarmedia.co.id/jmsi-menggelar-media-gathering-jadi-momentum-penguatan-media-siber-di-ntb https://amarmedia.co.id/jmsi-menggelar-media-gathering-jadi-momentum-penguatan-media-siber-di-ntb

Lombok Tengah.Amarmedia.co.id - Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pertemuan silaturahim dengan manajemen PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) di kawasan destinasi super prioritas Mandalika, Jumat (01/05/2026). Pertemuan yang berlangsung di titik ikonik Bukit 360 Circuit Mandalika ini bertujuan untuk mempererat kolaborasi dalam mempromosikan potensi pariwisata NTB ke kancah internasional.

Rombongan pengurus JMSI NTB dipimpin langsung oleh Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi, dan diterima oleh Manager Stakeholder dan Public Relation ITDC, Gresita Siahaan. Turut hadir dalam agenda tersebut Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Kominfotik NTB, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotik NTB Safrudin S.H., M.H yang memberikan dukungan penuh terhadap penguatan sinergi antara pengelola kawasan dan organisasi media.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua JMSI NTB, H. Boy Mashudi menekankan pentingnya peran media siber dalam menjaga citra positif kawasan Mandalika. Ia menyatakan bahwa JMSI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah dan pengelola kawasan dalam mendiseminasikan informasi yang akurat dan berkualitas.

"Silaturahim ini adalah langkah nyata untuk membangun visi bersama dalam memajukan pariwisata daerah. JMSI NTB siap mendukung penuh publikasi internasional KEK Mandalika melalui jaringan media siber yang profesional guna memastikan pesan kemajuan pembangunan tersampaikan dengan baik ke seluruh dunia," ujar Boy Mashudi.

Senada dengan hal tersebut, Manager Stakeholder dan VIAR ITDC, Gresita Siahaan menyampaikan apresiasi atas inisiatif JMSI NTB. Menurutnya, keberadaan media siber sangat krusial dalam membangun kepercayaan publik dan investor, terutama menghadapi kalender event balap dunia di Sirkuit Mandalika.

"Dukungan media sangat kami butuhkan untuk menjaga stabilitas informasi di kawasan. Pertemuan di Bukit 360 ini menjadi simbol keterbukaan dan kesiapan kami untuk terus berkolaborasi dengan teman-teman media dalam memotret setiap perkembangan positif di Mandalika," ungkap Gresita.

Sementara itu, pihak Dinas Kominfotik NTB melalui Kabid IKP, Safrudin mengapresiasi terjalinnya komunikasi dua arah yang produktif antara ITDC dan JMSI. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem informasi yang sehat, sehingga KEK Mandalika tetap menjadi magnet utama bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Barat.

Pertemuan diakhiri dengan diskusi santai mengenai strategi komunikasi publik dan sesi dokumentasi dengan latar belakang panorama menyeluruh lintasan sirkuit dan keindahan alam pesisir Lombok Tengah. (AM/Tim)

]]>
Sat, 02 May 2026 16:21:31 +0800 amr
Siswanya Terlibat Tawuran, DPKS Datangi Sekolah Desak TPPK Dimaksimalkan https://amarmedia.co.id/siswanya-terlibat-tawuran-dpks-datangi-sekolah-desak-tppk-dimaksimalkan https://amarmedia.co.id/siswanya-terlibat-tawuran-dpks-datangi-sekolah-desak-tppk-dimaksimalkan Siswanya Terlibat Tawuran, DPKS Datangi Sekolah Desak TPPK Dimaksimalkan

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id (2 Mei 2026) – Kasus tawuran yang melibatkan pelajar dari dua sekolah berbeda, yakni SMPN 2 dan SMPN 3 Sumbawa Besar, beberapa waktu lalu, mendapat perhatian serius dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa (DPKS).

Guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, Ketua dan anggota DPKS turun langsung ke dua sekolah tersebut pada Sabtu (2/5/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).

Tim Dewan Pendidikan yang melakukan kunjungan tersebut terdiri dari Jamhur Husain, Umar, Sanapiah, Jhon Kennedy, dan Sri wahyu Hidayati. Mereka melakukan pertemuan dengan kepala sekolah beserta jajaran guru untuk membahas langkah-langkah konkret pencegahan kekerasan di lingkungan sekolah.

Dalam arahannya, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Jamhur Husain, menekankan pentingnya memaksimalkan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap satuan pendidikan.

Menurutnya, TPPK merupakan instrumen penting yang telah dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 46 Tahun 2023, yang bertujuan untuk mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan di sekolah, baik fisik, psikis, perundungan, maupun kekerasan seksual.

“Keberadaan TPPK jangan hanya formalitas. Harus benar-benar aktif dalam mendeteksi potensi konflik sejak dini, melakukan mediasi, serta memberikan pendampingan kepada siswa,” tegas Jamhur.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah perlu meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas siswa, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Selain itu, komunikasi dengan orang tua siswa juga harus diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan.

Momentum Hardiknas, lanjutnya, harus menjadi refleksi bersama untuk memperbaiki kualitas pendidikan, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dalam membentuk karakter dan perilaku siswa.

Dewan Pendidikan berharap, melalui langkah-langkah preventif yang dilakukan secara kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, kasus tawuran maupun bentuk kekerasan lainnya tidak lagi terjadi di Kabupaten Sumbawa. (AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 16:09:30 +0800 amr
Penuh Khidmat, SMPN 1 Moyo Utara Peringati Hardiknas 2026: Tekankan Pendidikan Bermutu untuk Semua https://amarmedia.co.id/penuh-khidmat-smpn-1-moyo-utara-peringati-hardiknas-2026-tekankan-pendidikan-bermutu-untuk-semua https://amarmedia.co.id/penuh-khidmat-smpn-1-moyo-utara-peringati-hardiknas-2026-tekankan-pendidikan-bermutu-untuk-semua Penuh Khidmat, SMPN 1 Moyo Utara Peringati Hardiknas 2026: Tekankan Pendidikan Bermutu untuk Semua

Sumbawa Besar. Amarmedia.co.id – Keluarga besar SMPN 1 Moyo Utara melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Upacara yang berlangsung di lapangan sekolah tersebut berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Bertindak sebagai Pembina Upacara,Idfi Setiawan, S.E.  menyampaikan amanat dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dalam pidato tersebut, ditekankan bahwa peringatan Hardiknas tahun ini merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus meneguhkan spirit pendidikan sebagai proses "memanusiakan manusia".

Dalam amanat yang dibacakan oleh Idvi, poin utama yang menjadi sorotan adalah penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Pendekatan ini merupakan program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas interaksi di dalam kelas.

"Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas," ujar Idfi saat membacakan pidato Menteri.

Selain itu, disampaikan pula lima kebijakan strategis kementerian, di antaranya Revitalisasi dan Digitalisasi. " Pembangunan sarana fisik yang nyaman dan penyediaan papan interaktif digital (PID) di ratusan ribu satuan pendidikan" ungkapnya 

Hal kedua adalah tentang Kesejahteraan Guru. Komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan melalui sertifikasi yang ditransfer langsung serta beasiswa pendidikan bagi guru yang belum bergelar S1.

Disinggung pula pentingnya Penguatan Karakter dengan nenciptakan budaya sekolah ASRI (Aman, Sehat, Risiko, dan Indah) serta program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keempat adalah Literasi dan Numerasi.Penguatan pada bidang STEM dan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Dan kelima Pendidikan Inklusif dengan memberikan layanan pendidikan yang mudah dan murah bagi anak berkebutuhan khusus serta mereka yang terkendala faktor ekonomi maupun geografis.

Mengakhiri amanatnya, Pembina Upacara mengingatkan seluruh peserta upacara mengenai pentingnya prinsip 3M dalam mewujudkan perubahan pendidikan, yaitu Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus.

"Tanpa ketiganya, semua kebijakan hanya akan berhenti sebagai formalitas angka-angka kuantitatif. Mari kita perkuat kerja sama menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat," pungkasnya.

Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di SMPN 1 Moyo Utara. Para siswa dan guru tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai, mencerminkan semangat Hari Pendidikan Nasional yang membara di tanah Sumbawa.(AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 11:31:45 +0800 amr
Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Ida Rahayu SAP Mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026 https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-ida-rahayu-sap-mengucapkan-selamat-hari-pendidikan-nasional-2026 https://amarmedia.co.id/anggota-dprd-kabupaten-sumbawa-ida-rahayu-sap-mengucapkan-selamat-hari-pendidikan-nasional-2026 Sat, 02 May 2026 10:16:43 +0800 amr Lebih dari Sekadar Angka: Pesan Humanis Hardiknas di SMPN 1 Labuhan Badas https://amarmedia.co.id/lebih-dari-sekadar-angka-pesan-humanis-hardiknas-di-smpn-1-labuhan-badas https://amarmedia.co.id/lebih-dari-sekadar-angka-pesan-humanis-hardiknas-di-smpn-1-labuhan-badas Lebih dari Sekadar Angka: Pesan Humanis Hardiknas di SMPN 1 Labuhan Badas

Sumbawa, Amarmedia.co.id  – 02 Mei 2026, Upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 dilaksanakan dengan penuh khidmat pada Sabtu, 2 Mei 2026 di SMPN 1 Labuhan Badas. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian peringatan Hardiknas yang sebelumnya telah diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua.

Sejak pagi hari, para siswa sudah mulai berdatangan ke sekolah dengan mengenakan seragam rapi. Guru-guru juga hadir lebih awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Suasana halaman sekolah terlihat tertib dan tenang. Para peserta upacara berdiri dengan sikap yang baik, mengikuti setiap tahapan dengan penuh perhatian.

Upacara dimulai tepat waktu. Petugas upacara yang merupakan siswa-siswi pilihan menjalankan tugasnya dengan baik. Pengibaran bendera merah putih berlangsung lancar, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama oleh seluruh peserta upacara. Momen ini terasa sangat mengharukan dan penuh makna.

Kepala SMPN 1 Labuhan Badas, Punijan, S. Pd., M. Pd., bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pesan penting tentang makna pendidikan. Ia mengajak seluruh siswa untuk lebih menghargai proses belajar dan tidak hanya mengejar nilai semata.

“Pendidikan bukan hanya soal angka dan prestasi. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menjadi manusia yang baik, saling menghargai, dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ujar Punijan dalam amanatnya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Menurutnya, suasana belajar yang baik akan membantu siswa berkembang tidak hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional.

“Sekolah harus menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Tempat yang membuat mereka merasa aman, didengar, dan dihargai. Dengan begitu, mereka bisa tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Upacara ini juga menjadi momen refleksi bagi seluruh warga sekolah. Para guru terlihat serius mendengarkan amanat pembina upacara. Beberapa siswa bahkan tampak terharu saat mendengarkan pesan yang disampaikan.

Salah satu siswa kelas VIII mengatakan bahwa kegiatan ini membuatnya lebih memahami arti pendidikan. “Saya jadi lebih sadar kalau belajar itu bukan hanya untuk nilai, tapi juga untuk masa depan dan menjadi orang yang lebih baik,” ujarnya.

Kegiatan upacara ini merupakan bagian akhir dari rangkaian peringatan Hardiknas di Kabupaten Sumbawa. Sebelumnya, telah dilaksanakan berbagai kegiatan seperti festival bermain, satu jam bersama orang tua, hingga malam seribu cahaya. Semua kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan antara siswa, orang tua, dan guru.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, terlihat adanya kebersamaan yang kuat antara semua pihak. Orang tua turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan sekolah. Hal ini memberikan dampak positif bagi siswa, karena mereka merasa lebih diperhatikan dan didukung.

Selain itu, kehadiran berbagai pihak dalam rangkaian kegiatan juga menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam mendidik anak.

Upacara bendera yang dilaksanakan di SMPN 1 Labuhan Badas ini juga menjadi bagian dari upacara serentak yang dilakukan di seluruh SD dan SMP di Kabupaten Sumbawa pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat pendidikan di daerah.

Melalui momentum Hardiknas tahun ini, diharapkan dunia pendidikan di Sumbawa dapat terus berkembang ke arah yang lebih baik. Tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa.

Punijan juga menyampaikan harapannya agar seluruh siswa terus semangat belajar dan tidak mudah menyerah. Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda, dan semua itu harus dihargai.

“Setiap anak itu istimewa. Jangan bandingkan diri dengan orang lain. Fokus pada diri sendiri dan terus berusaha menjadi lebih baik setiap hari,” katanya.

Di akhir upacara, seluruh peserta kembali diingatkan untuk menjaga semangat kebersamaan dan saling menghormati. Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar dunia pendidikan semakin maju dan memberikan manfaat bagi semua.

Upacara Hardiknas di SMPN 1 Labuhan Badas ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya pendidikan yang humanis dan berkelanjutan.

Dengan semangat Hardiknas, diharapkan seluruh elemen pendidikan dapat terus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik. Pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk manusia yang berakhlak dan peduli terhadap sesama.

Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Banyak yang berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan di masa mendatang, karena mampu memberikan nilai-nilai positif yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini.

Melalui peringatan Hardiknas tahun 2026 ini, SMPN 1 Labuhan Badas menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang lebih baik. Dengan kerja sama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, masa depan pendidikan di Sumbawa diharapkan akan semakin cerah.(AM/Asmediati)

]]>
Sat, 02 May 2026 10:04:07 +0800 amr
Hardiknas 2026 di SDN Ngeru: Menanam Kasih Sayang, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua https://amarmedia.co.id/hardiknas-2026-di-sdn-ngeru-menanam-kasih-sayang-mewujudkan-pendidikan-bermutu-untuk-semua https://amarmedia.co.id/hardiknas-2026-di-sdn-ngeru-menanam-kasih-sayang-mewujudkan-pendidikan-bermutu-untuk-semua Hardiknas 2026 di SDN Ngeru: Menanam Kasih Sayang, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua

SUMBAWA.Amarmedia.co.id – Suasana khidmat menyelimuti lapangan SD Negeri Ngeru Kecamatan Moyo Hilir pada Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Seluruh civitas akademika berkumpul untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan semangat pembaruan dan kolaborasi.

Tahun ini, Hardiknas mengusung tema besar: "Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua". Sebuah tema yang menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak boleh menjadi hak istimewa segelintir orang, melainkan standar dasar bagi seluruh anak bangsa.

Dalam amanatnya, Kepala SDN Ngeru, M. Nooh, S.Pd. SD, menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam mendidik. Ia menyatakan bahwa pendidikan adalah sebuah proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan hati.

"Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati setiap tanggal 2 Mei ini bukanlah sekadar seremoni tahunan atau rutinitas baris-berbaris di lapangan. Hari ini adalah momentum sakral bagi kita untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi, dan meneguhkan kembali spirit pendidikan nasional di dalam dada kita masing-masing" urainya.

Pendidikan pada hakikatnya harus dilaksanakan secara tulus, penuh kasih, dan sayang. Tujuannya satu: memanusiakan manusia. Pendidikan adalah proses panjang untuk menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah, serta potensi setiap anak sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Maka, inti dari seluruh proses di sekolah ini adalah memuliakan.

Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara, telah meletakkan fondasi kokoh melalui Sistem Among, yaitu: Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pendampingan). Nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan kembali di SDN Ngeru melalui empat pilar utama Mendidik dengan kasih sayang dan menghargai kodrat anak. Anak bukanlah objek yang bisa dibentuk secara paksa, melainkan subjek yang harus dibimbing sesuai bakat dan minat uniknya.

Kedua Kebebasan yang Terarah. Memberikan kemerdekaan belajar, namun tetap dalam koridor nilai-nilai budi pekerti. Bukan kebebasan yang tak terkendali, melainkan kemandirian yang bertanggung jawab.

Ketiga Pendidikan kita tidak boleh tercerabut dari akarnya. Ia harus tetap berpijak pada nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Dan keempat Gotong Royong. Pendidikan adalah kerja kolosal, tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Untuk Bapak/Ibu Guru teruslah menjadi penggerak. Jangan hanya mengajar materi, tapi jadilah inspirasi. Manfaatkan fleksibilitas Kurikulum Merdeka untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi siswa-siswi kita di SDN Ngeru.

Untuk Anak-anakku Siswa SDN Ngeru. Kalian adalah pusat dari seluruh proses ini. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jangan takut bertanya, beranilah mencoba hal baru, dan selalu hargai perbedaan di antara teman. Kalian harus menjadi subjek yang aktif.

Mari kita jadikan Hardiknas 2026 ini sebagai titik awal untuk memperkuat gotong royong kita. Ketika semua pihak bergerak bersama dalam satu irama, maka pendidikan bermutu bukan lagi sekadar cita-cita di atas kertas, melainkan kenyataan yang kita rasakan bersama.

"Dirgahayu Pendidikan Nasional!Terus melaju, kuatkan partisipasi semesta, wujudkan pendidikan bermutu untuk semua" pungkasnya.

Upacara bendera ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Sumbawa. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan penuh khidmat, mencerminkan rasa syukur atas perjalanan panjang dunia pendidikan tanah air.

Orang tua murid Sahema wali dari Rafka siswa kelas enam mengatakan harapannya  dengan momentum hardiknas ini akan mempunyai meningkatkan kualitas pendidikan menjadi lebih baik demikian pula wali dari Rista siswa kelas Enam ibu Masenah mengamininya " Semoga anak anak ini bisa melanjutkan sekolah ke jenjang pendidikan SMP dengan kualitas lebih baik dan tercapai cita-citanya" ujarnya singkat. (AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 07:54:09 +0800 amr
Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Sampaikan Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda, Soroti Penyertaan Modal Rp100 Miliar https://amarmedia.co.id/fraksi-golkar-dprd-sumbawa-sampaikan-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-soroti-penyertaan-modal-rp100-miliar https://amarmedia.co.id/fraksi-golkar-dprd-sumbawa-sampaikan-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-soroti-penyertaan-modal-rp100-miliar Fraksi Golkar DPRD Sumbawa Sampaikan Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda, Soroti Penyertaan Modal Rp100 Miliar

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan Pemerintah Daerah, Kamis (30/04/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi jajaran Wakil Ketua DPRD. Hadir mewakili pihak eksekutif, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori, bersama jajaran Forkopimda dan pejabat lingkup Pemkab Sumbawa.

Dalam pemaparannya, Juru Bicara Fraksi Partai Golkar, Syukri HS, A.Ma., menekankan bahwa pembentukan Perda tidak boleh hanya sekadar memenuhi aspek formalitas hukum, tetapi harus memiliki arah implementasi yang jelas dan berpihak pada rakyat.

"Peraturan yang baik bukan hanya yang kuat secara normatif, tetapi yang mampu diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," tegas Syukri saat membacakan pandangan fraksi.

Fraksi Golkar memberikan sejumlah catatan strategis terhadap kelima regulasi yang diusulkan, di antaranya menyoroti rencana penyertaan modal sebesar Rp100 miliar

 Fraksi meminta adanya indikator kinerja yang terukur, evaluasi historis BUMD, serta pengawasan ketat untuk mencegah moral hazard.

Fraksi meminta Satpol PP dalam Ketertiban Umum dan Linmas mengedepankan pendekatan humanis dan edukatif, bukan represif, serta menghindari tumpang tindih kewenangan.

Terhadap Ranperda Pengelolaan Air Limbah Domestik Fraksi Golkar menilai aturan ini sangat strategis bagi kesehatan, namun perlu roadmap infrastruktur yang jelas, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Untuk Kabupaten Layak Anak, Fraksi Golkar mendesak agar kebijakan ini tidak hanya menjadi simbol administrasi atau sekadar mengejar predikat, melainkan berorientasi pada hasil nyata perlindungan anak.

Terkait reformasi birokrasi, fraksi menekankan bahwa penggabungan urusan dinas harus berbasis analisis beban kerja agar tidak menurunkan kualitas pelayanan publik.

Meski memberikan banyak catatan kritis, Fraksi Partai Golkar menyatakan menerima kelima Ranperda tersebut untuk dibahas lebih lanjut pada tahap berikutnya. Mereka berharap masukan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah dalam mempertajam substansi regulasi.

Pernyataan pandangan umum ini ditandatangani oleh jajaran pengurus fraksi, dengan Penasehat H. M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., dan Ketua Fraksi Ade Mudhita Noor Samsu, S.AP.

Wakil Ketua Hasanuddin HMS. Sekretarus Gahtan Hanu Cakita. Bendahara Muhammad Zain, S.P. Anggota Syukri, HS. A.Ma. (AM)

]]>
Sat, 02 May 2026 00:38:21 +0800 amr
PDIP Sumbawa Beri Lampu Hijau 5 Ranperda 2026, Hj. Jamilah Tekankan Catatan Kritis Terhadap BUMD hingga BPBD https://amarmedia.co.id/pdip-sumbawa-beri-lampu-hijau-5-ranperda-2026-hj-jamilah-tekankan-catatan-kritis-terhadap-bumd-hingga-bpbd https://amarmedia.co.id/pdip-sumbawa-beri-lampu-hijau-5-ranperda-2026-hj-jamilah-tekankan-catatan-kritis-terhadap-bumd-hingga-bpbd PDIP Sumbawa Beri Lampu Hijau 5 Ranperda 2026, Hj. Jamilah Tekankan Catatan Kritis Terhadap BUMD hingga BPBD

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menyatakan sikap menyetujui untuk membahas lebih lanjut lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tahun 2026. Meski memberikan lampu hijau, partai berlambang banteng moncong putih ini memberikan sederet catatan kritis, mulai dari persoalan penyertaan modal BUMD hingga penguatan mitigasi bencana.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi para Wakil Ketua DPRD. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta para pejabat lingkup Pemkab Sumbawa

Sikap politik tersebut disampaikan oleh juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Jamilah, S.Pd. SD, dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD Sumbawa pada Kamis (30/4/2026).

Soroti Penyertaan Modal Rp100 Miliar

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah Ranperda Penyertaan Modal Daerah kepada BUMD tahun 2026–2030. Hj. Jamilah menegaskan bahwa alokasi dana sebesar Rp100 miliar harus berbasis kajian kelayakan yang terukur, bukan sekadar pemberian modal tanpa arah bisnis yang jelas.

"Fraksi PDIP mempertanyakan apa dasar prioritas pembagian modal, terutama porsi terbesar pada Bank NTB Syariah. Kami juga meminta langkah konkret pemerintah terhadap BUMD yang kurang sehat, seperti PT Sabalong Samawa," tegas Hj. Jamilah di hadapan pimpinan sidang dan Wakil Bupati Sumbawa.

Terkait Ranperda Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat, Fraksi PDIP meminta Satpol PP dan instansi terkait tidak hanya mengedepankan tindakan represif. 

"Dalam menertibkan kelompok rentan seperti pengemis dan masyarakat miskin, diperlukan pendekatan yang humanis dan solutif. Upaya pencegahan melalui edukasi harus menjadi prioritas utama," tambahnya.

Mengenai Ranperda Kabupaten Layak Anak (KLA), PDIP mendesak agar kebijakan ini tidak berhenti pada dokumen formalitas. Hj. Jamilah menuntut strategi nyata untuk menekan angka pernikahan dini dan kekerasan terhadap anak yang masih terjadi di daerah.

Sementara untuk Ranperda Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD), fraksi menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur seperti IPLT dan IPALD agar aturan ini benar-benar bisa menekan pencemaran lingkungan tanpa membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

Terakhir, menanggapi perubahan struktur perangkat daerah, Fraksi PDIP secara khusus memberikan dukungan terhadap peningkatan status Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi Tipe A. 

"Mengingat tingginya potensi bencana di Sumbawa, penguatan BPBD sangat strategis. Namun, kami mengingatkan agar penataan organisasi ini tetap mengedepankan prinsip rightsizing untuk mencegah pembengkakan belanja pegawai yang membebani APBD," jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Fraksi PDI Perjuangan menyatakan menerima kelima Ranperda tersebut untuk dibahas ke tahap selanjutnya dengan catatan penyempurnaan substansial pada proses pembahasan di tingkat komisi atau pansus nanti.

Adapun Susunan Fraksi PDIP Sumbawa, antara lain Penasehat Gitta Liesbano, SH., M.Kn, Ketua I Nyoman Wisma, S.I.P, dan Sekretaris H. Jabir, S.PdBendahara I Ketut Sawitra dan Wakil Ketua Hj. Jamila,S.PD.SD 

]]>
Sat, 02 May 2026 00:18:56 +0800 amr
Menuju Mandiri Fiskal, Doktor Budi Paparkan Strategi Transformasi Aset Sumbawa Jadi Revenue Center https://amarmedia.co.id/menuju-mandiri-fiskal-doktor-budi-paparkan-strategi-transformasi-aset-sumbawa-jadi-revenue-center https://amarmedia.co.id/menuju-mandiri-fiskal-doktor-budi-paparkan-strategi-transformasi-aset-sumbawa-jadi-revenue-center Menuju Mandiri Fiskal, Doktor Budi Paparkan Strategi Transformasi Aset Sumbawa Jadi Revenue Center

Denpasar, Amarmedia.co.id (1 Mei 2026) – Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar kegiatan Koordinasi Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Tahun 2026 di , pada 29–30 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dari seluruh Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Sekretaris Daerah Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo S.Sos., M.AP hadir didampingi Sekretaris BKAD, Kaharuddin SE., M.Si.

Dihubungi wartawan, Jumat (1/5/2026), Sekda Sumbawa menjelaskan bahwa forum tersebut membahas strategi dan kepemimpinan fiskal daerah melalui lima aspek kunci.

“Pertama, Spending Better yang menekankan penajaman kualitas belanja melalui sinkronisasi perencanaan pusat dan daerah, penguatan penganggaran berbasis kinerja, serta percepatan penyerapan anggaran untuk mengurangi idle cash,” ujarnya.

Aspek kedua adalah Collecting More, yakni optimalisasi pendapatan daerah melalui penggalian potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD), serta penguatan sinergi basis data perpajakan antara pemerintah pusat dan daerah.

Selanjutnya, Asset Management yang menitikberatkan pada transformasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) agar tidak hanya bersifat administratif, tetapi mampu menjadi sumber pendapatan (revenue center) melalui strategi pemanfaatan aset secara profesional.

Kemudian, Creative Financing yang mendorong daerah untuk mengeksplorasi sumber pembiayaan non-konvensional, termasuk investasi daerah dan peluang Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

“Terakhir adalah Integrity, yakni penguatan sistem pengendalian intern yang terintegrasi, mitigasi risiko keuangan, serta pembangunan budaya integritas guna mencegah penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sekda yang disapa Doktor Budi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut dengan melakukan realokasi dan penyesuaian kualitas belanja daerah, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Selain itu, Pemkab Sumbawa juga akan memformulasikan kembali strategi peningkatan pendapatan daerah, memperkuat manajemen aset, serta mengusulkan distribusi dana bagi hasil yang lebih proporsional sesuai potensi sumber daya alam daerah.

“Potensi di sektor pertanian, perikanan, dan pertambangan harus menjadi dasar dalam mendorong peningkatan kapasitas fiskal daerah ke depan,” tandasnya. (SR) 

]]>
Sat, 02 May 2026 00:04:43 +0800 amr
Kritis dan Terukur, Fraksi PAN DPRD Sumbawa Soroti Urgensi Pelayanan Publik dalam Pemandangan Umum 5 Ranperda 2026 https://amarmedia.co.id/kritis-dan-terukur-fraksi-pan-dprd-sumbawa-soroti-urgensi-pelayanan-publik-dalam-pemandangan-umum-5-ranperda-2026 https://amarmedia.co.id/kritis-dan-terukur-fraksi-pan-dprd-sumbawa-soroti-urgensi-pelayanan-publik-dalam-pemandangan-umum-5-ranperda-2026 Kritis dan Terukur, Fraksi PAN DPRD Sumbawa Soroti Urgensi Pelayanan Publik dalam Pemandangan Umum 5 Ranperda 2026

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan catatan kritis dan mendalam terhadap penjelasan Bupati Sumbawa mengenai 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tahun 2026. Dalam Sidang Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Sumbawa, Fraksi PAN menegaskan bahwa setiap kebijakan fiskal dan regulasi harus berdampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar formalitas administratif.

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi para Wakil Ketua DPRD. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta para pejabat lingkup Pemkab Sumbawa

Juru bicara Fraksi PAN H Rusdi mengawali penyampaiannya dengan menekankan bahwa pembangunan daerah adalah bentuk ibadah sosial. Namun, Fraksi ini memberikan peringatan keras terkait prioritas penggunaan anggaran daerah yang dinilai harus lebih berpihak pada kebutuhan dasar rakyat.

 Sorotan Tajam Penyertaan Modal BUMD: "Rakyat atau Investasi?"

Salah satu poin paling krusial yang disoroti adalah rencana penyertaan modal kepada sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Fraksi PAN mempertanyakan urgensi investasi besar di tengah kondisi infrastruktur publik yang masih memprihatinkan.

Terhadap PT Sabalong Samawa (Perseroda), Fraksi PAN mempertanyakan lonjakan investasi yang mencapai 400%. "Ini bukan angka yang biasa. Kami meminta penjelasan komprehensif mengenai analisis kelayakan usaha dan potensi risiko agar tidak menjadi beban keuangan daerah," tegas Haji Rusdi jubir Fraksi PAN.

Atas Perumda Air Minum Batu Lanteh Terkait kucuran dana Rp10 miliar, PAN mendesak agar dana tersebut tidak digunakan untuk menutup defisit operasional, melainkan untuk perbaikan sistem seperti menekan kebocoran air (Non-Revenue Water) dan digitalisasi meteran.

Untuk penyertaan modal kepada Bank NTB Syariah & BPR sebesar Rp50 miliar ke Bank NTB Syariah, PAN menuntut transparansi Return on Investment (ROI) yang jelas. Begitu pula dengan BPR, di mana tingkat kredit macet (NPL) harus dibuka secara transparan kepada publik.

"Mana yang lebih prioritas: penyertaan modal BUMD atau perbaikan jalan rusak, irigasi, pupuk, dan puskemas?"tanya Fraksi PAN retoris dalam naskahnya.

 Penataan Perangkat Daerah: Hindari 'Overload' Organisasi

Terhadap Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah, Fraksi PAN mengingatkan agar restrukturisasi tidak hanya menjadi beban fiskal baru. Pembentukan dinas Tipe A akan meningkatkan belanja pegawai dan tunjangan.

PAN menyoroti ketidakpastian karier ASN dan risiko non-job akibat perubahan struktur yang tidak matang. Fraksi ini meminta dokumen evaluasi kinerja organisasi sebelumnya sebelum melangkah ke pembahasan lebih lanjut.

 Kabupaten Layak Anak (KLA): Jangan Sekadar Simbolik

Fraksi PAN menyambut baik inisiatif KLA, namun memberikan catatan pahit mengenai kondisi riil di lapangan. Mereka menyoroti masih tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perkawinan anak di Sumbawa.

PAN menilai anggaran untuk perlindungan perempuan dan anak saat ini masih sangat terbatas, sehingga upaya preventif dan edukasi menjadi tidak maksimal.

Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD)

Mengenai SPALD, Fraksi PAN menekankan pentingnya strategi implementasi yang realistis. Kewajiban penyedotan tinja berkala harus dibarengi dengan kesiapan armada dan instalasi pengolahan (IPLT). Kebijakan ini akan menghadapi resistensi jika tidak dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat melalui sosialisasi yang masif.

Fraksi PAN menyimpulkan bahwa pada prinsipnya mereka siap membahas Ranperda ini lebih lanjut, dengan catatan Pemerintah Daerah (Pemda) harus melengkapi dokumen pendukung, mulai dari kajian akademis, analisis dampak fiskal, hingga data baseline yang akurat. 

Sidang paripurna ini menjadi momentum penting bagi eksekutif dan legislatif untuk memastikan bahwa regulasi yang lahir di tahun 2026 benar-benar menjadi solusi atas persoalan masyarakat Sumbawa, bukan menambah beban birokrasi.

Adapun Susunan Fraksi Partai Amanat Nasional Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumbawa adalah Penasihat / Anggota : Syamsul Hidayat,S.E.,M.Si Ketua / Anggota : Ida Rahayu, S.AP Sekretaris / Anggota : H. Rusdi Bendahara/anggota : Marliaten. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 23:33:09 +0800 amr
Soroti Kinerja BUMD, Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa Beri Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda 2026 https://amarmedia.co.id/soroti-kinerja-bumd-fraksi-gerindra-dprd-sumbawa-beri-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-2026 https://amarmedia.co.id/soroti-kinerja-bumd-fraksi-gerindra-dprd-sumbawa-beri-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-2026 Soroti Kinerja BUMD, Fraksi Gerindra DPRD Sumbawa Beri Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda 2026

Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sumbawa secara resmi menyampaikan Pemandangan Umum terhadap 5 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah Daerah tahun 2026. Dalam sidang paripurna yang berlangsung khidmat tersebut, Gerindra memberikan sorotan tajam, terutama terkait rencana penyertaan modal bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi para Wakil Ketua DPRD. Dari pihak eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran Forkopimda, serta para pejabat lingkup Pemkab Sumbawa.

Kritik Pedas Penyertaan Modal: Usul "Suntik Mati" PT Sabalong Samawa

Juru bicara Fraksi Gerindra, Muhammad Taufik, menyampaikan bahwa meski Gerindra memahami upaya pemerintah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui investasi BUMD, terdapat catatan merah bagi perusahaan daerah yang terus merugi.

Pemerintah merencanakan total penyertaan modal sebesar Rp 100 Miliar untuk periode 2026-2030, dengan rincian PT Bank NTB Syariah Rp 50 Miliar, PT BPR NTB (Perseroda) Rp 30 Miliar, PT Sabalong Samawa (Perseroda) Rp 10 Miliar dan Perumdam Batulanteh Rp 10 Miliar

Jubir Fraksi Taufik menegaskan bahwa rencana suntikan dana untuk PT Sabalong Samawa dianggap tidak masuk akal. 

 "BUMD ini selalu dihadapkan pada kerugian berkepanjangan. PT Sabalong Samawa sesungguhnya mengalami sakit kronis yang tidak sembuh-sembuh. Menurut kami, lebih pantas diambil tindakan 'suntik mati' agar tidak terus menjadi beban pemerintah daerah," tegasnya.

Gerindra menuntut penjelasan komprehensif dan jaminan penataan menyeluruh jika pemerintah tetap bersikeras mempertahankan BUMD tersebut. Selain itu, Gerindra juga mempertanyakan urgensi dana Rp 10 Miliar untuk Perumdam Batulanteh mengingat pelayanan air bersih kepada masyarakat dinilai masih jalan di tempat.

Berbeda dengan catatan kritis pada sektor BUMD, Fraksi Gerindra memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap tiga Ranperda lainnya.

Terhadap Ranperda Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Gerindra menilai regulasi ini sangat mendesak untuk mencegah pencemaran lingkungan di wilayah padat penduduk dan menjadi solusi kunci di daerah rawan kekeringan melalui konsep daur ulang air limbah.

Untuk ranperda Kabupaten Layak Anak (KLA) Fraksi Gerindra menyetujui Ranperda ini guna mewujudkan cita-cita Generasi Emas 2045. Gerindra mengapresiasi capaian predikat "KLA Kategori Nindya" yang diraih Sumbawa pada 2023 dan mendorong peningkatan standar pelayanan anak di masa depan.

Terhadap Ranperda Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat (Trantibumlinmas) Fraksi Gerindra mendorong pengesahan Ranperda ini sesuai amanat Permendagri Nomor 26 Tahun 2020, namun dengan catatan agar Satpol PP lebih optimal dalam mengawal produk hukum daerah.

Perubahan Perangkat Daerah

Terhadap Ranperda Perubahan Keempat atas Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, Fraksi Gerindra menyatakan setuju untuk dibahas lebih lanjut selama dasar-dasar pembentukannya memiliki landasan hukum yang kuat dan rasional.

Menutup pemandangan umum tersebut, Muhammad Taufik berharap seluruh aspirasi dan kritik yang disampaikan Gerindra dapat dijawab secara transparan oleh Pemerintah Daerah dalam tahap pembahasan selanjutnya.

"Kami ingin setiap produk aturan yang dihasilkan benar-benar efektif dan menjadi pijakan untuk mengakselerasi roda pembangunan daerah secara menyeluruh demi kesejahteraan rakyat Sumbawa," pungkasnya.

Adapun Susunan Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbawa (2024-2029) Ketua: Andi Rusni, SE., MM. Wakil Ketua:Muhammad Faisal, SAP., MM.Inov. Sekretaris: Muhammad Tahir, SH. Bendahara: Edwan Purnama dan Anggota: Muhammad Taufik (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 23:12:31 +0800 amr
Jemput Bola! KPU Sumbawa Sisir Sejumlah Kecamatan demi Akurasi Data Pemilih https://amarmedia.co.id/jemput-bola-kpu-sumbawa-sisir-sejumlah-kecamatan-demi-akurasi-data-pemilih https://amarmedia.co.id/jemput-bola-kpu-sumbawa-sisir-sejumlah-kecamatan-demi-akurasi-data-pemilih Jemput Bola! KPU Sumbawa Sisir Sejumlah Kecamatan demi Akurasi Data Pemilih

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Menjelang pesta demokrasi mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa tancap gas dalam memastikan integritas data pemilih. Memasuki Triwulan II tahun 2026, KPU Sumbawa resmi menggelar kegiatan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) di berbagai wilayah kecamatan.

Langkah "jemput bola" ini diambil sebagai upaya konkret menjaga akurasi dan validitas data pemilih agar tetap mutakhir. Ketua KPU Kabupaten Sumbawa, Syamsi Hidayat, S.IP, menegaskan bahwa verifikasi langsung di lapangan adalah kunci utama untuk meminimalisir kesalahan administratif.

“Coktas ini adalah bentuk verifikasi faktual. Petugas kami akan mencocokkan data langsung di lapangan, mulai dari pengecekan identitas hingga memastikan setiap warga yang sudah memenuhi syarat masuk ke dalam daftar,” ujar Syamsi saat dikonfirmasi Jumat (1/5/2026)

Apa Saja yang Dilakukan dalam Coktas? Proses verifikasi ini tidak hanya sekadar mendata, tetapi mencakup tiga agenda utama yakni Validasi Identitas, Koreksi Data dan penyaringan pemilih baru.

"Mencocokkan data yang ada dengan dokumen kependudukan asli di lapangan.Memperbaiki elemen data yang tidak sesuai atau mengalami perubahan dan mengakomodasi warga yang baru memenuhi syarat sebagai pemilih agar tidak kehilangan hak suaranya" jelasnya.

Meskipun saat ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang terdeteksi memiliki potensi ketidaksesuaian data tinggi, Syamsi memastikan bahwa kegiatan ini akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumbawa.

KPU Sumbawa juga memastikan bahwa setiap data yang masuk akan melewati proses penyaringan yang ketat. Hasil dari Coktas ini nantinya tidak langsung final, melainkan akan diuji kembali dalam forum resmi.

“Hasil Coktas akan kami bawa ke rapat pleno setiap tiga bulan sekali. Kami melibatkan Bawaslu dan Dukcapil agar data yang dihasilkan benar-benar valid, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tambah Syamsi.

Melalui gerakan proaktif ini, diharapkan potensi sengketa data pemilih di masa depan dapat ditekan seminimal mungkin, sekaligus menjamin setiap hak suara masyarakat Sumbawa terlindungi dengan baik. (Am)

Penulis: Zainuddin  

Editor:Abdul Ma'ruf Rahmat 

]]>
Fri, 01 May 2026 22:50:58 +0800 amr
Kepala Desa Olat Rawa Tunaikan Zakat Maal Berupa Seekor Sapi Melalui Baznas Sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-olat-rawa-tunaikan-zakat-maal-berupa-seekor-sapi-melalui-baznas-sumbawa https://amarmedia.co.id/kepala-desa-olat-rawa-tunaikan-zakat-maal-berupa-seekor-sapi-melalui-baznas-sumbawa Kepala Desa Olat Rawa Tunaikan Zakat Maal Berupa Seekor Sapi Melalui Baznas Sumbawa 

Sumbawa.Olat Rawa Amarmedia.co.id – Suasana haru dan penuh keberkahan menyelimuti kediaman Kepala Desa Olat Rawa pada Jumat, 1 Mei 2026. Di hari yang istimewa tersebut, Kepala Desa Olat Rawa, Suprianto, menunaikan kewajiban zakat maal dari hasil peternakannya dengan penuh keikhlasan. Zakat berupa seekor sapi disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumbawa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus kepedulian terhadap sesama.

Penyerahan zakat maal tersebut diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, yang hadir bersama jajaran pimpinan, yakni Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Md.Pd.Sd, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.H.I.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepercayaan Kepala Desa Olat Rawa yang telah menyalurkan zakat maal melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa zakat bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang mampu mengangkat kesejahteraan umat.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Kepala Desa yang telah mempercayakan penyaluran zakat maal berupa seekor sapi melalui BAZNAS. Ini adalah contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya memikirkan pembangunan fisik, tetapi juga kesejahteraan spiritual dan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, kaum muslimin yang memiliki ternak sapi minimal 30 ekor wajib mengeluarkan zakatnya, yaitu satu ekor sapi berumur satu tahun. Ketentuan ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap rezeki yang Allah titipkan, terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan.

Sementara itu, Kepala Desa Olat Rawa, Suprianto, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya karena dapat menunaikan zakat maal melalui BAZNAS. Ia menyampaikan bahwa zakat bukanlah beban, melainkan jalan untuk membersihkan harta dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur dapat menunaikan kewajiban zakat ini. Semoga apa yang kami lakukan menjadi berkah, tidak hanya bagi kami, tetapi juga bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya dengan penuh haru.

Momentum ini menjadi semakin bermakna karena dilaksanakan pada hari Jumat, hari yang dikenal penuh keberkahan. Penyerahan zakat tersebut tidak hanya menjadi simbol ibadah personal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya para peternak, untuk lebih peduli dan sadar akan kewajiban zakat.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa juga menyampaikan himbauan kepada seluruh peternak, khususnya di wilayah Olat Rawa dan sekitarnya, agar tidak ragu menunaikan zakat maal.

“Saya mengajak seluruh peternak yang telah memenuhi syarat agar menunaikan zakatnya. Jangan menunda, karena zakat adalah kewajiban yang akan membawa keberkahan dalam usaha kita. Mari kita salurkan melalui BAZNAS agar tepat sasaran dan bermanfaat bagi yang membutuhkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap kesadaran berzakat dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Menurutnya, ketika zakat ditunaikan dengan benar, maka kesenjangan sosial dapat berkurang dan kesejahteraan umat akan meningkat.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa dan lembaga zakat dalam membangun kepedulian sosial. Dengan adanya peran aktif BAZNAS, penyaluran zakat dapat dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.

Para tamu yang hadir pun turut merasakan suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Penyerahan zakat yang sederhana namun sarat makna tersebut menjadi pengingat bahwa keberkahan hidup tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi dari sejauh mana kita mampu berbagi.

Diharapkan, langkah yang dilakukan oleh Kepala Desa Olat Rawa ini dapat menjadi contoh dan motivasi bagi para peternak lainnya untuk ikut menunaikan zakat maal. Sebab, di balik setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah, terdapat janji balasan yang berlipat ganda.

Semoga semangat berbagi ini terus tumbuh dan menjadikan masyarakat semakin peduli, saling membantu, serta hidup dalam keberkahan. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 18:38:05 +0800 amr
Dari Harapan Menjadi Nyata: BAZNAS Sumbawa Hadirkan Bale Umin Masyarakat, (Bale Umat). Air Mata Haru Iringi Peletakan Batu Pertama https://amarmedia.co.id/dari-harapan-menjadi-nyata-baznas-sumbawa-hadirkan-bale-umin-masyarakat-bale-umat-air-mata-haru-iringi-peletakan-batu-pertama https://amarmedia.co.id/dari-harapan-menjadi-nyata-baznas-sumbawa-hadirkan-bale-umin-masyarakat-bale-umat-air-mata-haru-iringi-peletakan-batu-pertama Dari Harapan Menjadi Nyata: BAZNAS Sumbawa Hadirkan Bale Umin Masyarakat, (Bale Umat). Air Mata Haru Iringi Peletakan Batu Pertama

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Sebuah langkah penuh kepedulian kembali ditunjukkan oleh BAZNAS Kabupaten Sumbawa melalui program “Sumbawa Peduli”. Program ini diwujudkan dengan pembangunan “Bale Umat”, yang merupakan singkatan dari Bale Umin Masyarakat, yaitu rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu. Program ini dimulai dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Brang Biji, Kamis (30 April 2026).

Suasana haru menyelimuti kegiatan tersebut. Warga setempat turut menyaksikan momen bersejarah ketika harapan akan tempat tinggal yang layak akhirnya mulai terwujud. Rumah milik Nurhadianto Dwi Priyatno, yang merupakan pasangan tunawicara bersama istrinya, menjadi titik awal program mulia ini. Kehadiran bantuan ini menjadi harapan besar bagi mereka untuk memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov, didampingi Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Md.Pd.SD, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.HI. Turut hadir Camat Sumbawa Drs. Iwan Sofyan, Lurah Brang Biji Muhammad Chatur Saputra, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Camat Sumbawa, Drs. Iwan Sofyan, menyampaikan apresiasi tinggi atas program yang diinisiasi oleh BAZNAS.

“Kami sangat mengapresiasi langkah nyata BAZNAS Sumbawa dalam membantu masyarakat kurang mampu. Program ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang layak, tetapi juga menghadirkan harapan dan semangat baru bagi warga. Ini adalah wujud nyata kepedulian sosial yang patut didukung bersama,” ujarnya.

Selanjutnya, Lurah Brang Biji, Muhammad Chatur Saputra, juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada warganya.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian BAZNAS. Bantuan ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun masa depan dan harapan bagi keluarga penerima,” ungkapnya dengan penuh haru.

Ketua BAZNAS Sumbawa, Syukri Rahmat, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari amanah umat yang harus disalurkan dengan tepat sasaran.

“InsyaAllah, BAZNAS Sumbawa akan membangun dua unit rumah setiap bulannya. Mohon doa dan dukungan agar program ini terus berjalan dan memberi manfaat luas,” tuturnya.

Di tengah suasana haru tersebut, keluarga penerima manfaat juga menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Dengan keterbatasan yang dimiliki, ungkapan terima kasih disampaikan dengan penuh ketulusan kepada BAZNAS dan semua pihak yang telah membantu.

Keesokan harinya, Jumat (1 Mei 2026), peletakan batu pertama kembali dilaksanakan di Desa Olat Rawa, Kecamatan Moyo Hilir, untuk rumah milik Bapak Ahmad. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS, Sekretaris Camat Moyo Hilir, serta Kepala Desa Olat Rawa, Supianto.

Dalam sambutannya, Sekretaris Camat (Sekcam) Moyo Hilir, H. Herman, S.KM., M.PH, menyampaikan apresiasi atas program tersebut.

“Atas nama pemerintah Kecamatan Moyo Hilir, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BAZNAS Sumbawa. Program ini sangat membantu masyarakat kami yang membutuhkan dan menjadi bukti nyata kepedulian serta sinergi dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Olat Rawa, Supianto, juga mengungkapkan rasa syukur dan harapannya.

“Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami. Semoga menjadi berkah dan membawa kebahagiaan bagi keluarga penerima,” ucapnya.

Penerima manfaat di Desa Olat Rawa pun turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan.

“Terima kasih kepada BAZNAS dan semua pihak. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga,” ungkapnya dengan penuh haru.

Program Bale Umin Masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian mampu menghadirkan perubahan besar. Di balik setiap batu yang diletakkan, tersimpan doa dan harapan untuk kehidupan yang lebih layak, aman, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Sumbawa. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 18:05:01 +0800 amr
100 Mustahik per Desa: Janji BAZNAS Sumbawa Kini Jadi Nyata, Harapan Menyapa Hingga Pelosok Negeri https://amarmedia.co.id/100-mustahik-per-desa-janji-baznas-sumbawa-kini-jadi-nyata-harapan-menyapa-hingga-pelosok-negeri https://amarmedia.co.id/100-mustahik-per-desa-janji-baznas-sumbawa-kini-jadi-nyata-harapan-menyapa-hingga-pelosok-negeri “100 Mustahik per Desa: Janji BAZNAS Sumbawa Kini Jadi Nyata, Harapan Menyapa Hingga Pelosok Negeri”

Sumbawa.Amarmedia.co.id – Komitmen BAZNAS Kabupaten Sumbawa dalam menebar manfaat bagi masyarakat kembali dibuktikan. Program bantuan untuk 100 mustahik per desa yang sebelumnya telah dilaunching oleh Bupati Sumbawa beberapa bulan lalu, kini mulai direalisasikan secara bertahap dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan.

Program ini dirancang untuk menjangkau seluruh desa di Kabupaten Sumbawa, sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap fakir, miskin, serta para pejuang keagamaan seperti imam masjid, marbot, dan guru ngaji.

Hingga saat ini, sudah tiga desa yang merasakan manfaat program tersebut, yakni Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang, Desa Labangka Kecamatan Ropang, dan terbaru Desa Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026.

Penyaluran bantuan di Desa Olat Rawa dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M. Inov, bersama jajaran pimpinan, yaitu Wakil Ketua I Dr. M. Ihsan Safitri, M.Si, Wakil Ketua II Lukman Hakim, S.H., M.Si, Wakil Ketua III Indah Setia Ningsih, A.Md.Pd.SD, Wakil Ketua IV M. Lutfi Makki, M.Si, serta Sekretaris BAZNAS Dr. Supriyadi, M.HI.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Camat Moyo Hilir, H. Herman, S.KM., M.PH, Kepala Desa Olat Rawa, Supianto, serta anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., M.M.

Dalam sambutannya, Sekcam Moyo Hilir, H. Herman, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas program yang sangat membantu masyarakat di wilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada BAZNAS Sumbawa yang telah menghadirkan program luar biasa ini. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami, khususnya bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.

Kepala Desa Olat Rawa, Supianto, juga mengungkapkan rasa syukur dan harapannya.

“Program ini membawa kebahagiaan bagi warga kami. Semoga BAZNAS terus diberikan kekuatan untuk membantu lebih banyak masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Sandi, S.Pd., M.M., menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi langkah BAZNAS yang konsisten membantu masyarakat. Program ini sangat tepat sasaran dan memberikan dampak nyata. Semoga terus berlanjut dan menjangkau seluruh desa di Sumbawa,” ungkapnya.

Salah satu penerima manfaat, Sahri, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dengan penuh syukur, ia mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diterimanya.

“Terima kasih banyak kepada BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu kami dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Ketua BAZNAS Sumbawa, Syukri Rahmat, menegaskan bahwa program ini merupakan amanah yang harus disalurkan kepada yang berhak.

“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan zakat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. InsyaAllah program 100 mustahik per desa ini akan terus kami lanjutkan hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Sumbawa,” ujarnya.

Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga menjadi simbol hadirnya harapan baru bagi masyarakat kecil. Dari desa ke desa, BAZNAS terus menyalakan cahaya kepedulian, memastikan tidak ada yang tertinggal dalam merasakan kesejahteraan.

]]>
Fri, 01 May 2026 18:02:07 +0800 amr
Fraksi PKS DPRD Sumbawa Beri Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda: Minta Aturan Ketertiban Umum Tak Tekan Ekonomi Kecil https://amarmedia.co.id/fraksi-pks-dprd-sumbawa-beri-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-minta-aturan-ketertiban-umum-tak-tekan-ekonomi-kecil https://amarmedia.co.id/fraksi-pks-dprd-sumbawa-beri-catatan-kritis-terhadap-5-ranperda-minta-aturan-ketertiban-umum-tak-tekan-ekonomi-kecil Fraksi PKS DPRD Sumbawa Beri Catatan Kritis Terhadap 5 Ranperda: Minta Aturan Ketertiban Umum Tak Tekan Ekonomi Kecil

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id– Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Sumbawa memberikan catatan kritis dan tajam terhadap 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kabupaten Sumbawa, Kamis (30/4/2026).

Rapat paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov., didampingi oleh tiga Wakil Ketua DPRD, yakni H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H.

Dari jajaran eksekutif, hadir Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa Besar , para Asisten, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah dan Camat se-Kabupaten Sumbawa.

Dalam pandangan umum yang dibacakan, juru bicara Fraksi PKS  H.Andi Mappelepui menegaskan posisinya untuk melakukan fungsi kontrol secara maksimal.Ia menyatakan bahwa DPRD bukanlah sekadar lembaga formalitas untuk menyetujui program pemerintah.

"DPRD bukan tempat untuk mengamini, tetapi tempat untuk menguji, mengkritisi, dan bila perlu menolak. Fraksi PKS memilih berdiri pada posisi yang jelas bersama rakyat, bukan sekadar membenarkan kebijakan pemerintah," tegasnya.

Salah satu poin  yang disoroti adalah Ranperda Penyertaan Modal Daerah kepada BUMD sebesar Rp100 miliar. Fraksi PKS menilai Pemerintah Daerah belum berhasil meyakinkan publik bahwa BUMD yang ada layak menerima tambahan modal. Tidak ada jaminan bahwa dana tersebut tidak akan berakhir sebagai pemborosan anggaran yang "dilegalkan" melalui Perda.

" Kami bertanya secara terbuka, apakah ini benar-benar investasi, atau sekadar upaya menutupi kelemahan manajemen BUMD selama ini? Mengapa penyertaan modal didahulukan, sementara evaluasi kinerja tidak dipublikasikan secara transparan? Ujar  Haji Andi.

 

Fraksi PKS mempertanyakan transparansi evaluasi kinerja BUMD, khususnya PT Sabalong Samawa. PKS merekomendasikan penghentian sementara bantuan sampai perusahaan tersebut pulih dari beban utang. "Jangan jadikan APBD sebagai 'penyelamat' kegagalan manajemen BUMD. Kita butuh dividen, bukan beban fiskal jangka panjang," tambahnya.

Mengenai Ranperda Ketenteraman dan Ketertiban Umum, PKS mengingatkan agar aturan ini tidak menjadi alat kontrol sosial yang menekan rakyat kecil. Mereka menekankan agar Satpol PP bertindak humanis dan sesuai prinsip HAM, serta memastikan tidak ada kriminalisasi terhadap masyarakat ekonomi lemah tanpa solusi relokasi.

"Ketertiban tidak boleh dibangun dengan cara menekan kebebasan masyarakat. Fraksi PKS menolak jika rakyat kecil (pedagang kecil/warga prasejahtera) menjadi objek utama penertiban, sementara pelanggaran skala besar justru luput dari penegakan hukum" ujarnya.

Terkait Ranperda Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPALD), PKS mencium indikasi bahwa regulasi ini lebih didorong oleh kepentingan proyek fisik daripada kesiapan sistem operasional. PKS menolak adanya pungutan atau retribusi baru jika layanan yang diberikan belum layak dan berfungsi optimal.

Faksi PKS juga memberikan catatan pada Ranperda Kabupaten Layak Anak (KLA). Ia mendesak pemerintah untuk jujur melihat realitas tingginya kasus kekerasan anak dan pernikahan dini di lapangan, daripada sekadar mengejar penghargaan administratif.

Sementara untuk Ranperda Perubahan Susunan Perangkat Daerah, PKS mempertanyakan efektivitas penggabungan OPD. Mereka memperingatkan agar reformasi birokrasi ini tidak menciptakan kekacauan baru di masa transisi yang dapat mengganggu pelayanan publik.

Meski memberikan catatan yang cukup keras, Fraksi PKS menyatakan kesiapannya untuk membahas kelima Ranperda tersebut secara lebih mendalam pada tingkat Panitia Khusus (Pansus). Faksi PKS menuntut perbaikan substansi yang mendasar agar produk hukum yang dihasilkan benar-benar berpihak pada kemaslahatan rakyat Sumbawa.

Penyampaian pemandangan Umum Fraksi ditutup dengan penyerahan dokumen Pandangan Umum Fraksi kepada pimpinan sidang untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme legislasi yang berlaku.

Adapun Susunan Personalia Fraksi PKS DPRD Sumbawa adalah Ketua Muhammad Takdir, S.E., M.M.Inov.l, Wakil Ketua Adizul Syahabuddin, S.P., M.Si, Sekretaris: H. Andi Mappaleppui, Anggota: Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov., Ema Yuniarti, Alen Taryadi, S.H. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 08:05:14 +0800 amr
DPRD Sumbawa Gelar Paripurna, Fraksi NasDem Soroti Investasi BUMD hingga Perlindungan Anak https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-paripurna-fraksi-nasdem-soroti-investasi-bumd-hingga-perlindungan-anak https://amarmedia.co.id/dprd-sumbawa-gelar-paripurna-fraksi-nasdem-soroti-investasi-bumd-hingga-perlindungan-anak DPRD Sumbawa Gelar Paripurna, Fraksi NasDem Soroti Investasi BUMD hingga Perlindungan Anak

Sumbawa Besar.Amarmedia.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap penjelasan Bupati Sumbawa atas 5 (lima) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tahun 2026, Kamis (30/4/2026).

Rapat yang berlangsung khidmat di Ruang Sidang Utama tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Nanang Nasiruddin, S.A.P., M.M.Inov. Dalam memimpin persidangan, Ketua didampingi oleh tiga Wakil Ketua DPRD, yakni H.M. Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov., Gitta Liesbano, S.H., M.Kn., dan Zulfikar Demitry, S.H., M.H.

Turut hadir dari pihak eksekutif, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, anggota Forkopimda, Asisten I Sekretariat Daerah, staf ahli, kepala perangkat daerah, hingga para camat dan lurah di-Kabupaten Sumbawa.

Dalam pemaparannya, Fraksi Partai NasDem memberikan sejumlah catatan terhadap lima Ranperda yang diajukan Pemerintah Daerah. Juru bicara Fraksi NasDem H.Zohran SH menyatakan bahwa setiap regulasi yang dilahirkan harus menjamin kepastian hukum dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Adapun lima Ranperda yang dibahas meliputi: pertama; Ranperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tahun Anggaran 2026—2030;

Kedua; Ranperda tentang Perubahan atas Perda Kabupaten Sumbawa tentang Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat;

Ketiga; Ranperda tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik;

Keempat; Ranperda tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak di Kabupaten Sumbawa;

Kelima; Ranperda tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Kabupaten Sumbawa Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa.

Mengenai Ranperda Penyertaan Modal BUMD, Fraksi NasDem menekankan pentingnya target yang terukur. NasDem mengingatkan agar penyertaan modal tidak hanya menjadi beban APBD, melainkan harus mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kualitas pelayanan publik secara signifikan.

"Fraksi Partai NasDem menekankan bahwa penyertaan modal harus dirancang untuk meningkatkan kapasitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan. Hal ini harus dibarengi dengan target yang terukur, baik dalam aspek peningkatan pelayanan masyarakat maupun kontribusi dividen, agar investasi ini tidak sekadar menjadi beban APBD di tengah keterbatasan fiskal" ujar Haji Orek.

Sementara itu, terkait Ranperda Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Fraksi NasDem menuntut adanya pendekatan yang humanis.

"Kami memahami urgensi Ranperda ini guna sinkronisasi dengan peraturan yang lebih tinggi. Namun, Fraksi NasDem menegaskan bahwa pendekatan humanis dan asas kemanfaatan hukum harus dikedepankan. Hukum harus membawa kebahagiaan dan kemaslahatan bagi masyarakat; jangan sampai peraturan ini justru mematikan ekonomi rakyat kecil tanpa solusi relokasi yang layak.," tegas H Zohran 

Fraksi yang mengusung semangat restorasi ini juga memberikan dukungan penuh terhadap Ranperda Kabupaten Layak Anak. Mereka berharap regulasi ini tidak sekadar menjadi dokumen administratif, tetapi benar-benar mampu menurunkan angka kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sumbawa melalui integrasi peran pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Di sektor lingkungan, NasDem mendorong kesiapan infrastruktur pengelolaan air limbah domestik guna mencegah pencemaran lingkungan yang lebih luas.

Terakhir, menanggapi penataan perangkat daerah, NasDem mengingatkan agar penyederhanaan organisasi (simplifikasi) tetap berorientasi pada hasil dan tidak menurunkan kualitas pelayanan publik. Birokrasi diharapkan menjadi lebih lincah (agile) dan akseleratif.

"Kami siap berperan aktif untuk memastikan produk hukum yang dihasilkan berkualitas, berpihak pada rakyat, serta berlandaskan kepastian dan kemanfaatan hukum. Semoga rangkaian pembahasan ini mendorong Sumbawa menjadi daerah yang unggul, maju, dan sejahtera" pungkas Haji Orek.

Rapat Paripurna ini diakhiri dengan penyerahan dokumen pandangan umum fraksi kepada pimpinan rapat untuk kemudian ditindaklanjuti dalam pembahasan pada tingkat Panitia Khusus (Pansus) bersama Pemerintah Daerah.

Adapun Susunan Personalia Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sumbawa:

Dewan Penasihat:Zulfikar Demitry, S.H., M.H., Ketua:Bunardi, A.Md.Pi., Wakil Ketua: H. Zohran, S.H., Sekretaris: Edy Syarifuddin,Bendahara:Hasanuddin, S.E. (AM)

]]>
Fri, 01 May 2026 06:11:41 +0800 amr
Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan, Dikbud Sumbawa Gelar Malam Seribu Cahaya di SMPN 1 Labuhan Badas https://amarmedia.co.id/perkuat-peran-orang-tua-dalam-pendidikan-dikbud-sumbawa-gelar-malam-seribu-cahaya-di-smpn-1-labuhan-badas https://amarmedia.co.id/perkuat-peran-orang-tua-dalam-pendidikan-dikbud-sumbawa-gelar-malam-seribu-cahaya-di-smpn-1-labuhan-badas Perkuat Peran Orang Tua dalam Pendidikan, Dikbud Sumbawa Gelar Malam Seribu Cahaya di SMPN 1 Labuhan Badas

Sumbawa.Amarmedia.co.id, Kamis, 30 April 2026. Rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa kembali berlanjut. Setelah sebelumnya dilaksanakan berbagai kegiatan yang melibatkan siswa dan orang tua, kini memasuki tahap ketiga, yaitu kegiatan Malam Seribu Cahaya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis malam, 30 April 2026, dan dipusatkan di SMPN 1 Labuhan Badas.

Sejak sore hari, suasana sekolah sudah mulai ramai. Siswa datang bersama orang tua mereka. Para guru juga tampak sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan kegiatan. Lampu-lampu kecil dan lilin mulai ditata dengan rapi. Halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar, malam itu berubah menjadi tempat yang penuh cahaya dan suasana hangat.

Kegiatan Malam Seribu Cahaya ini berlangsung dengan sangat khidmat. Semua yang hadir mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Tidak ada suara gaduh, yang terdengar hanya lantunan doa dan suara lembut dari pembawa acara. Banyak siswa yang terlihat duduk berdampingan dengan orang tua mereka. Suasana ini terasa sangat menyentuh.

Acara dimulai dengan pembukaan sederhana. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Dalam momen tersebut, para siswa diajak untuk merenung dan mengingat peran orang tua dalam kehidupan mereka. Banyak siswa yang terlihat menunduk, bahkan beberapa tampak meneteskan air mata. Orang tua yang hadir juga terlihat terharu melihat anak-anak mereka.

Selain dihadiri oleh siswa, orang tua, dan guru, kegiatan ini juga dihadiri oleh tamu undangan dari BNN Sumbawa serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menambah makna kegiatan ini. Mereka ikut menyaksikan langsung suasana penuh haru yang terjadi di tengah-tengah siswa dan orang tua.

Perwakilan dari BNN Sumbawa juga memberikan pesan singkat kepada para siswa. Mereka mengingatkan pentingnya menjaga diri dari pengaruh negatif, terutama penyalahgunaan narkoba. Pesan tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh para siswa.

“Kami berharap anak-anak bisa menjaga diri, memilih pergaulan yang baik, dan tetap fokus pada masa depan. Kegiatan seperti ini sangat baik karena mendekatkan anak dengan orang tua,” ujar salah satu perwakilan BNN Sumbawa.

Tokoh masyarakat yang hadir juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Mereka menilai bahwa kegiatan Malam Seribu Cahaya bukan hanya menjadi bagian dari perayaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter bagi generasi muda.

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin. Setiap siswa memegang satu lilin kecil. Cahaya dari lilin-lilin tersebut membuat suasana semakin indah. Dari kejauhan, tampak seperti lautan cahaya yang bergerak perlahan. Momen ini menjadi simbol harapan dan semangat dalam dunia pendidikan.

Kepala SMPN 1 Labuhan Badas, Punijan, S. Pd., M. Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengatakan bahwa Malam Seribu Cahaya bukan sekadar acara seremonial, tetapi memiliki makna yang dalam.

“Kegiatan ini kami hadirkan untuk memberikan ruang bagi siswa dan orang tua untuk saling memahami. Pendidikan bukan hanya tentang pelajaran di kelas, tetapi juga tentang hubungan yang baik antara anak dan orang tua. Kami berharap momen ini bisa menjadi kenangan yang tidak terlupakan,” ujar Punijan.

Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang tua. Menurutnya, kehadiran orang tua di sekolah memberikan dampak positif bagi perkembangan anak.

“Ketika orang tua hadir dan terlibat langsung, anak akan merasa lebih diperhatikan. Ini sangat penting untuk membangun semangat belajar mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Dikbud Sumbawa, Junaidi, S. Pd., M. Pd., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, juga memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Malam Seribu Cahaya ini. Ini adalah bagian dari rangkaian Hardiknas yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna. Kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan,” kata Junaidi.

Ia juga menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Hardiknas tahun ini memang dirancang untuk lebih melibatkan orang tua. Tujuannya adalah untuk memperkuat hubungan antara anak, orang tua, dan sekolah.

“Kami ingin pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan komunikasi antara anak dan orang tua bisa semakin baik,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, beberapa siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan perasaan mereka kepada orang tua. Ada yang mengucapkan terima kasih, ada juga yang meminta maaf. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh.

Seorang siswa terlihat memeluk ibunya sambil menangis. Ia mengaku jarang berbicara dari hati ke hati dengan orang tuanya. Namun, melalui kegiatan ini, ia merasa lebih berani untuk mengungkapkan perasaannya.

Orang tua yang hadir juga memberikan respon yang positif. Banyak dari mereka yang merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Mereka bisa lebih memahami apa yang dirasakan oleh anak-anak mereka.

“Saya sangat terharu. Selama ini mungkin saya terlalu sibuk, sehingga kurang mendengarkan anak. Malam ini saya jadi lebih mengerti,” ujar salah satu orang tua siswa.

Para guru juga merasa bangga melihat antusiasme siswa dan orang tua. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di masa yang akan datang.

Menjelang akhir acara, semua peserta kembali diajak untuk berdoa bersama. Cahaya lilin yang masih menyala menjadi saksi dari momen penuh haru tersebut. Setelah itu, acara ditutup dengan suasana yang tenang dan penuh kehangatan.

Kegiatan Malam Seribu Cahaya ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian peringatan Hardiknas di Kabupaten Sumbawa. Selain memberikan kesan yang mendalam, kegiatan ini juga berhasil mempererat hubungan antara siswa, orang tua, dan pihak sekolah.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan dunia pendidikan tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan hubungan yang harmonis dalam keluarga. Malam itu, cahaya lilin bukan hanya menerangi halaman sekolah, tetapi juga menerangi hati setiap orang yang hadir.(AM/Asmediati)

]]>
Thu, 30 Apr 2026 20:51:00 +0800 amr
Perkuat Ekosistem Pendidikan, Dikbud Sumbawa Hadirkan Orangtua di Dalam Ruang Kelas https://amarmedia.co.id/perkuat-ekosistem-pendidikan-dikbud-sumbawa-hadirkan-orangtua-di-dalam-ruang-kelas https://amarmedia.co.id/perkuat-ekosistem-pendidikan-dikbud-sumbawa-hadirkan-orangtua-di-dalam-ruang-kelas Sumbawa Besar, Amarmedia.co.id - 30 April 2026Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Sumbawa memasuki babak yang menyentuh sisi paling fundamental dalam dunia pendidikan: Keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S.IP., M.Si., memimpin langsung gerakan bertajuk "Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah"yang dilaksanakan serentak di berbagai jenjang sekolah pada Kamis pagi 30 April 2026 . Program ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan upaya strategis Pemda untuk meruntuhkan sekat komunikasi antara anak, orangtua, dan guru.

Membangun Jembatan Hati di Ruang Kelas

Budi Sastrawan menegaskan bahwa kehadiran orangtua di dalam kelas selama 60 menit merupakan investasi emosional yang tak ternilai. Menurutnya, selama ini ada "mata rantai yang terputus" di mana orangtua seringkali hanya mengetahui hasil akhir (nilai), tanpa memahami proses dan pergulatan batin anak di sekolah.

"Pendidikan tidak boleh menjadi menara gading yang memisahkan anak dari realitas keluarganya. Hari ini, kita saksikan orangtua tidak lagi hanya berdiri di gerbang saat menjemput, tapi hadir secara utuh di bangku sebelah anak mereka. Inilah esensi pendidikan yang humanis," ujar Kadis Dikbud saat memantau kegiatan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kegiatan ini berhasil mengungkap sisi-sisi kejujuran siswa yang selama ini terpendam:

Banyak siswa yang akhirnya berani mengungkapkan kesulitan belajar (seperti rasa takut pada pelajaran tertentu) yang selama ini tidak tersampaikan di rumah.

Sejumlah wali murid menyadari adanya perbedaan karakter anak saat di rumah dan di sekolah, memberikan perspektif baru bagi mereka dalam mendidik.

Di tingkat SMP, kegiatan ini menjadi instrumen rekonsiliasi komunikasi bagi anak usia remaja yang cenderung tertutup kepada orangtuanya.

Kadis Dikbud menekankan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendirian. Keberhasilan transformasi pendidikan di Sumbawa sangat bergantung pada kolaborasi tiga pilar utama Sekolah, Orangtua, dan Masyarakat.

Menuju "Malam Seribu Cahaya"

Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari ini, Budi Sastrawan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program-program partisipatif seperti ini. Setelah sukses dengan Festival Bermain dan Satu Jam Bersama Orangtua rangkaian Hardiknas 2026 akan dipuncaki dengan kegiatan "Malam Seribu Cahaya".

"Kita ingin membangun kebiasaan baru di Sumbawa. Kita ingin orangtua hadir secara utuh dalam proses tumbuh kembang anak. Jika komunikasi di rumah dan sekolah sudah selaras, maka karakter anak akan terbentuk dengan kokoh," tambah Budi Sastrawan dengan optimis.

Program ini diharapkan menjadi titik balik bagi pola asuh dan pola didik di Kabupaten Sumbawa, di mana pendidikan bukan lagi soal mengejar angka di atas kertas, melainkan tentang membangun kedekatan hati dan karakter yang berkelanjutan.(AM)

]]>
Thu, 30 Apr 2026 09:08:37 +0800 amr
Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga https://amarmedia.co.id/satu-jam-bersama-orangtua-di-sekolah-bangun-kedekatan-anak-dan-keluarga https://amarmedia.co.id/satu-jam-bersama-orangtua-di-sekolah-bangun-kedekatan-anak-dan-keluarga Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah, Bangun Kedekatan Anak dan Keluarga

Sumbawa, Amarmedia.co.id - Kamis 30 April 2026 — Suasana pagi di sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa terasa berbeda. Sejak pukul 07.00 WITA, para orangtua tampak hadir mendampingi anak-anak mereka di kelas. Kegiatan bertajuk “Satu Jam Bersama Orangtua di Sekolah” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung sederhana, namun penuh makna. Selama satu jam, orangtua duduk berdampingan dengan anak, mengikuti aktivitas belajar, dan terlibat dalam percakapan yang lebih dekat. Tidak sedikit anak yang memanfaatkan momen ini untuk bercerita tentang kesehariannya di sekolah, termasuk hal-hal yang selama ini jarang disampaikan di rumah.

Di salah satu sekolah dasar, terlihat seorang siswa memegang tangan ibunya sambil bercerita pelan. Di sudut lain, ada ayah yang mendengarkan anaknya membaca cerita dengan penuh perhatian. Suasana hangat seperti ini tampak hampir di semua kelas.

Kepala sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Tujuannya adalah membuka ruang komunikasi yang lebih jujur antara anak dan orangtua. “Kadang anak sulit menyampaikan isi hatinya di rumah. Dengan suasana sekolah yang mereka kenal, anak jadi lebih berani bicara,” ujar salah satu guru.

Anak-anak pun terlihat antusias. Mereka tampak senang karena orangtuanya bisa melihat langsung bagaimana proses belajar mereka di kelas. Beberapa siswa bahkan menunjukkan buku tugas dan hasil karya mereka dengan rasa bangga.

Salah satu siswa kelas lima mengaku senang karena ibunya bisa datang ke sekolah. “Biasanya saya cerita sedikit saja di rumah. Tapi tadi saya bisa cerita banyak, termasuk kalau saya kadang takut saat pelajaran matematika,” katanya dengan jujur.

Orangtua juga merasakan hal yang sama. Banyak dari mereka mengaku baru benar-benar memahami kondisi anak di sekolah setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi tahu ternyata anak saya agak pemalu di kelas. Selama ini saya kira dia aktif seperti di rumah,” ujar seorang wali murid.

Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan karena membantu orangtua lebih peka terhadap perkembangan anak. Ia juga merasa lebih dekat secara emosional setelah berbincang langsung di kelas.

Kegiatan “Satu Jam Bersama Orangtua” ini dirancang tidak kaku. Guru hanya berperan sebagai pendamping, sementara interaksi lebih banyak terjadi antara anak dan orangtua. Beberapa kelas mengisi waktu dengan membaca bersama, menulis cerita singkat, atau sekadar berbincang santai.

Di tingkat sekolah menengah pertama, di SMPN 1 Labuhan Badas suasana sedikit berbeda. Anak-anak yang sudah mulai remaja tampak lebih canggung di awal. Namun seiring waktu, mereka mulai membuka diri. Beberapa siswa bahkan menyampaikan harapan dan keluhan mereka secara langsung kepada orangtua.

Seorang guru mengatakan bahwa momen ini sangat penting, terutama bagi anak usia remaja. “Di usia ini, anak sering merasa tidak dipahami. Kegiatan seperti ini bisa menjadi jembatan untuk memperbaiki komunikasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan, S. Ip. M. Si., turut memberikan tanggapan terkait kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa program ini menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat hubungan antara sekolah, anak, dan keluarga.

“Kami ingin pendidikan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga terhubung erat dengan keluarga. Orangtua memiliki peran besar dalam perkembangan anak, bukan hanya dalam hal akademik, tetapi juga karakter,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa selama ini masih ada jarak antara orangtua dan kehidupan sekolah anak. Melalui kegiatan ini, diharapkan jarak tersebut bisa diperkecil.

“Dengan hadir langsung di kelas, orangtua bisa melihat bagaimana anak belajar, bagaimana mereka berinteraksi, dan apa saja tantangan yang dihadapi. Ini penting agar orangtua tidak hanya menilai dari hasil, tetapi juga memahami proses,” lanjutnya.

Menurutnya, komunikasi yang baik antara anak dan orangtua akan berdampak positif pada perkembangan emosional anak. Anak yang merasa didengar cenderung lebih percaya diri dan nyaman dalam belajar.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Peran orangtua sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Sekolah dan orangtua harus saling mendukung,” tegasnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan positif dari para guru. Mereka merasa terbantu karena orangtua bisa melihat langsung kondisi di kelas. Dengan begitu, komunikasi antara guru dan orangtua menjadi lebih terbuka.

Seorang guru kelas menyampaikan bahwa setelah kegiatan ini, biasanya orangtua lebih mudah diajak berdiskusi tentang perkembangan anak. “Kami berharap komunikasi ini tidak berhenti hari ini saja, tetapi terus berlanjut,” katanya.

Di beberapa sekolah, kegiatan ditutup dengan refleksi singkat. Anak dan orangtua diminta menyampaikan kesan mereka. Banyak anak yang mengatakan merasa lebih dekat dengan orangtuanya. Sementara orangtua mengaku tersentuh dengan cerita anak yang selama ini tidak pernah mereka dengar.

Kegiatan “Satu Jam Bersama Orangtua” ini menjadi bukti bahwa hal sederhana bisa membawa dampak besar. Hanya dengan meluangkan waktu satu jam, hubungan antara anak dan orangtua bisa menjadi lebih hangat.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini tidak hanya diisi dengan upacara atau kegiatan formal, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang nyata. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai dan prestasi, tetapi juga tentang hubungan yang sehat antara anak dan orangtua.

Dengan adanya kegiatan ini, sekolah berharap ke depan akan semakin banyak orangtua yang terlibat aktif dalam pendidikan anak. Karena pada akhirnya, keberhasilan anak tidak lepas dari dukungan keluarga yang kuat.

Pagi itu mungkin hanya berlangsung satu jam, tetapi maknanya bisa dirasakan jauh lebih lama. Sebuah langkah kecil yang membuka jalan bagi komunikasi yang lebih baik di masa depan.(AM/Asmediati)

]]>
Thu, 30 Apr 2026 08:41:42 +0800 amr
Sambang Nusa Presisi, Polairud Perkuat Kesadaran Hukum Masyarakat Pesisir di Pulau Terluar Sumbawa  https://amarmedia.co.id/sambang-nusa-presisi-polairud-perkuat-kesadaran-hukum-masyarakat-pesisir-di-pulau-terluar-sumbawa https://amarmedia.co.id/sambang-nusa-presisi-polairud-perkuat-kesadaran-hukum-masyarakat-pesisir-di-pulau-terluar-sumbawa Sambang Nusa Presisi, Polairud Perkuat Kesadaran Hukum Masyarakat Pesisir di Pulau Terluar Sumbawa 

Sumbawa Besar, NTB.Amarmedia.co.id -- Keseriusan aparat dalam menjaga kedaulatan dan keselamatan wilayah perairan kembali dibuktikan. Satuan Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polres Sumbawa bersama jajaran Dit Polairud Polda NTB turun langsung melaksanakan kegiatan Sambang Nusa Presisi di wilayah pulau terluar berpenghuni, tepatnya di Pulau Medang, Desa Medang, Kecamatan Labuhan Badas.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres Sumbawa, IPTU Baiq Shinta Dewi Ratna Negari, SH, mendampingi Kasubdit Patroli Dit Polairud Polda NTB, AKBP Kurniawadin, SPI., MM. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa negara tidak boleh kalah cepat dan tidak boleh absen di wilayah terluar.

Bukan sekadar kunjungan seremonial, kegiatan ini membawa misi penting di tengah berbagai persoalan klasik masyarakat pesisir. Mulai dari minimnya akses informasi, lemahnya pengawasan, hingga potensi pelanggaran hukum di sektor perairan, semuanya menjadi perhatian serius aparat.

Dalam kesempatan tersebut, Polairud memberikan sejumlah edukasi strategis kepada masyarakat. Di antaranya sosialisasi Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, sebagai pengingat bahwa praktik ilegal di laut tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keberlanjutan mata pencaharian nelayan.

Selain itu menyampaikan edukasi terkait Peraturan BPH Migas Nomor 2 Tahun 2023 tentang penerbitan surat rekomendasi pembelian BBM. Hal ini penting guna mencegah potensi penyalahgunaan distribusi BBM yang selama ini kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Tak hanya itu, masyarakat diperkenalkan dengan layanan digital E-Pas Kecil untuk pembuatan dokumen kapal secara online. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong modernisasi administrasi pelayaran rakyat yang selama ini dianggap rumit dan memakan waktu.

Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa pembangunan tidak cukup hanya direncanakan dari balik meja. Kehadiran langsung di tengah masyarakat, khususnya di wilayah terluar, menjadi kunci utama dalam menjawab kebutuhan riil warga.

Polairud membuktikan bahwa pengamanan wilayah perairan bukan hanya soal patroli semata, tetapi juga membangun kesadaran hukum serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap negara.

Dengan langkah nyata ini, pesan yang ingin disampaikan jelas: negara hadir, bahkan hingga ke titik terluar negeri. (AM/Hps)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 22:49:25 +0800 amr
Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Desa Rhee Pantau Pertumbuhan Jagung Hibrida Milik Warga https://amarmedia.co.id/dukung-asta-cita-presiden-bhabinkamtibmas-desa-rhee-pantau-pertumbuhan-jagung-hibrida-milik-warga https://amarmedia.co.id/dukung-asta-cita-presiden-bhabinkamtibmas-desa-rhee-pantau-pertumbuhan-jagung-hibrida-milik-warga Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Desa Rhee Pantau Pertumbuhan Jagung Hibrida Milik Warga

Sumbawa Besar, NTB.Amarmedia.co.id - Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas, Bhabinkamtibmas Desa Rhee Polsek Rhee, AIPDA Alfian Harris, melaksanakan kegiatan sambang desa sekaligus memantau langsung perkembangan tanaman jagung hibrida milik warga binaan di Dusun Rhee Berru, Desa Rhee, Senin siang (27/04/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H.,S.I.K, melalui Kapolsek Rhee Ipda Romy Octovian Munir, menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah lahan pertanian merupakan wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan swasembada pangan.

"Melalui program Presisi Polri, kami berkomitmen untuk terus mendampingi petani. Kehadiran Bhabinkamtibmas bertujuan untuk memberikan motivasi agar masyarakat lebih semangat dalam mengelola potensi pertanian, sehingga stabilitas pangan di tingkat desa hingga nasional dapat terjaga," ungkap Kapolsek.

Dalam kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WITA tersebut, AIPDA Alfian Harris berdialog langsung dengan para petani mengenai kondisi tanaman jagung. Selain memantau pertumbuhan fisik tanaman, personel Polri ini juga memberikan imbauan agar pemilik lahan konsisten melakukan perawatan secara optimal, termasuk menjaga kebersihan lahan dari gulma dan hama.

Masyarakat juga diajak untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti penyuluh pertanian maupun kepolisian, apabila menemui kendala teknis atau gangguan keamanan di sekitar area lahan. Hal ini penting untuk memastikan proses produksi jagung hibrida berjalan lancar hingga masa panen tiba dengan hasil yang maksimal.

Kegiatan sambang dialogis ini terbukti efektif dalam mempererat tali silaturahmi antara Polsek Rhee dengan warga masyarakat. Sinergitas yang kuat antara kepolisian dan petani diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya situasi Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang kondusif di wilayah pedesaan.

Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Rhee, khususnya di Desa Rhee, terpantau sangat aman dan terkendali. Masyarakat menyambut positif kehadiran Polri yang peduli terhadap sektor pertanian, menjadikannya sebagai penyemangat dalam mewujudkan kesejahteraan melalui sektor pangan. (AM/Hps)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 22:43:49 +0800 amr
Tertangkap Basah, Terduga Pelaku Pencurian Komponen Motor di Kerato Diamankan Polsek Sumbawa https://amarmedia.co.id/tertangkap-basah-terduga-pelaku-pencurian-komponen-motor-di-kerato-diamankan-polsek-sumbawa https://amarmedia.co.id/tertangkap-basah-terduga-pelaku-pencurian-komponen-motor-di-kerato-diamankan-polsek-sumbawa Tertangkap Basah, Terduga Pelaku Pencurian Komponen Motor di Kerato Diamankan Polsek Sumbawa

Sumbawa Besar, NTB.Amarmedia.co.id -- Aksi pencurian di sebuah bengkel milik warga di Dusun Genang Genis, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwes, berhasil digagalkan langsung oleh pemiliknya. Terduga pelaku berinisial H alias D (23), seorang oknum mahasiswa, tertangkap basah saat tengah mengangkut sejumlah komponen mesin motor, Selasa malam (28/04/2026).

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Sumbawa Iptu Rohmad Rondhi, memberikan apresiasi atas keberanian dan kewaspadaan korban yang berhasil mengamankan pelaku tanpa tindakan main hakim sendiri.

"Kami sangat menghargai tindakan cepat warga yang segera melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib. Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti sudah kami amankan di Mapolsek untuk proses penyidikan lebih lanjut. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap keamanan lingkungan, terutama pada jam-jam rawan," tegas Kapolsek.

Peristiwa ini bermula sekitar pukul 19.10 WITA, saat pemilik bengkel, FB (42), baru saja kembali dari membeli makanan. Saat melintasi bengkelnya, ia merasa curiga melihat pintu samping bengkel dalam keadaan terbuka. Setelah dilakukan pengecekan ke dalam, FB mendapati terduga pelaku H alias D sedang memegang pelek (pelang) motor.

Tidak hanya itu, sejumlah barang berharga milik korban ternyata sudah dipindahkan ke luar pagar bengkel dan siap untuk diangkut menggunakan sepeda motor matic jenis Yamaha Xeon milik pelaku. Menyadari aksinya diketahui, pelaku tidak dapat berkutik dan langsung diamankan oleh pemilik bengkel bersama warga sekitar sebelum diserahkan ke pihak kepolisian.

"Dalam penangkapan tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang hendak dicuri antara lain, 2 buah pelek (pelang) motor, 5 unit blok mesin motor, 1 unit mesin krengkes, 1 unit swing arm. Selain komponen motor tersebut, petugas juga menyita satu unit sepeda motor matic jenis Yamaha Xeon yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya." jelas Iptu Rohmad Rondhi.

Personel Polsek Sumbawa yang menerima laporan segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi (pulbaket). Terduga pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif guna mendalami motif serta kemungkinan adanya keterlibatan dalam aksi serupa di lokasi lain.

Situasi di wilayah Desa Kerato pasca kejadian terpantau aman dan kondusif berkat respons cepat kepolisian dalam mengamankan pelaku dari potensi amuk massa. (AM/Hps)

]]>
Wed, 29 Apr 2026 22:37:25 +0800 amr